Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

9 kasus kalah Pilkades yang hebohkan Indonesia. Bongkar makam, bakar kantor desa, tutup jalan, cabut tiang listrik hingga terlilit utang dan jadi penipu

akibat-kalah-pilkades-depresi-gagal-jadi-kades-bongkar-makam-kepala-desa-stres

PurwakartaOnline.com - Mengikuti pemilihan Kepala Desa (Pilkades) adalah hal yang sangat mulia, karena mengikuti Pilkades merupakan salah satu jalan pengabdian dengan cara melayani masyarakat Desa. Namun perlu dipersiapkan dengan sangat matang, terutama menyangkut aspek psikologis. Kesiapan mental untuk menghadapi kenyataan, baik itu kemenangan ataupun kekalahan.

Ketidaksiapan mental bisa berakibat buruk bagi Sang Calon maupun bagi masyarakat desa. Kemenangan tanpa kesiapan mental bisa mengakibatkan euforia berlebihan dan efeknya pun bisa fatal. Apalagi kekalahan, tanpa kesiapan tak jarang membuat sang calon yang gagal menjadi stres, bahkan depresi.

Dalam beberapa kasus, kekalahan Pilkades mengakibatkan aksi-aksi nekat diluar dugaan. Ada yang hanya stres, ada pula yang melakukan tindakan perusakan, seperti membakar Kantor Desa, merusak jalan desa, mencabuti tiang listrik bantuan dan lain sebagainya.

Berikut ini adalah 9 kasus gagal jadi Kades yang sempat menghebohkan di Indonesia:

1. Gagal jadi Kades, sukses jadi penipu 'penggandaan uang'

akibat-kalah-pilkades-depresi-gagal-jadi-kades-bongkar-makam-kepala-desa-stres

Polsek Payangan akhirnya merilis dua pria paru baya asal Jember, Jawa Timur, bernama Anwar (61) dan Juma'ari (57) yang mengaku bisa menggandakan uang dari Rp125 juta menjadi Rp20 miliar.

Kapolsek Payangan, AKP I Gede Sudyatmaja mengatakan, dua pelaku ini sebenarnya pengangguran. Pelaku Anwar adalah calon Kepala Desa tapi gagal saat mencalonkan lagi di desa asalnya Desa Sebanen, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember. Sementara pelaku Juma'ari mengaku sebagai ustaz.

"Mereka tidak mempunyai pekerjaan yang satu (Juma'ari) ustadz dan Anwar ini calon kades, dia calon lagi gagal di desanya, di Jember," kata Sudyatmaja saat dihubungi, Jumat (21/2).

Kedua pelaku mengaku baru pertama kali melakukan penipuan. Sementara dari pengakuan Anwar semenjak gagal menjadi kepala desa dia nekat melakukan hal penipuan tersebut.

"Korbannya baru satu, tapi nanti kalau ada (akan) berkembang dan uang korban belum dipakai," imbuhnya.

Korban adalah I Wayan Andika (28). Dia termakan rayuan kedua pelaku karena saat itu lagi butuh uang.

"Iya karena kebetulan korban lagi butuh uang juga. Kemudian dia termakan oleh tipuan-tipuan seperti itu. Sehingga, sesuatu yang tidak masuk akal dijadikan masuk akal sama (mereka) di mana dengan uang bisa menjadi Rp20 miliar," kata dia.

Sementara dalam aksinya pelaku meminta korban menyediakan uang untuk digandakan dan lalu diberikan mantra dan jimat yang dimasukan dalam amplop besar. Kemudian oleh kedua pelaku diberikan doa atau mantra serta jimat sehingga uangnya akan jadi berlipat ganda.

"Kepada masyarakat jangan termakan dengan tipuan-tipuan seperti ini. Karena tidak mungkin orang tanpa bekerja mendapatkan uang cukup banyak hanya dengan melakukan tipuan doa-doa untuk bisa melipatkan ganda uang," ujar Sudyatmaja.

Seperti diberitakan, Polsek Payangan menangkap dua pria paru baya asal Jember, Jawa Timur, bernama Anwar (61) dan Juma'ari (57) di Desa Bresele, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar, Bali, pada Kamis (13/2) sore.

Kedua orang itu ditangkap karena melakukan tindak pidana penipuan dengan mengaku bisa menggandakan uang dan barang bukti uang Rp125 juta. Kepada korban pelaku ini mengaku bisa menggandakan uang itu menjadi Rp20 miliar.

2. Gagal jadi Kades, Santoso gelar syukuran. Panggil Orkes Melayu, berpesta dengan Relawan dan Warga Desa

akibat-kalah-pilkades-depresi-gagal-jadi-kades-bongkar-makam-kepala-desa-stres

Ahmad Santoso warga Desa Mancar Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang Jawa Timur, malah menggelar Tasyakuran saat dirinya gagal atau kalah dalam pemilihan kepala desa yang digelar pada 4 November 2019 Silam.

Dari data yang dihimpun, Ahmad Santoso mencalonkan diri menjadi Kepala desa Mancar bersaing dengan dua Calon lainnya. Disaat perhitungan dirinya mendapatkan 1.376 Suara kalah dari Nor Prasetyo yang mendapatkan 1.575 Suara yang akhirnya menjadi Kepala Desa Mancar terpilih Untuk Periode 2019-2025.

Acara Tasyakuran digelar yakni dengan mendatangkan hiburan dangdut melayu yang digelar tepat di Kediaman Bapak Santoso Dan dihadiri oleh seluruh relawan serta warga desa Mancar. Acara dengan tajuk Pesta Demokrasi Tanpa Money Politic. Menang Kalah Sebagai Wujud Partisipasi Warga Desa Mancar Kecamatan Peterongan.

Agung Gita Fiandra Salah seorang relawan mengatakan, Tasykuran digelar sebagai wujud sikap kesatrian dari Ahmad Santoso terhadap proses demokrasi pemilihan kepada desa Tanpa Politik Uang. Dan suasana pesta demokrasi jangan dianggap serius.

“Yang terpenting adalah bagaimana nantinya kita bersama membangun desa ini bersama,”Ujarnya saat ditemui disela-sela acara Tasyakuran. Kamis 7 November 2019.

Ia menambahkan, acara Tasyakuran tersebut juga sebagai wacana untuk mengembalikan masyarakat desa Mancar yang sempat bersitegang selama proses pilkades.

“Sudah saatnya kita kembali bersatu dan melupakan semuanya,” Pungkasnya.

Untuk diketahui, Ada 287 Desa dari 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Jombang akan melaksanakan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 4 November 2019.

3. Tidak lolos jadi Calon Kades, Bacalon dan pendukung mengamuk di Kantor Bupati


akibat-kalah-pilkades-depresi-gagal-jadi-kades-bongkar-makam-kepala-desa-stres

Gara-gara tak lolos menjadi calon kepala desa, Asrah bersama puluhan massa pendukungnya di Desa Parangina, Kecamatan Sape, mengamuk di kantor Bupati Bima, Kamis (9/6/2016).

Meluapnya emosi pendukung lantaran figur yang diusung mereka gagal saat penetapan bakal calon oleh panitia setempat. Asrah bersama para pendukungnya tiba di kantor Pemda Bima dari pukul 09.30 WITA.

Dia mempertanyakan alasan dirinya tidak lolos sebagai bakal calon kepala desa. Sesuai jadwal yang ditentukan, Asrah diterima oleh Wakil Bupati Bima Drs H Dahlan. Dia dan massa pendukungnya enggan meninggalkan lokasi sebelum ada proses penyelesaian terhadap sengketa Pilkades tersebut.

“Kami akan menunggu sampai ada penyelesaian dari pemerintah,” kata ibu Muslimah, salah seorang pendukung Asrah saat dikonfirmasi, Kamis.

Pendukung Asrah menuding ada kecurangan dalam proses penetapan calon kades. Pantia dianggap melanggar tata tertib yang disepakati dengan meloloskan calon kades yang mendapat nilai terrendah.

“Dari 6 calon yang mendaftar, panitia pilkades menetapkan hanya 5 calon yang dinyatakan memenuhi kriteria hingga bisa ditetapkan menjadi calon kepala desa. Sementara, Asrah dinyatakan tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan,” ungkap mereka.

Padahal, menurut mereka, Figur yang diusungnya mendapat akumulasi nilai dengan urutan ke-2 dari calon yang mendapat nilai tertinggi saat tes akademik.

“Ini jelas curang, panitia meloloskan calon yang mendapat nilai paling rendah,” tutur mereka.

Mereka mendesak pemerintah segera meninjau kembali tahapan pilkades dan membuka kembali pendaftaran ulang. Dari pantauan Kompas.com, puluhan massa pendukung bakal calon yang dinyatakan tidak lolos enggan meninggalkan kantor bupati. Mereka melontarkan cacian dan makian terhadap panitia Pilkades.

Bahkan nyaris terjadi aksi saling menghakimi saat kepala Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Parangina yang datang memenuhi undangan sekretaris daerah. Kepala BPD dikejar para pendukung kades yang dinyatakan gagal. Namun, berkat kesiagaan aparat keamanan dari Satuan Pol PP, situasi bisa dikendalikan.

4. Gagal jadi Kades, dua orang ini sama-sama alami stres


Calon kepala desa yang kalah di ajang Pemilihan Kepala Desa serentak di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, alami stres. Pengelola Klinik Pengobatan Alternatif Rumah Solusi Himatera Indonesia (RSHI) Kabupaten Pangandaran, Dede Andriansyah mengatakan, setelah penyelenggaraan Pilkades Serentak, 2 calon yang kalah berkonsultasi dengannya karena stres.

"Mereka minta diterapi karena kaget dan stres setelah kalah di ajang Pilkades," kata Dede, Jumat (6/12/2019).

Dede menambahkan, kedua calon kepala desa tersebut kecewa lantaran hasil tidak sesuai dengan harapannya.

"Kegagalan bisa mempengaruhi mental dan psikologi seseorang. Kini mereka bakal kami tangani hingga normal seperti semula," tuturnya.

Terapi dan bimbingan yang dilakukan RSHI menggunakan metode spiritual dengan cara berzikir dan metode lain yang biasa dilakukan.

"Sebelumnya juga kami pernah menerima keluhan dari calon anggota DPRD yang gagal," ujar Dede.

Sementara Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Pangandaran, Dani Hamdani menyampaikan, pihaknya tidak memfasilitasi para calon kepala desa yang mengalami stres.

"Kami tidak fasilitasi mereka jika ada yang stres karena kalah Pilkades," kata Dani.

5. Gagal Pilkades, terlilit utang. Akhirnya jadi penipu, Gelapkan 3 Mobil Sewaan


Darah segar masih terlihat di bibir TN (40), saat diserahkan warga ke ruang SPK Mapolresta Tasikmalaya, Kamis (23/8/2018) siang. Pria yang diketahui sebagai Ketua DPC Partai Perindo Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya itu diamankan sejumlah warga karena telah menggelapkan sebanyak tiga unit mobil sewaan. TN mengaku terpaksa menggelapkan dengan cara menggadaikan mobil sewaan karena terlilit utang bekas mencalonkan sebagai kepala desa.

"Saya terpaksa begitu Pak, saya terlilit utang bekas kampanye saya jadi calon kepala desa. Saya kalah," jelas pria plontos tersebut.

TN ditangkap sejumlah warga yang menjadi korban, saat bersembunyi di rumahnya di Kecamatan Tamansari, Kamis (23/8/2018) siang. Tiga unit mobil sewaan yang digelapkan TN di antaranya, dua unit Daihatsu Ayla, dan satu unit Grandmax. Tiga mobil itu milik tiga orang berbeda.

"Saya gadai dari mulai harga Rp 18 juta hingga Rp 20 juta per mobilnya, untuk nutupin utang bekas saya berpolitik sekitar Rp 100 juta," katanya.

Ari Slamet Riadi (46), pemilik mobil yang digelapkan TN mengatakan, awalnya TN meminjam mobil sewaan selama sebulan kepadanya. Namun, setelah sebulan lebih tak mengembalikan mobil dan mengaku mobil itu hilang. Ternyata ia bukan korban satu-satunya dan mendapatkan informasi bahwa TN telah beberapa kali melakukan aksi yang sama.

"Dari kemarin kami intai rumahnya, sembunyi dia baru tadi siang ketahuan dan kami tangkap lalu diserahkan ke polisi," tutur Ari.

Saat ini, kasus masih diproses oleh pihak kepolisian untuk segera ditindaklanjuti.

6. Istri gagal jadi Kades, Anggota DPRD cabuti kembali tiang listrik bantuan


Sejumlah tiang listrik yang terbuat dari beton dengan bungkus pipa paralon terlihat roboh di tepi jalan Dusun Jati, Desa Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung. Tiang listrik itu pecah di bagian bawahnya, namun tidak bisa dicabut karena di dalamnya ada tulang dari besi beton eser.

Sebagian tiang listrik itu dijebol dari pondasinya dan diangkut hingga menyisakan bekas pondasi yang rusak. Tiang-tiang listrik ini dulunya dipasang secara mandiri oleh warga, atas pembiayaan kepala desa lama, Basroni. Tiang-tiang listrik yang dipasang sebelum Pemilihan Legislatif 2019, kembali diambil oleh Basroni, Selasa (7/1/2020) siang.

“Tiang listrik ini sangat vital, karena menerangi jalan yang sepi dan berkelok. Kalau malam sangat gelap,” ujar seorang warga.

Warga pun kecewa dengan sikap Basroni, yang saat ini menjadi anggota DPRD Tulungagung. Warga menduga sikap Basroni ini dilandasi sakit hati karena istrinya tidak terpilih menjadi Kepala Desa Kedungcangkring.

Selepas dari jabatan Kades Kedungcangkring, Basroni memang mengusung istrinya Seniwati menjadi calon kades (cakades) berikutnya. Namun dalam proses pemilihan, Seniwati kalah dengan calon lainnya, Suyadi dengan latar belakang anggota TNI. Warga kecewa karena sebelumnya ikut berjuang mengantarkan Basroni menjadi anggota DPRD Tulungagung, dari Partai Gerindra.

“Asal tahu saja, 80 persen warga Kedungcangkring memilih Basroni. Kok sekarang tiang listrik saja diambil,” keluh warga lainnya.

Kades Kedungcangkring, Suyadi, membenarkan bahwa puluhan tiang listrik di Dusun Jati diambil lagi oleh Basroni. Totalnya lebih dari 40 tiang. Namun Suyadi mengaku, secara umum warga tidak terpengaruh dengan kejadian itu.

“Kalau warga bilangnya, dulu memang gelap sekarang kembali gelap. Jadi tidak apa-apa,” ujar Suyadi enteng.

Suyadi tengah merapatkan dengan perangkat, untuk mempertimbangkan penggantian tiang listrik yang diambil Basroni. Sebab keberadaan tiang listrik ini sangat penting untuk menerangi jalan yang berkelok-kelok dan gelap.

Wilayah Desa Kedungcangkring memang berada di pegunungan, meski jalannya tidak ekstrem. Namun, jalan desa ini menjadi alternatif ke lokasi wisata Waduk Wonorejo, yang ada di atas desa ini.

“Kami upayakan untuk secepatnya diganti. Yang penting desa kami tetap kondusif,” ujar Suyadi.

Saat berita ini ditayangkan, belum ada tanggapan dari Basroni soal keluhan warga yang menuding tiang listrik di desa mereka sengaja dirobohkan.

7. Kalah Pilkades, bakar kantor Desa

akibat-kalah-pilkades-depresi-gagal-jadi-kades-bongkar-makam-kepala-desa-stres

Udara dingin menusuk tulang, pada Sabtu (5/9) dini hari sekitar pukul 03.30 WIB di Desa Sihar Julu, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara Lapan Sihombing (49)warga Dusun VI Desa Sihar Julu, Kecamatan Lintong Nihuta bergegas keluar dari rumahnya.

Botol plastik merah, bekas kemasan oli yang sudah diisi minyak bensin ia masukkan ke tas ransel berwarna coklat. Satu unit tangga kayu ia bawa dari rumah beserta tas ranselnya ke Kantor Kepala Desa Sihar Julu, Kecamatan Lintong Nihuta.

Tiba di kantor kepala desa, ia menyandarkan tangga kayunya ke dinding di bagian belakang. Diam-diam ia menaiki tangga lalu merusak plafon, bensin dari ransel ia keluarkan dan siramkan.

Korek api dinyalakan dan dilempar ke flavon yang telah dibasahi minyak. Api menyambar dan membakar kepala desa itu. Ia lalu meninggalkan lokasi kejadian.

Peristiwa kebakaran itu ketahuan saat Tongam Lumban Gaol salah seorang warga sekitar melintas sekitar pukul 06.00 WIB. Ia terkejut melihat api dan asap yang mengepul dari kantor kepala desa.

Tongam pun memberitahukan kejadian itu kepada Suandi Sinaga, selaku Bendahara Desa Sihar Julu. Segera pemegang keuangan desa itu bergegas ke kantornya. Ia pun menyaksikan kebenaran informasi yang disampaikan Tongam.

Merasa ia bukan orang yang paling berwenang, lalu Tongam memberitahukan kejadian itu kepada Tumbur Lumban Toruan, selaku Sekretaris Desa. Oleh Sekretaris Desa, peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Lintong Nihuta, Polres Humbahas.

Personil Polsek Lintong Nihuta bersama Sat Reskrim Polres Humbahas pun melakukan penyelidikan dan olah TKP untuk mencari penyebab kebakaran. Pelaku ternyata meninggalkan banyak jejak di lokasi.

Dalam penyelidikannya, polisi mendapati sisa tangga yang sudah terbakar, botol bekas kemasan oli, sandal dan puntung rokok pelaku. Tak butuh waktu lama, di hari yang sama, sekitar pukul 12.00 WIB polisi mengamankan tersangka.

Di hadapan polisi, tersangka mengaku membakar kantor kepala desa itu akibat sakit hati. Sebab katanya pada tahun 2013 lalu ia ikut mencalonkan diri menjadi kepala Desa Sihar Julu, bersama dengan calon lain yakni Alfon Lumban Toruan.

Namun oleh panitia (PPKD), Tangkas Sihombing, ia dinyatakan tidak memenuhi persyaratan. Sehingga lawannya diangkat menjadi kepala desa tanpa proses pemilihan untuk masa jabatan Tahun 2013-2019.

Atas hal tersebut, tersangkapun tidak terima dan sakit hati. Sebelumya ia pun pernah berusaha membakar kantor kepala desa itu dari bagian depan. Namun tidak berhasil menghanguskannya dan hanya menyebabkan pintu depan kantor terbakar.

Lengkap sudah, satu kali ia gagal jadi kepala desa, lalu dua kali gagal membumi hanguskan Kantor Kepala Desa Sihar Julu. Kapolres Humbahas, AKBP Rudi Hartono melalui humas, Bripka Syawal Lolo Bako membenarkan adanya kejadian tersebut dan tengah ditangani polisi.

8. Kalah Pilkades, pendukung bongkar jalan. Padahal dibangun dari Dana Desa

akibat-kalah-pilkades-depresi-gagal-jadi-kades-bongkar-makam-kepala-desa-stres

Jangan pernah membayangkan kancah politik tingkat kampung tidak sepanas nasional. Bahkan, konflik bisa muncul dengan mudah. Seperti yang terjadi di Desa Tangkil, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Pendukung salah satu calon kepala desa melakukan aksi nekat.

Aksi nekat itu dilakukan di Kampung Jogjogan. Jalan kecil yang sudah dibeton dirusak hingga tersisa tanah akibat calon kepala desa yang mereka dukung kalah dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Jalan tersebut merupakan jalur yang menghubungkan Desa Tangkil dengan Desa Cinagara. Jalan yang kerap dilewati sepeda motor itu digali sedalam 150 centimeter sehingga tidak bisa dilewati. Salah satu warga, Mulyana, mengaku harus mengambil jalur memutar dengan jarak yang lebih jauh. Sebelumnya, dia sering melintas di jalan tersebut.

"Kalau lewat Kampung Jogjogan menuju desa sebelah (Cinagara) jaraknya lebih dekat," kata Mulyana, dikutip dari Liputan6.com.

Jalan Dibangun dengan Dana Desa (APBN)


Warga setempat mengatakan jalan tersebut sebenarnya sudah ada sejak lama namun belum dibangun. Jalan itu baru dibeton pada 2016 menggunakan dana desa.

"Sudah ada sejal lama, ada kali 20 tahunan mah. Tapi dulu masih tanah, terus ditembok dan terakhir dicor," kata Mulyana.

Pemilik lahan yang dilalui jalan tersebut mendukung salah satu calon kades. Sayangnya, calon yang didukung kalah dalam Pilkades serentak Kabupaten Bogor 2019.

9. Kalah Pilkades, bongkar makam dan tutup jalan


akibat-kalah-pilkades-depresi-gagal-jadi-kades-bongkar-makam-kepala-desa-stres

Kecewa akibat tidak didukung oleh warga dan kalah dalam pemilihan kepala desa (pilkades), seorang calon kades (cakades) di Desa Sindangherang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, kecewa dan marah. Dia membongkar makam warga dan memblokade jalan.

Bahkan, makam tim sukses calon kepala desa lain dipindahkan dari lahan tanah miliknya. Aksi pemindahan dan blokade jalan makam ini direkam video oleh warga.

Dua video yang beredar di media sosial itu pun viral sejak Rabu (23/12/2020). Video pertama tampak akses jalan menuju pemakaman umum Waru Doyong, Desa Sindangherang ditutup menggunakan bambu. Terdengar suara perekam video melafazkan kalimat tauhid, takbir, tahlil, dan istigfar.

"Akses jalan umum ditutup oleh yang punya lahan tersebut. Warga tidak bisa lagi melintas. Jangankan untuk memakamkan, untuk nyekar pun sudah tidak bisa," kata si perekam video.

Sedangkan di video kedua, tampak rekaman beberapa warga tengah memindahkan jasad dari makam. Terlihat kain kafan berisi jasad warga dibawa menuju pemakaman lain. 

"Pengalihan kuburan. Dialihkeun kuburan Bapak XXXXXX, dialihkeun," ujar si perekam video.

Peristiwa ini ternyata dilatarbelakangi oleh pilkades di Desa Sindangherang, Kecamatan Panumbangan pada 19 Desember 2020 lalu. Seorang calon kepala desa yang kalah, kecewa dan marah.

Calon kepala desa nomor urut empat kecewa karena tidak mendapat dukungan warga. Apalagi, seorang warga yang kerabatnya dimakamkan di lahan miliknya, justru jadi tim sukses nomor urut satu.

Sang calon kades nomor empat merasa akibat tindakan tim sukses nomor urut satu itulah dia menjadi kalah tipis. Lucunya lagi calon kades yang berselisih dengannya sama-sama kalah dalam kontestasi Pilkades Sindang Herang.

"Calon kades nomor urut dua yang justru menang meski perolehan suaranya menang tipis di atas cakades nomor urut empat," kata Kepala Dusun Landeuh Agus.

Permasalahan ini akhirnya mendapat perhatian dari tokoh masyarakat, kepolisian, TNI, dan Pemkab Ciamis. Aparat berupaya menenangkan masyarakat agar tidak terjadi konflik antarpendukung.

"Masyarakat akhirnya membuat jalan baru menuju makam secara swadaya. Mereka enggan memperpanjang perselisihan demi kerukunan," kata Kapolsek Panumbangan AKP Widodo.

Sumber:
  • https://m.merdeka.com/peristiwa/gagal-jadi-kepala-desa-anwar-banting-stir-jadi-penipu-bermodus-gandakan-uang.html
  • https://www.kabarjatim.com/gagal-jadi-kades-ahmad-santoso-malah-gelar-tasyakuran/
  • https://www.kompas.com/regional/read/2016/06/09/18412141/gagal.jadi.calon.kades.asrah.dan.pendukungnya.mengamuk.di.kantor.bupati.bima
  • https://www.okezone.com/amp/2019/12/07/525/2139033/kalah-pilkades-2-calon-kepala-desa-stres
  • https://jabar.tribunnews.com/2018/08/23/gagal-jadi-kades-utang-pun-menumpuk-pria-di-tasikmalaya-ini-kemudian-gelapkan-3-mobil-sewaan
  • https://surabaya.tribunnews.com/amp/2020/01/07/diduga-kecewa-istrinya-gagal-jadi-kades-anggota-dprd-tulungagung-diduga-cabut-bantuan-tiang-listrik
  • https://newscorner.id/gagal-jadi-kades-lapan-sihombing-bakar-kantor-kepala-desa/
  • https://m.dream.co.id/news/calonnya-kalah-pilkades-pendukung-bongkar-jalan-desa-1911270.html
  • https://www.jabar.inews.id/amp/berita/kecewa-kalah-pilkades-sindangherang-ciamis-sang-calon-bongkar-makam-dan-blokade-jalan

Posting Komentar untuk "9 kasus kalah Pilkades yang hebohkan Indonesia. Bongkar makam, bakar kantor desa, tutup jalan, cabut tiang listrik hingga terlilit utang dan jadi penipu"