Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Santet dalam persepsi Masyarakat dan Agama


PurwakartaOnline.com - Santet adalah masuknya benda-benda atau sesuatu ke tubuh orang lain secara gaib (bantuan jin dan setan) dengan tujuan merusak kesejahteraan orang lain atau menyakiti. Benda-benda baik yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa dengan cara-cara tertentu
dipengaruhi dan dikuasai.

Pada kasus Supiyati, Safira, dan Sugiono benda-benda tak bernyawa seperti paku, kawat maupun jarum yang digunakan sebagai benda santet. Pada korban lain seperti yang ada di YouTube beberapa orang mengeluarkan kalajengking dan kelelawar dari mulutnya. Hal ini menunjukkan baik benda tak bernyawa maupun benda-benda bernyawa digunakan para Shaman (dukun, orang yang melakukan magi) untuk tujuan destruktifnya.

Shaman atau dukun ini bukanlah orang yang sembarangan. Mereka adalah orang-orang yang punya Mana.Mana adalah semacam kekuatan gaib yang dipancarkan oleh dewa ataupun roh yang juga dapat dimiliki manusia.

Penelitian di masyarakat Bugis Makasar menunjukkan bahwa SanroSehere (dukun sihir di masyarakat Bugis Makasar) adalah manusia yang terpilih yang mempunyai kekuatan luar biasa yang mampu berhubungan dengan kekuatan dan alam gaib atau supra alamiah, pengetahuan dan keahlian yang dimiliki itu bersumber dari dunia lain.

Istilah Mana sebuah konsep yang persis sama dengan wakan-nya orang Sioux dan Orenda-nya orang Iroquois. Orang-orang Melanesia percaya pada keberadaan sebuah daya absolut yang berbeda dari kekuatan fisik bentuk apapun yang bekerja dalam setiap hal untuk tujuan yang baik atau jahat, dan manusialah yang memiliki kepentingan terbesar untuk menguasai dan mengontrol daya ini. Daya tersebut adalah Mana.

Mana adalah sebuah daya, yang memiliki pengaruh non material dan supernatural, akan tetapi dia mengejawantahkan dirinya dalam bentuk kekuatan fisikal atau dengan bentuk kekuatan dan superiotas lain yang dimiliki manusia.

Sanro Sehere mempunyai keahlian khusus. Dia memelihara sebangsa jin yang sewaktu-waktu dapat disuruh untuk membawa guna-guna dan memasukkannya ke tubuh seseorang. Roh yang ditugaskan untuk membawa guna-guna yaitu roh jahat atau setan bersaudara yang disebut Tujua atau Pitue (Sianipar 1992).

Tujua yang disuruh akan memasuki tubuh seseorang dan menyakitinya dari dalam. SanroSehere tidak segan menjalankan dua macam keahlian yang bertentangan. Ia tidak segan menyakiti orang lain dengan ilmu atau keahlian yang dimilikinya dengan harapan kalau sudah sakit akan datang berobat kepadanya.

Ada sejumlah makhluk atau kekuatan gaib yang dipercayai dapat menimbulkan kerugian di tengah masyarakat terutama penyakit dan kematian. Makhluk gaib tersebut adalah jin. Jin ada dua macam yaitu jin islam dan jin kafir.

Jin islam 'suka kawin' dengan manusia. Semua bangsa jin islam selalu berpegang teguh pada ajaran islam sebab mereka senantiasa memelihara kesucian dirinya. Jin kafir berbahaya dan suka menggoda orang.

Jin kafir inilah yang ditugaskan memasang guna-guna seperti jarum, beling, paku dan bahan lain akan dibawa dan dimasukkan oleh jin itu dengan cara yang misterius ke tubuh si korban. Mulanya hal ini tidak dirasakan oleh orang yang bersangkutan, tetapi cepat atau lambat pastilah menimbulkan perasaan sakit, bahkan dapat berakhir dengan kematian.

Selain jin, roh-roh halus juga dapat disuruh menemui atau menghantam seseorang. Caranya antara lain dengan menaruh lampu yang sedang menyala di belakang dan menyuruh bayang-bayang yang ditimbulkan oleh cahaya lampu tadi. Kalau demikian, jelaslah bahwa roh dapat diartikan bayang-bayang.

Setan asalnya juga dari roh manusia yang mati sebelum ajalnya yaitu roh orang yang mati penasaran seperti mati hamil, bunuh diri dan roh yang termasuk ketika hidupnya termasuk orang jahat. Roh manusia yang mati dengan cara dan dalam keadaan demikian menghendaki orang lain menderita.

Santet menurut beberapa Ahli


Santet, tenung menurut Ronny Nitibaskara termasuk dalam sorcery (ilmu tenung) atau witchcraft (ilmu sihir) dimana keduanya termasuk dalam ilmu hitam. Tenung maupun sihir dikatakan ilmu hitam karena motif, ataupun tujuan penggunaannya yang relatif sifatnya menyakiti dan merugikan.

Menurut Permadi, santet bisa dijelaskan dengan teori bahwa benda dengan molekul padat seperti paku atau berbagai hal lain bisa diubah menjadi bentuk energi yang tidak kelihatan (dematerialisasi) untuk kemudian diubah lagi menjadi benda padat setelah terkirim atau sampai pada seseorang yang dituju.

Menurut Romo Handoyo Lukman (pastur) santet tak lebih dari induksinegatif yang ditujukan untuk mencelakan orang lain atau merupakan energi alam yang dipermainkan secara tidak wajar.

Penjelasan santet menurut Teori Elektrodinamika


Santet bisa dijelaskan secara ilmiah dengan teori elektrodinamika. Orang-orang tertentu memiliki kemampuan mengubah materi menjadi energi. Dengan kemampuan itu juga energi dikirimkan ke tubuh korban lewat proses elektrodinamika. Pada dasarnya tubuh manusia mengandung muatan listrik, korban yang tidak kuat menahan kiriman energi akan menjadi sakit.

Menurut Prof Tubagus Yuhyi santet bisa terjadi karena bantuan jin atau makhluk halus (Indospiritual.com). Beberapa penyakit memang bersifat kodrati namun sebagian lagi memang jelas bukanlah penyakit oleh sebab-sebab 'kodrati' dan dipercaya sebagai kehendak jahat, super-natural dari para penyihir.

Penyihir mewakili konspirasi sangat besar dengan makhluk-makhluk yang tidak jelas tetapi sungguh-sungguh jahat yang berusaha merusak peradaban manusia dengan menyerang kesehatan anggota-anggotanya.

Santet ditinjau dari kacamata Antropologi


Santet dalam Antropologi diklasifikasikan ke dalam bentuk primitif agama. Sebagai bagian dari magi, santet memerlukan campur tangan makhluk-makhluk adikodrati, makhluk-makhluk kasat mata.

Kontak atau hubungan antara manusia dengan makhluk-makhluk gaib disebut
agama. Hubungan antara manusia dengan makhluk gaib sudah ada sejak manusia itu ada, baik pada masyarakat dengan budaya yang masih sederhana.

Hal ini tampak dari teori Kruyt ataupun Tylor mengenai kepercayaan animism dan spiritisme. Bahwa manusia menyadari adanya jiwa dan jiwa yang telah terlepas dari manusia akan menjadi roh atau spirit.

Roh ini kemudian akan menempati objek-objek tertentu. Manusia kemudian akan melakukan hubungan dengan makhluk-makhluk tersebut dengan menyajikan sesaji, ritual, ataupun dengan mantera.

Hubungan ini pun juga tercipta dalam praktik santet dimana manusia meminta bantuan makhluk gaib seperti jin, setan, dan roh-roh jahat untuk memasukkan guna-guna ke dalam tubuh seseorang.

Para ahli magic menggunakan mantera, jimat, dan upacara yang dilakukannya dapat menguasai atau mempengaruhi alam sekitarnya sehingga dengan cara-cara yang tidak lazim baik yang bernyawa maupun yang tidak bernyawa dapat dipengaruhinya.

Santet dalam sudut pandang Agama


Dalam Islam sudah jelas bahwa santet, tenung haram hukumnya. Makhluk gaib ciptaan Tuhan sudah gamblang dijelaskan di Al-quran. Ada larangan manusia untuk bersekutu atau meminta bantuan jin dan setan. Dalam surat an-nas dan al-falaq ”Setiap kita mengawali membaca al-quran dengan lafadz 'Audubillahiminassaitonirojim' maka substansi-nya yaitu memohon perlindungan Allah dari godaan setan dan jin.

Menurut Ahmad Mukhsin Kamaludiningrat sekretaris MUI DIY, santet atau tenung itu seperti listrik, walaupun tidak tampak tetapi
ada. Kalau dipegang ya tersengat. Diakui atau tidak bahwa ilmu santet, tenung, sihir dan sebagainya memang ada dan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Bahkan di jaman Rasulullah hingga saat ini ilmu sihir masih ada. “Benda asing yang masuk ke dalam tubuh Supiyati baik jarum, paku, ataupun kawat adalah perbuatan jahat yang dilakukan oleh manusia dengan meminta bantuan setan”.

Praktek ilmu santet jelas ada. Tidak bisa dilihat dengan satu kajian saja. Dari segi medis dan ilmu pengetahuan belum ada penjelasan yang memungkinkan mengenai ilmu santet.

Dari sisi islam, kemungkinan santet itu ada. Semua budaya menggolongkan santet sebagai ilmu hitam sehingga tidak dipraktikkan atau diajarkan secara terang-terangan.

Secara umum, ilmu santet itu ada ditengah masyarakat, tidak terkecuali kelompok masyarakat modern yang tinggal di kota. Mistisisme digunakan sebagai legitimasi kekuasaan (okezone.com).

Praktik santet sampai sekarang masih diyakini keberadaannya. Sejarah keberagamaan masyarakat Indonesia yang juga hampir sama dengan suku-suku lain di dunia yaitu kepercayaan animisme. Hal ini terlihat dari kehidupan masyarakat yang penuh dengan seremonial, upacara-upacara, ritual-ritual sebagai salah satu bentuk hubungan dengan makhluk-makhluk gaib.

Oleh karena itu, segala hal yang berkaitan dengan mistis masih mudah ditemukan di Indonesia. Praktik santet atau tenung salah satunya. Santet sebagai bentuk kekuasaan manusia dimana manusia bisa memaksa alam dan makhluk gaib untuk tunduk
padanya. Berbagai penyebutan yang berbeda untuk santet atau tenung menunjukkan bahwa di hampir semua suku bangsa praktek santet itu ada. (*)

* Baca ulasan lengkapnya di Jurnal berjudul Santet dan Antropologi Agama, ditulis Nur Falikhah Fakultas Dakwah IAIN Antasari, tahun 2012

Berlangganan via Email