Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Review Film Red Notice

red notice,sinopsis red notice,film red notice,red notice 2021 sub indo,red notice syuting di indonesia,red notice indonesia,film red notice syuting di bali,lokasi syuting red notice,purwakarta,purwakarta online,review film red notice,
Review Film Red Notice
Purwakarta Online - Kebayang enggak, apa jadinya jika Black Adam, Deadpool, dan Wonder Woman berada dalam satu film yang sama? Enggak perlu ngebayangin, soalnya film orisinal terbaru Netflix berjudul Red Notice yang disutradarai oleh Rawson Marshall Thurber bakal menyatukan Dwayne Johnson, Ryan Reynolds, dan Gal Gadot.

Sinopsis Red Notice mengisahkan profiler FBI bernama John Hartley (Dwayne Johnson) yang merekrut seorang penipu ulung, yaitu Nolan Booth (Ryan Reynolds). Hartley ingin sekali bisa menangkap The Bishop (Gal Gadot), seorang buronan kelas kakap yang ingin mencuri telur Cleopatra. Namun, usaha mereka dalam menangkap The Bishop ternyata tak mudah karena kerap tertipu oleh sang kriminal.

Film Red Notice dibuka dengan John Hartley yang berusaha untuk menangkap Nolan Booth di sebuah museum Italia, tempat salah satu telur Cleopatra. Setelah berhasil menangkap Booth, Hartley pun mengungkapkan bahwa dia mendapat informasi keberadaan Booth dari The Bishop. Soalnya, The Bishop ingin menjadi pencuri nomor satu di dunia mengalahkan Booth.

Akan tetapi, setelah itu Hartley justru dikhianati oleh The Bishop yang melaporkannya ke interpol. The Bishop mengungkap bahwa Hartley adalah rekannya Booth, keduanya telah menyembunyikan telur Cleopatra yang sesungguhnya. Akibatnya, Hartley pun kemudian dipenjara bersama Booth di Rusia. Pada momen inilah, Hartley akhirnya merekrut Booth buat membalaskan dendamnya ke The Bishop sekaligus memperbaiki reputasi mereka berdua.

Proses Hartley dan Booth balas dendam terhadap The Bishop tersebut dikemas dalam sebuah film yang sarat momen aksi bercampur komedi. Sayangnya, menurut KINCIR alur cerita dalam film ini terbilang agak klise. Malahan, plot Red Notice cukup mirip dengan film aksi-komedi berjudul CZ12 (2012) yang dibintangi oleh Jackie Chan dan memiliki tema heist yang berkaitan dengan sebuah artefak kuno.

Memang, sih, film Red Notice memiliki sedikit plot-twist pada bagian akhirnya. Namun, hal tersebut enggak membuat plotnya terkesan lebih spesial kalau mau dibandingkan dengan film aksi-komedi bertema sama lainnya.

Pemeran utama dari film Red Notice terdiri atas tiga bintang Hollywood ternama, yaitu Dwayne Johnson, Ryan Reynolds, serta Gal Gadot. Namun, chemistry yang paling sukses mencuri perhatian justru hanya terletak pada sosok Johnson serta Reynolds sebagai John Hartley dan juga Nolan Booth. Soalnya, nuansa komedi dari film ini benar-benar lebih terasa pada setiap adegan yang menampilkan mereka berdua.

Johnson dan Reynold bisa dibilang memiliki love-hate relationship lewat karakter yang mereka perankan. Sebab, Hartley sangat membutuhkan Booth, tapi di waktu yang bersamaan juga tak terlalu percaya dengan sang penipu ulung tersebut. Di sisi lain, Booth yang lebih sering bekerja sendiri harus menyesuaikan diri buat beraksi bareng Hartley, tapi lama kelamaan dia justru semakin percaya dengan sang agen FBI.

Sikap yang sangat bertolak belakang tersebutlah yang kemudian menghasilkan berbagai momen komedi ala buddy cop ketika keduanya bekerja sama buat memburu The Bishop. Sepanjang film ini, kalian pun dijamin akan terhibur dengan tingkah konyol serta dialog berunsur ejekan dari Dwayne Johnson dan Ryan Reynolds.

Keberadaan sosok The Bishop yang kurang terasa cocok

Berbeda dengan Dwayne Johnson dan Ryan Reynolds, performa dari Gal Gadot yang juga pemeran utama di Red Notice justru terasa kurang berkesan. Hal ini pun sebenarnya bukan kesalahan dari kemampuan berakting Gadot, melainkan karena penulisan dari karakter The Bishop yang diperankannya. Sebab, keberadaan The Bishop kurang cocok dengan duet John Hartley dan Nolan Booth.

Memang, sih, The Bishop lebih dikisahkan sebagai antagonis yang diincar oleh Hartley dan Booth dalam film ini. Namun, Netflix mempromosikan Red Notice seolah-olah kita akan disajikan dengan hubungan yang sangat mendalam dari ketiganya sebagai karakter utama. Padahal, chemistry apik tersebut hanya terasa pada Hartley dan Booth saja sehingga keberadaan The Bishop seolah cuma menjadi karakter pendukungnya saja.

Terlepas dari chemistry-nya yang kurang cocok dengan para pemeran utama laki-laki, penampilan The Bishop sebagai satu karakter tunggal di film ini masih cukup menarik untuk diikuti. Apalagi, The Bishop digambarkan sebagai karakter badass yang jago bela diri sehingga beberapa momen aksi di film ini selalu melibatkannya.

Meski punya plot yang klise, semesta dari film Red Notice sebenarnya cukup menarik buat dikembangkan menjadi sebuah waralaba film aksi-komedi di Netflix. Apalagi, ending dari film ini sangat membuka peluang besar untuk digarapnya sekuel. Malahan, menurut KINCIR sekuel tersebut bisa jadi ajang buat memperbaiki chemistry The Bishop dengan Hartley dan Booth jika benar-benar digarap.

Selain sekuel, pengembangan semesta Red Notice juga bisa dilakukan lewat sejumlah film spin-off dari setiap karakternya. Salah satu proyek spin-off yang layak digarap adalah kisah Nolan Booth sebagai penipu serta pencuri nomor satu di dunia sebelum akhirnya ditangkap oleh John Hartley. Akan sayang sekali seandainya sejumlah potensi tersebut enggak dikembangkan lebih lanjut oleh Netflix.



Secara garis besar, Red Notice adalah film aksi-komedi yang menyenangkan dan cocok buat kalian yang butuh tontonan ringan di akhir pekan. Jika kalian berminat, film ini bisa disaksikan secara legal lewat layanan streaming Netflix mulai 12 November 2021 mendatang. (*)

Sumber : Kincir

Search keyword : red notice,sinopsis red notice,film red notice,red notice 2021 sub indo,red notice syuting di indonesia,red notice indonesia,film red notice syuting di bali,lokasi syuting red notice,purwakarta,purwakarta online,review film red notice,

Posting Komentar untuk "Review Film Red Notice"