“Harga bahan baku yang mahal memang masih jadi keluhan, terutama di sektor industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan,” ujar Hendy.
Baca Juga: Lembur Pakuan Sukadaya, Kampung Wisata Bersih dan Budaya di Subang yang Wajib Dikunjungi
BRI mengumpulkan data ini melalui survei yang dilakukan oleh BRI Research Institute dari 25 Maret hingga 13 April 2025.
Survei melibatkan 7.060 responden UMKM BRI di 33 provinsi dan menggunakan metode stratified systematic random sampling.
Selain kondisi usaha, survei ini juga digunakan sebagai Early Warning System (EWS) untuk mendeteksi potensi risiko UMKM.
Survei ini menjadi pelengkap data dari Bank Indonesia dan BPS, yang selama ini lebih fokus pada pelaku usaha menengah dan besar.
Baca Juga: Kekuatan Ajaib Lagu Kaasih Indung MK9 Karya Dedi Mulyadi, Bikin Menangis dan Tersentuh
Hasil survei ini semakin menegaskan posisi BRI sebagai bank dengan komitmen kuat mendampingi UMKM Indonesia.***