Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Tiara Kasih di Kecamatan Kiarapedes, pertahankan cantiknya budaya luhur di Desa

PurwakartaOnline.com - Hari Kamis kemarin (Kamis, 5/11/2020) dilaksanakan Tiara Kasih atau singkatan dari 'Bhakti Kiarapedes Kamis Bersih' di Desa Margaluyu, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta.

Tiara Kasih ini merupakan sejenis 'arisan' antar Desa-desa di Kecamatan Kiarapedes. Namun yang menjadi objeknya bukan berupa uang atau barang, akan tetapi berupa kegiatan membersihkan lingkungan.

Dalam kesempatan kemarin, Camat Kiarapedes, Drs. H. Diaudin, M.Si., melibatkan pula instansi dan organisasi yang berkedudukan di wilayah Kiarapedes seperti PAC GP Ansor, LSM Gibas, UPTD Damkar, Muspika, Koordinator Wilayah Pendidikan, Laskar Merah Putih (LMP), Koordinator KB, Kepala Desa, LSM GMBI dan banyak lainnya.

Berikut petikan undangan Camat Kiarapedes:

"Assalamu'alikum Wr Wb. Sampurasun. Kahatur Muspika, UPTD Damkar, Binamarga, Puskesmas, Korwil Pendidikan, Kor KB, GMBI, GIBAS, LMP, GP ANSOR. Para Kepala Desa agar mengirimkan warga per desa 20 orang, untuk melaksanakan arisan gotong royong (Tiara Kasih/Bhakti Kiara Kamis Bersih), pada hari Kamis, tanggal 05 Nop 2020. Jam 07.00 WIB. Sepanjang jalan Desa Margaluyu, dengan lokasi masing-masing desa yang telah ditentukan dan warga membawa alat. Khusus untuk Desa Margaluyu, agar mengerahkan warga sebanyak-banyaknya. Hatur nuhun Wr Wb. (Camat Kiarapedes),"

Kepada Purwakarta Online, H. Diaudin mengatakan bahwa tujuan diadakannya kegiatan TIARA KASIH merupakan bagian dari Gerakan Kiarapedes Mantes Bebas dari Sampah.

"Program ini ditujukan agar warga desa menyadari mengenai kepentingan kebersihan dan kesehatan. Disini (Kec. Kiarapedes) kan ada Gerakan Kiarapedes Bebas dari Sampah," ujar H. Diaudin.

Kegiatan ini langsung dipandu oleh Camat dan Seluruh Kepala Desa, diawali dengan membagi lokasi kelompok dan membuat Kelompok Kerja.

Ada yang dibagi untuk membersihkan halaman sekitar. Kemudian ada juga yang memunguti sampah dan membersihkan parit di sepanjang jalan.

Sekitar pukul 07.00 WIB tepat warga sudah mulai datang di lokasi kerja bakti, lengkap dengan membawa 'gaman' atau alat kerja masing-masing, seperti cangkul, sabit, sapu dan lain-lain.

Budaya luhur Nusantara tertanam di Desa

Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) yang bertugas di Kecamatan Kiarapedes, M. Supenda Griana, S.T., mengatakan bahwa kegiatan sejenis ini merupakan bagian kegiatan pemberdayaan masyarakat desa. Masuk dalam bidang lingkungan dan merupakan bagian dari Program Kabupaten Purwakarta sebagai kota sehat.

"Ya memang seperti inilah Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Desa, salah satunya. Desa semakin maju karena khazanah gotong-royong dan budayanya terjaga," terang PDP Kecamatan Kiarapedes, Supenda.

Ketika ditanya lebih lanjut, PDP yang akrab disapa Penda ini menjelaskan jika budaya luhur bangsa Nusantara tersebut ada dan tumbuh di desa-desa.

Kemudian Penda juga menegaskan jika salah satu hal pokok yang menjadi semangat Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa adalah untuk menjaga khazanah budaya desa tersebut.

"Eksistensi Desa sudah ada jauh sebelum Republik ini berdiri. Budaya luhur Nusantara tertanam dan tumbuh dalam Desa tersebut. Ini poin penting yang ada dalam Undang-undang Desa (No. 6/2014)," terang Penda.

Penda melihat kegiatan Tiara Kasih, bukan semata untuk kebersihan lingkungan. Lebih jauh dari itu, ada semangat kebersamaan untuk menjaga kearifan budaya masyarakat desa.

"Dan Alhamdulillah ya, di (Kecamatan) Kiarapedes budaya gotong royong di desa itu bersama-sama kami pertahankan, oleh seluruh elemen. Meskipun arus globalisasi, kita tahu mengikis budaya kita, tidak bisa dipungkiri juga," pungkas Penda.
(enjs)



Berlangganan via Email