Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Dari Rp 12,8 Milyar Dana Desa di Kecamatan Wanayasa, 50% lebih terserap penanganan covid-19

eep-saepul-malik-pendamping-desa-wanayasa-purwakarta
Eep Saepul Malik, Pendamping Desa Kec. Wanayasa Purwakarta

PurwakartaOnline.com
- Besaran Dana Desa (DD) tahun 2020 ini di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta sebesar Rp. 12.887.580.000 untuk 15 Desa. Sedangkan serapannya tahun ini didominasi oleh kegiatan yang berkaitan dengan penangan bencana global, covid-19.

Menjelang akhir tahun 2020 ini, tim Pendamping Desa di Kecamatan Wanayasa yang terdiri dari 2 orang Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) dan 4 orang Pendamping Lokal Desa (PLD) tengah menyiapkan laporan akhir tahun 2020.

Salah satu Pendamping Desa, Eep Saepul Malik (ESM), menyatakan jika di tahun 2020 ini terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga terjadi perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) di semua desa. Kejadian luar biasa yang dimaksud adalah terjadinya pandemi covid-19 yang melanda dunia.

"Pandemi Corona ini masuk dalam kategori KLB, terjadi di seluruh dunia. APBDes berubah, disesuaikan kebutuhan mendesak penanganan covid-19 dan kebutuhan terkait lainnya," terang ESM ketika di temui Purwakarta Online di Desa Nangerang, Kecamatan Wanayasa (Senin, 30/11/2020).

Beberapa poin masuk kedalam anggaran perubahan diantaranya adalah Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kemudian anggaran untuk penanganan covid-19 di setiap Desa.

"Laporan (akhir tahun) sedang dalam proses penyusunan, penggunaan Dana Desa tahun ini untuk Padat Karya Tunai Desa (PKTD), Sarana, Stunting, BUMDes, Insentif Guru Ngaji. Pas ada Corona, perubahan APBDes masuk kegiatan BLT DD dan Penanganan Covid," ungkap ESM.

serapan-dana-desa-wanayasa-purwakarta

BLT DD mencapai Rp 5,4 Milyar

Masih menurut Eep, porsi serapan terbesar Dana Desa tahun 2020 ini adalah BLT DD yaitu sebesar Rp. 5.490.000.000 atau sebesar 42,6 % dari keseluruhan Dana Desa seluruh Kecamatan Wanayasa. 

"Dari 12,8 Milyar Dana Desa untuk 15 Desa di (Kecamatan) Wanayasa, untuk BLT ini mencapai 42,6 %, hampir 5,5 milyar kurang dikit ya," ujar ESM.

Urutan kedua penggunaan Dana Desa di Kecamatan Wanayasa masih berkaitan dengan situasi pandemi corona, yaitu Penanganan Covid-19 di luar BLT DD, Rp. 1.420.685.932, atau 11% dari keseluruhan Dana Desa di Kecamatan Wanayasa.

"Penanganan Covid-19 adalah yang kedua setelah BLT DD. Serapannya mencapai 11%, sekitar 1,4 Milyar," kata ESM.

Serapan Dana Desa selanjutnya adalah Padat Karya Tunai Desa (PKTD), Sarana, Stunting, BUMDes dan Insentif Guru Ngaji.

"Sisanya kisaran 46 persen itu untuk PKTD, Sarana lainnya. Kemudian Stunting, penyertaan modal BUMDes dan Insentif Guru Ngaji," kata ESM. 

Jaring pengaman sosial melalui Dana Desa

Pemerintah pusat hingga daerah dan Desa bergerak cepat mengatasi penyebaran Covid-19. Selain itu, pemerintah juga mengambil kebijakan strategis guna mencegah dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi global ini.

Oleh karena itu, dengan Dana Desa pemerintah membuat program-program yang bermanfaat sebagai jaring pengaman sosial bagi masyarakat desa seperti BLT DD dan juga Padat Karya Tunai Desa (PKTD).

"Menghadapi fenomena global (covid-19), Dana Desa dialokasikan untuk BLT, PKTD, dan berbagai program sosial untuk mendukung jaring pengaman sosial bagi masyarakat desa,” ujarnya.

Eep Saepul Malik juga menjelaskan peran pentingnya Program PKTD dari Dana Desa di masa pandemi covid-19. Walaupun sebelum adanya covid-19 pun PKTD telah berjalan dan bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Dana Desa.

"Seperti BLT DD, PKTD pun sasarannya hari ini adalah dalam rangka penanganan imbas covid juga" ucap ESM. 

Saat terjadi pandemi covid-19 tidak sedikit warga desa yang terpaksa kehilangan pekerjaan, kemudian yang berprofesi sebagai pedagang kecil pun banyak yang mengalami penurunan bahkan kehilangan penghasilan.

"Pemberian upahnya (PKTD) diharapkan bisa harian atau maksimal mingguan. Supaya meringankan beban ekonomi masyarakat Desa yang terpaksa berhenti kerja atau yang kehilangan penghasilan akibat Covid-19," pungkas ESM.
(enjs)

Berlangganan via Email