Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

7 Pemimpin Tersadis di Dunia Sepanjang Masa

Purwakarta Online - Memimpin sebuah negara bukanlah pekerjaan yang mudah, dan karena itu tidak semua orang bisa melakukannya. Normalnya seorang pemimpin akan berusaha yang terbaik untuk negara dan rakyatnya. Bagi mereka, kepentingan rakyat selalu nomor satu.

Sayangnya tidak semua negara beruntung mendapatkan pemimpin yang hebat. Kebalikannya, tidak sedikit rakyat dari sebuah negara harus menderita karena kekejaman pemimpinnya. Berikut ini tujuh pemimpin paling kejam sepanjang sejarah!

1. Genghis Khan


Genghis Khan merupakan pendiri Kekaisaran Mongol yang berkuasa dari tahun 1206 hingga 1227. Berbeda dengan kebanyakan pangeran mahkota, Genghis Khan menghabiskan hampir seluruh masa remajanya menjadi budak.

Nasibnya berubah saat dia berhasil menyatukan suku-suku Mongol di usianya yang ke 20 tahun. Dengan kekuatan militernya, Genghis Khan menyerbu berbagai wilayah yang tidak mau tunduk pada kekuasaannya. 

Bukan hanya membantai banyak orang, kaisar Mongol ini juga mengampuni nyawa banyak pasukan dan menjadikan mereka perisai untuk pertempuran berikutnya. Diperkirakan sekitar 20 hingga 60 juta orang tewas selama masa kekuasaannya dari tahun 1206 hingga 1227.

2. Vlad The Impaler


Kalau kamu pikir drakula hanya ada dalam kisah-kisah horor, kamu salah. Di dunia nyata, tepatnya di Rumania, ada seorang raja bernama Vlad The Impaler yang mendapat julukan dracula karena kebiasaannya yang kejam saat membantai musuh-musuh.

Berkuasa dari tahun 1431 hingga 1477, Vlad Dracula seringkali menyiksa musuh-musuhnya dengan cara yang sangat sadis seperti membakar hidup-hidup para musuh, hingga menancapkan bor di kepala mereka. 

Dari sekian banyak metode pembunuhan sadis yang dia lakukan, penyulaan atau menusuk korban secara vertikal dengan kayu panjang menjadi metode favoritnya. Vlad Dracula meninggal pada tahun 1477, setelah membunuh sekitar 100 ribu jiwa selama masa pemerintahannya.

3. Adolf Hitler


Bukan rahasia lagi jika selama masa pemerintahannya dari tahun 1933 hingga 1945, Adolf Hitler sudah membunuh sekitar 6 juta kaum Yahudi dalam kamp-kamp di seluruh wilayah jajahan Jerman, dimana mereka dipaksa bekerja sampai mati, kelaparan, kekurangan gizi, dan dieksekusi dalam sebuah kamar gas beracun.

Bukan hanya kaum Yahudi, diktator yang dikenal dengan julukan Paman F├╝hrer ini juga membunuh sekitar 5 juta rakyatnya yang terdiri dari kaum homoseksual, gipsi, seniman, penderita penyakit yang tidak bisa disembuhkan, hingga orang-orang yang tidak sempurna secara fisik.

Kekuasaan Hitler berakhir pada 30 April 1945, saat dia memutuskan untuk bunuh diri di F├╝hrerbunker di Berlin setelah kekalahan Jerman melawan sekutu dalam Pertempuran Berlin.

4. Pal Pot


Berbanding terbalik dengan Hitler yang kejahatannya kondang ke mana-mana, nama Pal Pot mungkin masih terdengar langka di telinga kita. Terlahir dengan nama Saloth Sar pada 1925, Pal Pot adalah diktator komunis sekaligus pemimpin Partai Komunis Kamboja atau yang lebih dikenal dengan nama Khmer Merah.

Sebenarnya, Pal Pot hanya berkuasa selama 4 tahun dari 1975 sampai 1979. Tapi selama masa pemerintahannya yang singkat, Pal Pot melakukan genosida terhadap 2 juta rakyatnya sendiri. Mereka dipaksa bekerja dan disiksa sampai mati jika melakukan kesalahan. Diktator ini akhirnya digulingkan pada 1979 dan meninggal pada 15 April 1998.

5. Joseph Stalin


Kalau kamu pikir Adolf Hitler dari Jerman sudah kejam, itu belum ada apa-apanya dibandingkan dengan korban Joseph Stalin yang mencapai 14 sampai 20 juta jiwa. Stalin resmi menggantikan Vladimir Lenin pada tahun 1924. Selama masa pemerintahannya, Stanlin muncul dengan '5 Years Economic Plans' dan menuntut industrialisasi dan kolektivisasi cepat.

Stanlin memaksa para petani untuk bekerja sama. Mereka yang menentang akan diambil tanahnya secara paksa dan dibunuh secara brutal. Selain membunuh para petani, Joseph Stalin juga mengangkut para penentangnya ke kamp yang dikenal dengan nama Gulag, dimana mereka akan dipaksa bekerja habis-habisan hingga mati.

Selain kerja paksa, Stalin juga melakukan "Great Purge" atau "Pembersihan Besar-Besaran" pada 1934 yang menyasar kaum intelektual, pegawai pemerintahan, dan angkatan bersenjata yang menentangnya. Joseph Stalin meninggal pada 5 Maret 1953 yang secara otomatis juga membuatnya lengser dari jabatannya sebagai pemimpin tertinggi Uni Soviet.

6. Ivan IV


Untuk urusan korban jiwa, Ivan IV yang merupakan Tsar Kekaisaran Rusia Pertama di abad 16 mungkin kalah jauh dari Stalin. Tapi jangan salah, kekejaman Ivan IV selama masa jabatannya bisa dibilang sebelas dua belas dengan apa yang dilakukan Stalin. 

Oke, Ivan IV menjadi alasan utama kenapa Rusia memiliki wilayah sepertiga dunia. Tapi masalahnya, Pangeran Agung Moscow ini memiliki penyakit mental yang membuatnya jadi sangat paranoid bahkan pada keluarganya sendiri. 

Sang pangeran diketahui memukuli menantu perempuannya yang sedang hamil, dan membunuh putranya sendiri hanya karena marah. Bukan hanya itu, Ivan juga merupakan otak dari Pembantaian Novgorod, ia menyiksa sekitar 60 ribu orang sampai mati.

7. Idi Amin


Periode antara tahun 1971 hingga 1979 menjadi periode terburuk bagi rakyat Uganda. Bagaimana tidak, mereka dipimpin oleh seorang presiden kejam bernama Idi Amin yang menduduki kursi presiden setelah mengkudeta pemerintahan terpilih.

Sang presiden juga dikenal sebagai "Penjagal Uganda" karena terus menyiksa dan membunuh lawan politik atau siapa pun yang dia anggap sebagai musuh. Selama masa pemerintahannya, sang presiden menyalahkan penduduk Asia atas masalah ekonomi di negaranya sebelum mengusir mereka semua keluar dari Uganda.

Bukan hanya bersikap jahat pada orang asing, Idi Amin juga diketahui telah membunuh sekitar 300 ribu rakyatnya sendiri.

Pemimpin yang baik seharusnya bisa bersikap seperti seorang ayah yang melindungi rakyatnya dengan sepenuh hati, bukan malah menyiksa rakyatnya hingga mati seperti yang dilakukan oleh tujuh pemimpin dunia paling kejam di daftar ini. (*)

Sumber: IDN Times

Posting Komentar untuk "7 Pemimpin Tersadis di Dunia Sepanjang Masa"