Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Purwakarta kembangkan pertanian bawang merah

daerah penghasil bawang merah di indonesia, data konsumsi bawang merah di indonesia 2019, daerah penghasil bawang merah terbesar di indonesia, data konsumsi bawang merah di indonesia 2021, data konsumsi bawang merah di indonesia 2020, agribisnis bawang merah pdf, penghasil bawang merah terbesar di indonesia dari kabupaten, budidaya bawang merah, komoditas bawang merah, data konsumsi bawang merah di indonesia 2021, penghasil bawang merah terbesar di indonesia dari kabupaten, agribisnis bawang merah pdf, daerah penghasil bawang merah di jawa timur, daerah penghasil bawang merah di indonesia, data konsumsi bawang merah di indonesia 2020,
Panen Bawang Merah di Purwakarta
Purwakarta Online - Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta mengembangkan budi daya bawang merah di wilayah dataran tinggi yaitu di Desa Bojong Timur, Kecamatan Bojong, yang merupakan kaki Gunung Burangrang. Saat ini, wilayah tersebut menjadi kampung bawang merah.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Sri Jaya Midan mengatakan sejak dua tahun yang lalu, Kabupaten Purwakarta mengujicobakan budi daya bawang merah. Jika di daerah sentra bawang merah yang lain, tanaman jenis umbi-umbian ini ditanam di dataran rendah. Namun, di Purwakarta ditanamnya di dataran tinggi.

"Kami, sudah uji coba tanam bawang merah dari biji. Hasilnya cukup bagus. Untuk tahun ini, kami uji coba tanam dari umbi, yang bibitnya merupakan bantuan dari pusat," ujarnya, kepada Bisnis.com, Minggu (14/11/2021).

Adapun, kampung bawang ini adanya di kaki Gunung Burangrang. Suhu di wilayah itu cukup dingin. Luas areal perkebunannya mencapai 30 hektare, dengan jumlah petani yang bercocok tanamnya sekitar 200 orang.

Pada Sabtu (13/11/2021) kemarin, sudah mulai panen perdana dengan hasil lumayan bagus. Dalam satu hektarenya mencapai 8,2 ton. Akan tetapi, lanjut Midan, hasil tersebut masih jauh dari harapan. Lantaran, idealnya hasil panennya di atas 12 ton per hektare. 

Hasil panen yang masih jauh dari harapan ini, disebabkan oleh sejumlah kendala. Salah satunya, faktor cuaca. Menjelang masa panen, curah hujan di Kecamatan Bojong cukup tinggi sehingga mempengaruhi terhadap tumbuh kembang bawang. 

"Meski demikian, kita dan para petani tetap semangat menanam bawang merah," ujar Midan.

Apalagi, sambungnya, kedepan pihaknya akan menggandeng Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata setempat. Supaya, bawang merah ini menjadi oleh-oleh wisatawan yang melintasi wilayah Wanayasa, Kiarapedes, Bojong atau Darangdan.

Selain bawang ini dijual di pasaran, juga akan dijajakan di pusat-pusat oleh-oleh sehingga para petani memiliki pasar yang bagus. Harapannya, maka kesejahteraan petani bawang bisa turut terdongkrak.

Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika mengatakan panen bawang merah di Desa Bojong Timur ini, merupakan kali pertama dari hasil pengembangan produksi pertanian holtikultura oleh instansi terkait. Adapun, luasannya mencapai 30 hektare.

"Alhamdulillah, dengan panen perdana ini, mengindikasikan jika tanah di Purwakarta cukup subur. Termasuk, cocok untuk budi daya bawang merah," ujarnya. Ke depannya, akan terus dikembangkan komoditas bawang merah ini, tidak hanya di Kecamatan Bojong. Tetapi di kecamatan lain yang memiliki suhu udara yang sama, kemiripan kontur tanah, dan kesuburan tanah yang sama. Seperti di Kecamatan Darangdan, Kecamatan Kiarapedes, dan Kecamatan Wanayasa. (*)

*Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul "Dinas Pertanian Purwakarta Kembangkan Kampung Bawang Merah di Dataran Tinggi

Posting Komentar untuk "Purwakarta kembangkan pertanian bawang merah"