Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara milenial wujudkan kemapanan finansial (1) Merancang dan menerapkan tujuan finansial


Purwakarta Online - Ada sebuah lelucon yang patut dipikirkan, "Mau kaya, kenapa nunggu tua? Banyak penyakit, daya yang sudah menurun. Banyak hal tidak bisa dinikmati setelah usia tua tiba," begitu perkataan seorang tokoh pemuda di Purwakarta.

Ya, sebagai bagian dari generasi Millennial, Anda tentu memiliki banyak impian dan target dalam kehidupan.
 
Selama 5 tahun mendatang, apakah Anda ingin membeli atau meraih sesuatu dengan uang tabungan? Jika iya, berarti Anda sudah memiliki tujuan finansial yang jelas. 

Merancang tujuan tersebut penting untuk mencapai kemapanan keuangan di masa depan.
Seperti kata Ben Bernanke—ekonom Brookings Institution Amerika Serikat—bahwa tujuan keuangan harus dicapai supaya hidup Anda lebih sejahtera di masa yang akan datang. 

Untuk merancang tujuan tersebut, seseorang mesti membuat perencanaan finansial.
 
Tidak hanya perencanaan finansial, hal-hal berikut ini juga harus Anda praktekkan supaya bisa merancang dan menerapkan tujuan finansial.

1. Ketahui Kondisi Keuangan Anda 

Saat IniLangkah pertama yang harus Anda lakukan adalah mengecek kondisi keuangan pribadi.
Tujuannya agar mengetahui seberapa lama waktu untuk mencapai tujuan keuangan. 

Selain itu, kondisi keuangan menggambarkan kemampuan Anda dalam mengejar goal setting masa depan.
 
Untuk mengetahui kondisi keuangan, mulailah dengan memeriksa penghasilan bulanan.
Kemudian, hitung pengeluaran, aset, tabungan, serta pendapatan pasif. 

Jika semua itu sudah terlihat angkanya, cek jumlah utang dan kewajiban, seperti cicilan kredit, biaya kuliah, konsumsi, dan kebutuhan pokok lainnya.

Terakhir, tuliskan semua data tersebut di selembar kertas. Lalu, lihatlah, seberapa banyak dana yang bisa dialokasikan untuk investasi. 

Catatan ini akan menunjukkan, nilai finansial milik Anda—saat ini.

2. Tentukan Tujuan Masa Depan Anda

Tujuan masa depan erat kaitannya dengan keinginan dan kebutuhan Anda selama 5—10 tahun mendatang. Untuk membuat tujuan yang tepat, pikirkan hal paling spesifik. 

Semisal, 5 tahun lagi ingin membeli rumah dan 10 tahun berikutnya menikah.Jangan menetapkan tujuan untuk jangka pendek dan kurang spesifik, misalnya:
  • Ingin kaya
  • Ingin traveling keliling dunia
  • Ingin jadi orang sukses.
Tujuan yang kurang spesifik bisa membuat Anda kehilangan arah serta sulit menentukan langkah.

3. Menyusun Perencanaan Keuangan

Langkah ketiga adalah menyusun rencana keuangan sesuai tujuan masa depan yang sudah dibuat di tahapan kedua. 

Contoh, saat ini, Anda mendapatkan pemasukan bulanan sebesar Rp4.000.000. 

Selama lima tahun mendatang, Anda ingin membangun rumah senilai Rp150.000.000.

Nah, dalam rencana keuangan, tuliskan dana yang ingin Anda sisihkan setiap bulan untuk mencapai nilai Rp150.000.000 tersebut. 

Semisal, setiap bulan menyisihkan Rp2.500.000, berinvestasi di reksa dana, atau menyimpan dana dalam bentuk emas.

4. Membuat Rencana Cadangan

Masa depan tidak dapat diprediksi; Anda yang sudah merencanakan keuangan bisa jadi mengalami kendala dalam mencapai tujuan. 

Karena itu, perlu rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan. Rencana cadangan bisa berupa diversifikasi investasi. 

Untuk mengamankan dana, Anda harus menanamkan modal di beberapa instrumen.
 
Misalnya, sebanyak 80 persen dana disimpan sebagai deposito, investasi saham 20 persen, serta sisanya diinvestasikan dalam bentuk emas.
 
Contoh, dalam berinvestasi emas, Anda bisa memanfaatkan layanan Tabungan Emas dari Pegadaian.
 
Anda bisa top up Tabungan Emas secara fleksibel dan mudah melalui aplikasi Pegadaian Digital Service. 
 
Menabung emas secara konsisten akan memberikan Anda keuntungan dalam jangka panjang.

5. Meninjau Penggunaan Dana

Apakah rencana keuangan dan tujuan Anda sudah tersusun rapi? Jika sudah, kini saatnya meninjau penggunaan dana Anda. 

Pastikan, setiap detail pengeluaran sesuai dengan perencanaan. Khususnya, pengeluaran untuk melunasi hutang, kartu kredit, dan investasi.

Selain memastikan pemakaian dana, monitoring juga bertujuan menstabilkan keuangan bulanan. 

Jika keuangan stabil, Anda bisa bertahan dalam kondisi apapun. Di samping itu, dengan melakukan monitoring, Anda dapat mengantisipasi kegagalan.

6. Menghemat Pengeluaran yang Tidak Penting

Tidak ada tujuan besar yang dicapai tanpa pengorbanan. Anda harus bisa menahan keinginan selama proses menuju tujuan. 

Mulailah dengan menekan pengeluaran untuk jalan-jalan, nongkrong di kafe, atau bersenang-senang. Detik ini juga, utamakan investasi dan tabungan.

Itulah tujuh cara merancang dan menerapkan tujuan finansial selama beberapa tahun mendatang. 

Nasib Anda tergantung usaha yang Anda lakukan; berjuanglah jika ingin mencapai tujuan tersebut. 

Kata Vince Lombardi—executive in the National Football League—kerja keras merupakan harga dari kesuksesan. Artinya, kesuksesan tidak bisa diraih secara instan. 

Anda harus berusaha keras dan mendedikasikan diri untuk mencapai sebuah tujuan.



Posting Komentar untuk "Cara milenial wujudkan kemapanan finansial (1) Merancang dan menerapkan tujuan finansial"