Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Analisa kenaikan harga emas dunia. Kekhawatiran inflasi hingga lonjakan kasus Covid-19 di India

analisa-harga-emas-dunia-hari-ini
Analisa kenaikan harga emas dunia

Purwakarta Online - Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi memprediksi harga emas dunia bakal menyentuh 2.075 dollar AS per ons (Kompas, 10/5/2021).

Artinya, harga logam mulia akan setara Rp 1.054.100 (kurs rupiah Rp 14.300 per dollar AS).

Tembusnya harga emas dunia ini diperkirakan akan terjadi rentang waktu paling cepat kuartal III dan paling lambat kuartal IV tahun 2021 ini.

"Kalau emas dunia tembus 2.075 dollar AS, dengan rate Rp 14.300 maka harga logam mulia di Rp 1.054.100. (Kenaikan harga emas dunia) terjadi antara kuartal ketiga dan awal kuartal keempat," ujarnya kepada wartawan dalam keterangan tertulis, Senin (10/5/2021).

Setelah berbulan-bulan lesu, harga,emas tiba-tiba melonjak pada hari Kamis (6/5/2021) lalu, mengejar ketinggalan dalam kerumunan komoditas mulai dari minyak hingga tembaga, dan bahkan kopi, yang telah bereaksi terhadap tekanan inflasi yang meningkat sejak awal tahun.

Pemicu kenaikannya tak lain dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya rilis data perekonomian AS, yang menciptakan pekerjaan jauh lebih sedikit pada bulan April dari yang diperkirakan. Hal ini menimbulkan keraguan atas kekuatan pemulihan ekonomi.

Selain itu, Departemen Tenaga Kerja AS menyebutkan, hanya 266.000 net nonfarm payrolls yang ditambahkan hingga pertengahan bulan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi untuk angka yang hanya di bawah 1 juta. Selain itu, kenaikan gaji bulan Maret direvisi turun 146.000 menjadi 770.000.

"Tingkat pengangguran di AS naik menjadi 6,1 persen dari angkatan kerja dari 6,0 persen di bulan Maret. Analis memperkirakannya turun menjadi 5,8 persen," kata Ibrahim.

Pemicu lainnya adalah tsunami Covid-19 yang terjadi di India dalam sepekan, orang yang terjangkit virus Covid-19 varian baru ini mematikan sebanyak 1,5 juta orang.

Bahkan banyak ilmuwan di India memprediksi jumlah kasus Covid-19 di sana akan meningkat 10 kali lipat.

"Penggelontoran stimulus bank sentral global yang tak terbatas dan kucuran dana bagi pemerintahan negara adi daya yang begitu fantastis, membuat para spekulan kembali mengalihkan dananya di save haven," ujarnya.

Perlu diketahui, harga emas menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB).

Logam mulia ini membukukan kenaikan untuk hari kedua berturut-turut karena melemahnya dollar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS, mengangkat permintaan logam safe haven.

Sementara investor menunggu data penggajian non-pertanian AS untuk April yang akan dirilis akhir pekan ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, melonjak 31,4 dollar AS atau 1,76 persen ditutup pada 1.815,70 dollar AS per ounce.

Harga emas naik karena ada kekhawatiran inflasi


Sementara itu, Kontan sehari sebelumnya (9/5/2021) menyebut kekhawatiran akan inflasi menyebabkan harga emas naik. Harga emas spot pada Jumat (7/5) ditutup di level US$ 1.831 per ons troi.

Ini merupakan level tertingginya sejak Februari lalu, yang kala itu sempat menyentuh US$ 1.860 per ons troi.

Presiden Komisioner HFX International Berjangka Sutopo Widodo menilai bahwa emas adalah tipikal lindung nilai terhadap inflasi. Kenaikan harga dari bawah US$ 1.700 per ons troi tidak mengejutkan.

“Sekarang telah kembali ke level US$ 1.800 per ons troi, pasar tetap bullish karena langkah yang diukur mengarah ke level yang lebih tinggi,” kata Sutopo pada Kontan.

Kondisi saat ini dinilai Sutopo ada kekhawatiran akan inflasi, karena beberapa komoditas yang naik mencapai rekor tertingginya.

Seperti kenaikan pada tembaga, makanan, kayu, ataupun jagung semuanya mencapai harga tertinggi.

Dengan naiknya beberapa komoditas ini, mengidentifikasikan bahwa seberapa besar ketakutan konsumen terhadap inflasi.

“Komoditas adalah investasi alternatif, biasanya digunakan sebagai lindung nilai terhadap inflasi, karena The Fed belum mengkhawatirkan inflasi,” kata Sutopo.

Akan tetapi, Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menilai bahwa dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang terus membaik karena Covid-19, lalu dengan bank sentral akan menaikkan suku bunga, akan membuat harga emas condong melemah.

"Apalagi Bank of England akan menaikkan suku bunga, ini yang akan membuat harga emas mengalami penurunan," kata Ibrahim.

Selain itu, saat ini Ibrahim juga melihat bahwa banyak pelaku pasar yang lari ke aset kripto, karena dinilai lebih menguntungkan.

Ibrahim menilai sampai akhir tahun, emas akan bergerak di rentang US$ 1.570 per ons troi–US$ 1.900 per ons troi .

Sutopo memperkirakan bahwa selanjutnya akan berada di angka US$ 1.850 per ons troi, dan untuk akhir tahun ia memperkirakan akan masuk kembali ke area US$ 1.800 per ons troi–US$ 2.000 per ons troi. (*)

Sumber:
  • https://investasi.kontan.co.id/news/harga-emas-naik-karena-ada-kekhawatiran-inflasi
  • https://money.kompas.com/read/2021/05/10/145500826/harga-emas-dunia-diprediksi-tembus-2.075-dollar-as-per-ounce

Posting Komentar untuk "Analisa kenaikan harga emas dunia. Kekhawatiran inflasi hingga lonjakan kasus Covid-19 di India"