Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Remaja Kecanduan Pornografi (Studi Kasus)

remaja-pornografi

PurwakartaOnline.com - Setelah melakukan penelitian dengan metode wawancara, observasi dan psikotes pilihan, maka didapatkan data sebagai berikut:

Kedua remaja yang ditenggarai sebagai pecandu video porno mengaku bahwa diri mereka menyenangi aktifitas menonton karena hal tersebut karena memancing rasa penasaran dan menimbulkan sensasi yang menyenangkan. Melihat tontonan tersebut membuat rasa ingin melakukan meski hal tersebut belum pernah terjadi.

Perilaku yang ditimbulkan akibat tontonan tersebut adalah diakui oleh subjek penelitian FT yaitu perilaku atau aktifitas pacaran yang diwarnai dengan pelukan, berciuman sederhana (pipi) hingga berciuman dengan teknik “French kiss” dan tangan yang saling meraba dan tubuh saling merapat dan bersentuhan alat kelamin meski berbatas pakaian.

Diskusi


Partisipan dalam penelitian ini seluruhnya adalah remaja yang dikategorikan sebagai pecandu video porno berdasarkan hasil wawancara dan observasi sebelumnya. Melibatkan dua orang remaja, yang terjaring dari beberapa remaja dengan beberapa pertimbangan dan kriteria yang ditetapkan.

Hasil penelitian sebelumnya belum ditemukan terkait efektifitas pornografi merusak sisi psikologi manusia, hal ini dapat terjadi dikarenakan hal ini masih tergolong baru. Hal ini juga serupa dengan yang terjadi pada perantara lanjutan dari kemudahan akses video porno yaitu internet.

Kajian-kajian klinis baru berupaya untuk memahami diagnosis, faktor-faktor risiko psikososia, pengelolaan gejala, dan penanganan gangguan baru. Kecanduan Internet telah diidentifikasi sebagai masalah tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di Negara-negara seperti China, Korea Selatan, dan Taiwan dan intervensi pemerintah semakin ditingkatkan untuk memerangi kecanduan internet yang telah menjadi masalah kesehatan publik serius.

Masalah kecanduan internet relatif masih baru, dan meskipun penelitian telah mendokumentasikan hal-hal yang menjadi maslah perawatan kesehatan yang semakin berkembang, pemahaman ilmiah tentang masalah ini sedang berevolusi.

Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa efek kecanduan merugikan pecandu baik dari sisi kognitif, afektif dan sosial serta aspek psikologis lannya. Dilihat dari sisi biologis yaitu produksi hormon dopamine yang berfungsi utama dalam kerusakan otak yang dihasilkan dari kecanduan porno adalah dengan cara sebagai berikut :

Dalam otak manusia terbagi menjadi beberapa bagian, salah satunya adalah PreFrontal Cortex. Bagian otak ini terletak di bagian depan otak manusia atau di daerah kening keatas. Bagian otak ini hanya dimiliki oleh manusia, tidak pada makhluk hidup lain.

Prefrontal Cortex area merupakan bagian terdepan dari lobus frontal, lobus korteks terbesar yang berisi lima bidang utama untuk fungsi neuropsikiatri (planning, organizing, problem solving, selective attention, personality) dan fungsi motorik dan memediasi fungsi intelektual yang lebih tinggi (higher cognitive functions) yakni termasuk emosi dan perilaku.

Fungsi eksekutif juga dilakukan oleh daerah Prefrontal Cortex, yaitu berhubungan dengan kemampuan untuk membedakan antara pikiran yang saling bertentangan, menentukan baik dan buruk, lebih baik dan terbaik, yang sama dan berbeda, konsekuensi masa depan dari kegiatan saat ini, bekerja menuju tujuan yang ditetapkan, prediksi hasil, harapan berdasarkan tindakan, dan kontrol sosial (kemampuan untuk menekan dan mendesak bahwa, jika tidak ditekan, dapat menyebabkan hasil tidak dapat diterima secara sosial).

Prefrontal cortex pada manusia mengurus, mengintegrasikan, memformulasikan, memilih, memonitor, memodifikasi, dan menilai semua kegiatan sistem syaraf yang ada (Stuff and Benson. 1987). Yang dapat merusak sistem kerja PFC adalah ada dua hal yaitu, pertama benturan kuat di kepala bagian depan dan kedua zat kimiawi. Dalam kasus kali ini, zat kimiawi berperan dalam merusak PFC yang didapatkan dari pertama narkotika, kedua Psikotropika, ketiga Zat adiktif/NAPZA dan Pornografi (Risman, 2016).

Cara kerja pornografi dalam merusak PFC yaitu berasal dari hormon dopamine yang membanjiri PFC sehingga kemampuan dasar PFC yaitu perencanaan masa depan, memahami, mengendalikan diri, berfikir kreatif,dan ini adalah bagian dari kepribadian manusia menjadi tidak dapat bekerja maksimal sehingga menjadi tumpul dan secara berkala kepribadian seseorang berubah.

Seseorang yang sebelumnya memiliki kepribadian: tenang, mampu menyelesaikan masalah dengan maksimal dan efektif, pengendalian emosi yang sebelumnya sangat baik bisa menjadi rusak dan tidak terkontrol. Hal ini yang terjadi pada 2 (dua) subjek penelitian dalam penelitian ini, terbukti bahwa kemampuan menghapal, konsentrasi dan sosial kedua subjek remaja mengalami penuruan ini berdasarkan hasil observasi dan wawancara kepada significant others yaitu kedua orangtua dari masing-masing subjek. Ditambah dengan pengakuan dari kedua subjek sendiri dengan landasan prestasi akademik dan non akademik serta lingkungan sosial yang dialami.

Kesimpulan Penelitian


Berdasarkan rangkaian proses assesmen, pembahasan hasil dan pendalaman teori yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kecanduan pornografi pada remaja memberikan sumbangan besar untuk menghancurkan masa depan mereka. Sasaran utama adalah kemampuan kognitif yang kemudian akan mempengaruhi proses berfikir (thinking), mengingat (memori) dan memanggil kembali (recall) rekaman data yang disimpan di otak.

Proses kognitif tersebut akan terhambat dan memberikan output berupa kelambatan dalam berfikir dan memproses informasi serta sulit untuk berkonsentrasi. Kemampuan afeksi atau perasa terkena dampak jika perilaku menonton pornografi tersebut dilakukan, yaitu memancing hormon dopamine yang menghasilkan sensasi rasa nyaman dan tenang.

Sensasi yang ditinggalkan ini memberikan efek ketagihan untuk mendapatkan sensasi nyaman tersebut, maka munculah perilaku ketagihan untuk menonton video porno baik melalui video singkat atau yang berdurasi lama dan eksklusif. Untuk kemampuan motorik dan sosial serta afektif perlu dikaji lebih dalam dan dilakukan penelitian mendasar a tau studi kasus untuk kemudian dijadikan landasan teori untuk penelitian lanjutan.

Sumber: Studi Kasus Kecanduan Pornografi Pada Remaja (Study Of Pornographic Addiction In Adolescents). Oleh Diana Imawati, dan Meyritha Trifina Sari dari Fakultas Psikologi, Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. 2018

Berlangganan via Email