Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Daftar Nama 413 Suku Bangsa yang ada di Indonesia

DAFTAR SUKU BANGSA INDONESIA

PurwakartaOnline.com - Bangsa (nation) adalah basis suatu proses menyatunya kelompok-kelompok masyarakat dalam bidang politik historis, sosiokultural, sosio ekonomis, sosio budaya, dengan berinteraksi lewat komunikasi sehingga menjadi kelompok yang lebih besar dari kelompok regional, tetapi lebih kecil dari kelompok internasional dan mempunyai identitas berbeda dengan kelompok atau bangsa lain.

Banyak faktor yang melatarbelakangi pembentuk atau proses menyatunya kelompok-kelompok masyarakat menjadi bangsa seperti kesamaan tempat tinggal (geografi), etnis, ras, agama, latar belakang sejarah. Konsep bangsa Indonesia dilandasi oleh pemikiran Ernest-Renan (1823 1842) bahwa bangsa bukan diartikan sebagai satu asal nenek moyang, tetapi merupakan satu kesatuan “solidaritas” atau setia kawan satu sama lain.

Dikatakan pula bahwa bangsa adalah satu jiwa atau satu asas spiritual yang tercipta oleh rasa pengorbanan yang telah dibuat di masa lampau oleh mereka yang telah bersedia berkorban demi masa depan generasi penerusnya. Bangsa (nation) memiliki masa lampau tetapi berlanjut pada masa kini dalam suatu realita yang jelas, yaitu melalui suatu kesepakatan dan keinginan yang dikemukakan dengan nyata untuk hidup bersama (Le desire dientre ensemble) dan akan berlanjut dalam waktu yang akan datang.

Bangsa Indonesia berproses menjadi satu (integrasi) mulai tampak pada tahun 1908, kemudian diikrarkan melalui Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928. Tekad hidup bersama secara formal terwujud dalam satu negara bangsa (nation state) sejak diproklamasikan Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945. Di sini dapat Anda lihat faktor yang menyatukan kelompok-kelompok masyarakat Indonesia sebagai bangsa ialah adanya kesamaan latar belakang sejarah yang dijajah oleh Belanda (perasaan senasib sepenanggungan), dan keinginan hidup bersama, untuk mencapai masa depan yang lebih baik (masyarakat adil makmur aman dan sentosa).

Dalam sejarah sebelum kemerdekaan Indonesia ternyata terjadi pemisahan bahkan permusuhan antara bangsa dan negara. Bangsa Indonesia menolak negara (state) Hindia Belanda karena negara (state) itu didirikan oleh bangsa Belanda bukan oleh bangsa Indonesia, dan digunakan untuk melaksanakan kehendak bangsa Belanda yang ingin memeras bangsa Indonesia untuk kemakmuran bangsa Belanda.

Integration state yang dibangun oleh penguasa Belanda tersebut sudah sampai pada tahap ke-4 (penetrasi administratif, pembentukan birokrasi untuk melaksanakan undang-undang dan pengumpulan pajak) di seluruh Nusantara. Ketidaksesuaian national integration antara Indonesia dengan negara Hindia Belanda berlangsung sampai tahun 1942 dengan hancurnya negara Hindia Belanda oleh kelompok militer Jepang yang menyerangnya sehingga terjadilah proses penyatuan bangsa yang dimotori oleh Jepang.

Jepang berusaha melegitimasi kekuatan bersenjatanya dengan “menyuap” pemimpin nasional Indonesia. Negara pendudukan militer Jepang tidak dapat disesuaikan dengan bangsa Indonesia karena negara pendudukan militer Jepang tetap melaksanakan kehendak bangsa Jepang yang ingin menguasai Asia Timur Raya untuk mendukung industri Jepang. Ketidaksesuaian ini berlangsung sampai dengan tahun 1945 waktu Jepang dikalahkan oleh sekutu.

Pada waktu itulah atau tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia mempunyai kesempatan untuk membentuk negara (state) yang diharapkan sesuai dengan kehendak bangsa Indonesia. Konsep bangsa dan negara ini tidak dapat dipisahkan seperti yang tertuang dalam perubahan UUD 1945. Kalau kita kembali kepada konsep bangsa dan negara maka penjelasannya sebagai berikut.

Rakyat Indonesia sudah berproses menjadi bangsa, kemudian dengan adanya perang kemerdekaan, bangsa Indonesia membentuk negara dengan menguasai wilayah bangsa itu secara bertahap dengan cara:

  1. Menundukkan saingannya dalam hal ini Belanda yang ingin kembali menjajah Indonesia;
  2. Menentukan batas-batas wilayah kekuasaannya (wilayah Hindia Belanda);
  3. Membentuk polisi dan pengadilan untuk menciptakan ketertiban;
  4. Membentuk birokrasi untuk melaksanakan undang-undang dan pengumpulan pajak (tahap penetrasi administrasi).

Negara Indonesia diproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan pada tanggal 17 Agustus 1945. Kemerdekaan yang diproklamasikan itu berangkat dari perjalanan sejarah peperangan yang panjang, berabad-abad lamanya melawan penjajah dalam suasana perpecahan tidak adanya semangat persatuan dan kesatuan menyebabkan lamanya penjajahan di bumi
Nusantara.

Memang sungguh sulit mempersatukan Negara seluas Nusantara yang terdiri dari 17.508 pulau, dihuni oleh penduduk berasal dari dua ras besar (Melayu dan Melanesia), lebih dari 400 suku bangsa yang berbicara
dalam 583 dialek bahasa, memeluk enam agama besar di dunia. Dalam perjalanan sejarah “Nusantara”, selama kurun waktu 2000 tahun tercatat hanya tiga negara kesatuan yang dapat tegak berdiri di bumi Nusantara ialah Sriwijaya, Majapahit dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Kebinnekaan budaya dan kondisi geografisnya tersebut, membuat bangsa Indonesia mudah di pecah belah. Dengan kata lain, secara fisik-geografis dan sosial budaya Negara Indonesia “Nusantara” rawan perpecahan. Penjajahan itu mengakibatkan kebodohan dan penderitaan yang pada awal abad XX mendorong tumbuhnya semangat kebangsaan. Kebangkitan Nasional ini ditandai dengan lahirnya gerakan Budi Utomo pada tahun 1908.

Peristiwa Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada tanggal 28 Oktober 1928 merupakan tonggak sejarah yang sangat penting. Sumpah tersebut merupakan perwujudan sikap dan tekad bangsa Indonesia untuk bersatu dalam wadah negara, bangsa dan bahasa Indonesia. “Satu tanah air menunjukkan satu kesatuan geografis, satu bangsa menunjukkan satu kesatuan politik, dan satu bahasa menunjukkan satu kesatuan sosial budaya”. Tekad ini mewujudkan perjuangan yang akhirnya melahirkan Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Sebagai wawasan, kali ini kita akan sebutkan daftar suku bangsa yang kini dipersatukan dalam satu Bangsa Indonesia. Jumlahnya tentu sangat banyak, yang masuk daftar berikut belum semuanya, karena terbatasnya data.

  1. Suku Abai di Kalimantan Timur
  2. Suku Abung di Sumatera
  3. Suku Aceh di DI Aceh
  4. Suku Adang di Kalimantan
  5. Suku Adonara di NTB/ NTT
  6. Suku Ahe di Kabupaten Berau
  7. Suku Akit di Sumatera
  8. Suku Alas di DI Aceh
  9. Suku Alifuru di Maluku
  10. Suku Alor Solor di NTB/ NTT
  11. Suku Ambon di Maluku
  12. Suku Ampana di Sulawesi
  13. Suku Amungme di Mimika
  14. Suku Anabas di Sumatera
  15. Suku Anak Dalam di Riau
  16. Suku Aneuk Jame di Sumatera
  17. Suku Anggi di Papua
  18. Suku Angkola di Kabupaten Tapanuli Selatan
  19. Suku Aput di Kalimantan
  20. Suku Arab di DKI Jakarta
  21. Suku Arfak di Manokwari
  22. Suku Arguni di Papua
  23. Suku Aru di Maluku Kepulauan Aru
  24. Suku Asmat di Kabupaten Asmat, Papua
  25. Suku Atoni di NTB/ NTT
  26. Suku Awiu di Papua
  27. Suku Ayou di Kalimantan
  28. Suku Babontehu di Kabupaten Kepulauan Mentawai
  29. Suku Bacan di Maluku
  30. Suku Bada di Sulawesi
  31. Suku Badar di Maluku
  32. Suku Baduy di Banten
  33. Suku Bahau di Kutai Barat, Kalimantan
  34. Suku Bajau di Kalimantan Timur
  35. Suku Bajo di Sulawesi
  36. Suku Bakati di Kalimantan Barat
  37. Suku Baku di Sulawesi
  38. Suku Bakumpai di Kalimantan Selatan Barito Kuala
  39. Suku Bakupai di Kalimantan Barat
  40. Suku Balantak di Sulawesi Tengah
  41. Suku Balantan di Sulawesi Tengah
  42. Suku Bali Aga di Karangasem dan Kintamani
  43. Suku Bali Majapahit di sebagian besar Pulau Bali
  44. Suku Banggai di Sulawesi Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan
  45. Suku Bangka di Sumatera
  46. Suku Banjar di Kalimantan Selatan
  47. Suku Banjar Hulu di Kalimantan Selatan
  48. Suku Banjar Kuala di Kalimantan Selatan
  49. Suku Banten di Banten
  50. Suku Banten di Jawa Barat
  51. Suku Bantenan di Sulawesi
  52. Suku Bantik di Sulawesi Utara
  53. Suku Banyak di Sumatera
  54. Suku Bara Dia di Kalimantan Tengah: Barito Selatan
  55. Suku Barangas di Kalimantan Selatan Barito Kuala
  56. Suku Bare’e di Kabupaten Tojo Una-Una Tojo dan Tojo Barat
  57. Suku Basap di Bontang, Kutai Timur, Kalimantan
  58. Suku Batak di Sumatera Utara
  59. Suku Batang Lupar di Kalimantan
  60. Suku Batanta di Papua
  61. Suku Batin di Jambi
  62. Suku Batu Blah di Kalimantan
  63. Suku Batu di Sumatera
  64. Suku Bauzi di Mamberamo hilir, Papua utara
  65. Suku Bawean di Jawa Timur, Gresik
  66. Suku Bela di Sumatera
  67. Suku Belalau di Lampung
  68. Suku Belang di Sulawesi
  69. Suku Belantak di Sulawesi
  70. Suku Belu di NTB/ NTT
  71. Suku Bengkulu di Bengkulu
  72. Suku Bentian di Kutai Barat, rumpun Ot Danum
  73. Suku Bentong di Sulawesi Selatan
  74. Suku Benua di Kutai Barat, rumpun Ot Danum
  75. Suku Berau di Kalimantan Timur, Kabupaten Berau
  76. Suku Berusu di Kalimantan Timur
  77. Suku Besoa di Sulawesi
  78. Suku Betawi di Jakarta
  79. Suku Biak di Kabupaten Biak Numfor
  80. Suku Biasaya, di Kalimantan
  81. Suku Bidayuh di Kalimantan Barat, Sanggau
  82. Suku Biliton di Sumatera
  83. Suku Bima NTB, Kota Bima
  84. Suku Bituni di Papua
  85. Suku Bobongko di Sulawesi
  86. Suku Bodha di NTB/ NTT
  87. Suku Boh di Kalimantan
  88. Suku Bolang Mongondow di Sulawesi Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow
  89. Suku Bonai di Riau, Kabupaten Rokan Hilir
  90. Suku Bonfia di Maluku
  91. Suku Boti di kabupaten Timor Tengah Selatan
  92. Suku Brusu di Malinau, rumpun Murut
  93. Suku Bugis di Sulawesi Selatan
  94. Suku Bugis Pagatan di Kalimantan Selatan, Kusan Hilir, Tanah Bumbu
  95. Suku Bukar Dayak di Kalimantan
  96. Suku Bukar Punan di Kalimantan
  97. Suku Bukat di Kutai Barat
  98. Suku Bukit di Kalimantan Selatan
  99. Suku Bukitan di Kalimantan
  100. Suku Buli di Maluku
  101. Suku Bulungan di Kalimantan Timur, Kabupaten Bulungan
  102. Suku Bungku di Sulawesi Tengah, Kabupaten Morowali
  103. Suku Buol di Sulawesi Tengah, Kabupaten Buol
  104. Suku Buru di Maluku, Kabupaten Buru
  105. Suku Busang di Kutai Barat
  106. Suku Buton di Sulawesi Tenggara, Kabupaten Buton dan Kota Bau-Bau
  107. Suku Buyu di Sulawesi
  108. Suku Caniago di Sumatera Barat
  109. Suku Cikoneng di Banten
  110. Suku Cina Benteng di Tangerang, Provinsi Banten
  111. Suku Cina Parit di Pelaihari, Tanah Laut, Kalsel
  112. Suku Cirebon di Jawa Barat, Kota Cirebon
  113. Suku Dairi di Sumatera Utara
  114. Suku Damal di Mimika
  115. Suku Damar di Maluku/ NTT/ NTB
  116. Suku Dampeles di Sulawesi Tengah
  117. Suku Dani di Lembah Baliem, Papua
  118. Suku Darat di Sumatera
  119. Suku Daya di Sumatera Selatan
  120. Suku Dayak Ahe di Kalimantan Barat
  121. Suku Dayak Bajare di Kalimantan Barat
  122. Suku Dayak Balangan di Kalimantan Selatan
  123. Suku Dayak Banyadu di Kalimantan Barat
  124. Suku Dayak Bawo di Kalimantan Tengah, Barito Selatan
  125. Suku Dayak Damea di Kalimantan Barat
  126. Suku Dayak di Kalimantan
  127. Suku Dayak Hulu Banyu di Kalimantan Selatan
  128. Suku Dayak Krio di Kalimantan Barat: Ketapang
  129. Suku Dayak Pitap di Tebing Tinggi, Balangan, Kalsel
  130. Suku Dayak Simpangh di Kalimantan Barat; Ketapang
  131. Suku Dayak Sungai Laur di Kalimantan Barat: Ketapang
  132. Suku Dayak Warukin di Tanta, Tabalong, Kalsel
  133. Suku Demta di Papua
  134. Suku Desa di Kalimantan Barat
  135. Suku Dompu di NTB, Kabupaten Dompu
  136. Suku Dondo di Sulawesi Tengah, Kabupaten Toli-Toli
  137. Suku Donggala di Sulawesi Tengah
  138. Suku Donggo di Bima
  139. Suku Duri Terletak di bagian utara Kabupaten Enrekang berbatasan dengan Kabupaten Tana Toraja, meliputi tiga kecamatan induk Anggeraja, Baraka, dan Alla di Sulawesi Selatan.
  140. Suku Dusun Deyah di Kalimantan Selatan: Tabalong
  141. Suku Dusun di Kalimantan Tengah
  142. Suku Ekagi di daerah Paniai, Abepura, Papua
  143. Suku Ende di NTB/ NTT
  144. Suku Enggano di Bengkulu
  145. Suku Eropa-Indonesia (suku Indo atau peranakan Eropa-Indonesia)
  146. Suku Flores di NTT di Flores Timur
  147. Suku Furuaru di Maluku
  148. Suku Galela di maluku
  149. Suku Gayo di Aceh, Gayo Lues Aceh Tengah Bener Meriah
  150. Suku Gene di Maluku
  151. Suku Genyem di Papua
  152. Suku Gimpu di Sulawesi
  153. Suku Goram di Maluku
  154. Suku Gorontalo di Gorontalo, Kota Gorontalo
  155. Suku Guai di Papua
  156. Suku Guci di Sumatera Barat
  157. Suku Gumai di Sumatera Selatan, Lahat
  158. Suku Halmahera di Maluku
  159. Suku Hattam di Papua
  160. Suku Helong di NTT
  161. Suku Hutan di Riaya
  162. Suku Iban di Kalimantan Barat
  163. Suku Iha di Papua
  164. Suku India-Indonesia
  165. Suku Jakul di Papua
  166. Suku Jambak di Sumatera Barat
  167. Suku Jambi di Jambi, Kota Jambi
  168. Suku Jawa di Jawa Tengah, Jawa Timur, DI Yogyakarta
  169. Suku Juru di Sumatera
  170. Suku Kabaena di Sulawesi
  171. Suku Kadayan di Kalimantan
  172. Suku Kadipan di Sulawesi
  173. Suku Kahayan di Kalimantan
  174. Suku Kaili di Sulawesi Tengah, Kota Palu
  175. Suku Kalabit di Kalimantan
  176. Suku Kalisusu di Sulawesi Tenggara
  177. Suku Kamoro di Mimika
  178. Suku Kanayatan di Kalimantan Barat
  179. Suku Kangean di Jawa Tengah
  180. Suku Kanowit di Kalimantan
  181. Suku Kantuk di Kalimantan Barat
  182. Suku Kapauku di Papua
  183. Suku Karimun di Jawa Tengah
  184. Suku Karo di kabupaten Karo, Sumatera Utara
  185. Suku Katingan di Kalimantan
  186. Suku Kaur di Bengkulu, Kabupaten Kaur
  187. Suku Kayan di Kutai Barat, rumpun Apo Kayan
  188. Suku Kayoa di Maluku
  189. Suku Kayu Agung di Sumatera Selatan
  190. Suku Kebahan di Kalimantan Barat
  191. Suku Kei di Maluku Tenggara, Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual
  192. Suku Kenyah di Malinau, rumpun Apo Kayan
  193. Suku Kerinci di Jambi, Kabupaten Kerinci
  194. Suku Ketungau di Kalimantan Barat
  195. Suku Kiman di Papua
  196. Suku Kinadu di Sulawesi
  197. Suku Kinjing di Kalimantan
  198. Suku Kisan di Sumatera Selatan
  199. Suku Kisar di Sumatera Selatan
  200. Suku Kluet di Aceh, Aceh Selatan
  201. Suku Komering di Sumatera Selatan
  202. Suku Komering di Sumatera Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Baturaja
  203. Suku Konjo Pegunungan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan
  204. Suku Konjo Pesisir di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan
  205. Suku Kota Waringin di Kalimantan
  206. Suku Koto di Sumatera Barat
  207. Suku Krui di Lampung
  208. Suku Kubu di Jambi dan Sumatera Selatan
  209. Suku Kulawi di Sulawesi Tengah
  210. Suku Kupang di NTB/ NTT
  211. Suku Kutai di Kalimantan Timur, Kutai Kartanegara
  212. Suku Lage di Sulawesi
  213. Suku Lajolo di Sulawesi
  214. Suku Lalaeo di Sulawesi
  215. Suku Lambatu di Sulawesi
  216. Suku Lampu di Sulawesi
  217. Suku Lampung di Lampung
  218. Suku Laut di Kepulauan Riau
  219. Suku Lawangan di Kalimantan Tengah
  220. Suku Lebong di Bengkulu
  221. Suku Leboni di Sulawesi
  222. Suku Lematang di Sumatera Selatan
  223. Suku Lematang di Sumatera Selatan
  224. Suku Lembak di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu
  225. Suku Leti di NTB/ NTT/ Maluku
  226. Suku Limbai di Kalimantan Barat
  227. Suku Lindu di Sulawesi
  228. Suku Lingga di Sumatera
  229. Suku Lintang di Sumatera Selatan
  230. Suku Lio di NTB/ NTT
  231. Suku Lisum di Kalimantan
  232. Suku Loda di Maluku
  233. Suku Lom di Bangka Belitung
  234. Suku Lombleng di NTB/ NTT
  235. Suku Lombok di NTB
  236. Suku Lore diSulawesi Tengah
  237. Suku Lubu di perbatasan antara Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Sumatera Barat
  238. Suku Lugat di Kalimantan
  239. Suku Lundayeh di Malinau
  240. Suku Maanyan di Kalimantan Tengah, Barito Timur
  241. Suku Madura di Jawa Timur
  242. Suku Mairasi di Papua
  243. Suku Makassar di Sulawesi Selatan, tersebar di Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Bulukumba (sebagian), Kabupaten Sinjai (bagian perbatasan Kab Gowa) Kabupaten Maros (sebagian) Kabupaten Pangkep (sebagian) Kota Makassar
  244. Suku Mali di Kalimantan Barat
  245. Suku Mamak di Sumatera
  246. Suku Mamasa di (Toraja Barat) di Sulawesi Barat, Kabupaten Mamasa
  247. Suku Mamasa di Sulawesi
  248. Suku Mandailing di kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara
  249. Suku Mandar di Sulawesi Barat, Polewali Mandar
  250. Suku Mandar di Sulawesi Selatan
  251. Suku Mangki di Sulawesi
  252. Suku Manikion di Papua
  253. Suku Manyukei di Kalimantan
  254. Suku Mapia di Papua
  255. Suku Mapula di Sulawesi
  256. Suku Marea di NTB/ NTT
  257. Suku Matano di Sulawesi
  258. Suku Mbaluh di Kalimantan
  259. Suku Medan di Sumatera
  260. Suku Meibrat di Papua
  261. Suku Mekongga di Sulawes Tenggara: Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Kolaka Utara
  262. Suku Melanay di Kalimantan
  263. Suku Melayu Bangka di Pulau Bangka
  264. Suku Melayu Belitung di Pulau Belitung
  265. Suku Melayu Deli di Sumatera Utara
  266. Suku Melayu Jambi di Jambi
  267. Suku Melayu Riau di Riau dan Kepulauan Riau
  268. Suku Melayu Sambas di Kalimantan Barat
  269. Suku Melayu Tamiang di Aceh, Aceh Tamiang
  270. Suku Melinting di Lampung
  271. Suku Mentawai di Sumatera Barat
  272. Suku Merpas di Bengkulu
  273. Suku Minahasa di Sulawesi Utara.
  274. Suku Minangkabau di Sumatera Barat
  275. Suku Misol di Papua
  276. Suku Moa di Maluku
  277. Suku Modang di Kutai Timur, rumpun Punan
  278. Suku Mori di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah
  279. Suku Mori di Sulawesi Tengah
  280. Suku Moronene di Sulawesi Tenggara.
  281. Suku Morotai di Maluku
  282. Suku Mpni di Papua
  283. Suku Mualang di Kalimantan
  284. Suku Mualang di Kalimantan Barat: Sekadau, Sintang
  285. Suku Muko-Muko di Bengkulu: Kabupaten Mukomuko
  286. Suku Muna di Sulawesi Tenggara: Kabupaten Muna
  287. Suku Murung di Kalimantan
  288. Suku Muyu di Kabupaten Boven Digoel, Papua
  289. Suku Muyu di Papua
  290. Suku Nafuna di Sumatra
  291. Suku Ngada di NTB/ NTT
  292. Suku Ngadha di NTT, Kabupaten Ngada
  293. Suku Ngaju di Kalimantan Tengah: Kabupaten Kapuas
  294. Suku Ngayu di Kalimantan Barat
  295. Suku Nias di Sumatera Utara: Kabupaten Nias, Nias Selatan dan Nias Utara dari dua keturunan Jepang dan Vietnam
  296. Suku Nila Teun Serui di Maluku
  297. Suku Numfor di Papua
  298. Suku Obi di Maluku
  299. Suku Ocu di Kabupaten Kampar, Riau
  300. Suku Ogan di Sumatera Selatan
  301. Suku Ohong di Kutai Barat
  302. Suku Osing di Banyuwangi Jawa Timur
  303. Suku Ot Danum atau Dohoi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat
  304. Suku Padoe di Sulawesi Tengah
  305. Suku Pakambia di Sulawesi
  306. Suku Pakawa di Sulawesi
  307. Suku Pakpak di kabupaten Pakpak Bharat
  308. Suku Pakpak di Sumatara
  309. Suku Palembang di Sumatera Selatan
  310. Suku Pamona di Sulawesi Tengah, Kabupaten Poso
  311. Suku Papua/ Irian di Papua
  312. Suku Parigi di Sulawesi
  313. Suku Pasan Ratahan di Kabupaten Kepulauan Mentawai
  314. Suku Pasemah di Sumatera Selatan
  315. Suku Pasir di Kalimantan Timur, Kabupaten Pasir
  316. Suku Patai di Kalimantan
  317. Suku Patani di Maluku
  318. Suku Pattae di Polewali Mandar
  319. Suku Pawan di Kalimantan Barat
  320. Suku Pebato di Sulawesi
  321. Suku Peminggir Teluk di Lampung
  322. Suku Penihing di Kutai Barat, rumpun Punan
  323. Suku Penyabong di Kalimantan
  324. Suku Pesisi di Sumatera Utara, Tapanuli Tengah
  325. Suku Piliang di Sumatera Barat
  326. Suku Pisang di Sumatara Barat
  327. Suku Ponosakan di Kabupaten Kepulauan Mentawai
  328. Suku Pubian di Lampung
  329. Suku Pulo di Sumatera
  330. Suku Punan di Kalimantan Tengah
  331. Suku Ranau di Lampung, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara
  332. Suku Rawa, Rokan Hilir, Riau
  333. Suku Rawas di Lampung/ Sumatera Selatan
  334. Suku Rejang di Bengkulu, meliputi daerah Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Lebong, dan Kabupaten Rejang Lebong
  335. Suku Riung di NTB/ NTT
  336. Suku Roma Dama di Maluku
  337. Suku Rongga di NTT Kabupaten Manggarai Timur
  338. Suku Rongkong di Sulawesi
  339. Suku Rote di NTT, Kabupaten Rote Ndao
  340. Suku Saban di Kalimantan
  341. Suku Sabu di NTT
  342. Suku Sakai di Riau
  343. Suku Saluan di Sulawesi
  344. Suku Saluan di Sulawesi Tengah
  345. Suku Sambas (Melayu Sambas) di Kalimantan Barat, Kabupaten Sambas
  346. Suku Samihim, Pamukan Utara, Kotabaru, Kalsel
  347. Suku Samin di Blora Jawa Tengah
  348. Suku Samin di Jawa Tengah, Purwodadi
  349. Suku Sangir di Sulawesi Utara, Kepulauan Sangihe
  350. Suku Sasak di NTB, Lombok
  351. Suku Seberuang di Kalimantan Barat: Sintang
  352. Suku Sekak di Bangka
  353. Suku Sekayu di Sumatera Selatan
  354. Suku Sekubang di Kalimantan Barat: Sintang
  355. Suku Sekujam di Kalimantan Barat: Sintang
  356. Suku Semaka di Lampung
  357. Suku Semendo di Bengkulu, Sumatera Selatan, Muara Enim
  358. Suku Serawai di Bengkulu, Kabupaten Bengkulu Selatan dan Kabupaten Seluma
  359. Suku Siang Murung di Kalimantan Tengah: Murung Raya
  360. Suku Sigulai di Aceh, Kabupaten Simeulue bagian utara
  361. Suku Simalungun di kabupaten Simalungun
  362. Suku Simeulue di Aceh, Kabupaten Simeulue
  363. Suku Smoung di Lampung
  364. Suku Solor di NTB/ NTT
  365. Suku Sula di Maluku
  366. Suku Sumba di NTT, Sumba Barat, Sumba Timur
  367. Suku Sumbawa Di NTB, Kabupaten Sumbawa
  368. Suku Sunda di Jawa Barat
  369. Suku Sungkai di Lampung
  370. Suku Tabuyan di Kalimantan
  371. Suku Tagol di Malinau, Rumpun Murut
  372. Suku Talang Mamak di Riau, Indragiri Hulu
  373. Suku Talaud di Sulawesi Utara, Kepulauan Talaud
  374. Suku Tambelan di Sumatara
  375. Suku Tamiang di Aceh, Kabupaten Aceh Tamiang
  376. Suku Tawaelia d Sulawesi
  377. Suku Tebidah di Kalimantan Barat
  378. Suku Tengger di Jawa Timur
  379. Suku Ternate di Maluku Utara, Kota Ternate
  380. Suku Teun di Maluku
  381. Suku Tidore di Maluku Utara, Kota Tidore
  382. Suku Tidung di Kalimantan Timur, Kabupaten Tanah Tidung
  383. Suku Timor di NTT, Kota Kupang
  384. Suku Tionghoa Hainan
  385. Suku Tionghoa Hakka di Belitung dan Kalimantan Barat
  386. Suku Tionghoa Hokchia
  387. Suku Tionghoa Hokkien di Jawa dan Sumatera Utara
  388. Suku Tionghoa Kanton
  389. Suku Tionghoa Tiochiu
  390. Suku Toba di kabupaten Toba Samosir
  391. Suku Tojo di Sulawesi Tengah, Kabupaten Tojo Una-Una
  392. Suku Tolaki di Sulawesi Tenggara, Kendari
  393. Suku Toli Toli di Sulawesi Tengah, Kabupaten Toli-Toli
  394. Suku Tombulu di Kabupaten Kepulauan Mentawai
  395. Suku Tomini di Sulawesi Tengah, Kabupaten Parigi Moutong
  396. Suku Tonsawang di Kabupaten Kepulauan Mentawai
  397. Suku Tonsea di Kabupaten Kepulauan Mentawai
  398. Suku Tontemboan di Kabupaten Kepulauan Mentawai
  399. Suku Toraja di Sulawesi Selatan, Tana Toraja
  400. Suku Toulour di Kabupaten Kepulauan Mentawai
  401. Suku Tulang Bawang di Lampung
  402. Suku Tunjung di Kutai Barat, rumpun Ot Danum
  403. Suku Ukit di Kalimantan
  404. Suku Ulu di Sumatera utara, Mandailing natal
  405. Suku Una-una di Sulawesi Tengah, Kabupaten Tojo Una-Una
  406. Suku Utan di Sumatera
  407. Suku Waigeo di Papua
  408. Suku Wana di Sulawesi
  409. Suku Wana di Sulawesi
  410. Suku Way Kanan di Lampung, Sumatera Selatan dan Bengkulu
  411. Suku Wolio di Sulawesi Tenggara, Buton
  412. Suku Wowoni di Sulawesi Tenggara
  413. Suku Sambori di Bima

Sumber:
  • Komandoko, Gamal. 2010. Ensiklopedia Pelajar dan Umum. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
  • Wikipedia
  • https://www.portal-ilmu.com/2020/11/daftar-nama-suku-bangsa-di-indonesia.html
  • Pengantar Pendidikan Kewarganegaraan, ditulis oleh Dr. Zainul Ittihad Amin, Drs., M.Si.

Berlangganan via Email