Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Berusia 19 tahun, tampan, tidak kuliah, terpaksa bisnis dan buka lapangan kerja


PurwakartaOnline.com - Heri, begitu Yusuf Hermawan biasa disapa sehari-hari, lulus SMA ia tidak bisa meneruskan kuliah seperti teman-temannya. Ia pun terpaksa membantu bapaknya bekerja memasang gypsum dan plafon rumah.

Di usia masih belasan, 19 tahun kini Heri berusaha membantu untuk mengembangkan usaha bapaknya. Kebutuhan bahan plafon yang biasanya sulit didapatkan, berusaha ia sediakan dengan membangun toko plafon di Babakan, Wanayasa.

"Bapak biar tidak susah cari bahan, biar gampang kalo ada pesanan pasang plafon," ujar Heri (Senin, 2/11/2020).

Tidak kuliah

Saat melihat teman-temannya meneruskan studi, Heri mengaku sedih. Namun dirinya tidak mau menyalahkan keadaan, banyak hal bisa dikerjakan untuk bisa bermanfaat atau paling tidak agar tidak menjadi beban bagi keluarga dan orang lain.

"Ya pengen (kuliah) sih, tapi ya gimana lagi keadaannya seperti ini. Jalani aja," ujar Heri sambil tertawa, menutupi kesedihan.

Target Heri tidak muluk-muluk, baginya asal tidak terlalu membebani keluarga dan tidak merugikan orang lain sudah cukup.

"Semua orang ingin bermanfaat bagi orang lain. Kalo saya mah paling nggak jangan sampai jadi beban buat orang-orang Pa," lanjut Heri.

Terpaksa bisnis

Karena tidak kuliah, Heri membantu pekerjaan Bapaknya memasang plafon rumah. Ide usaha muncul begitu saja saat melihat kesulitan Bapaknya saat mendapatkan order pekerjaan.

"Saya pengalaman kerjanya di Bapak, Bapak kan pasang gypsum sama plafon di rumah-rumah," ucap Heri.

"Saya lihat kadang bahan harus cari, mana pembayarannya kan kadang tidak cash. Kalo selesai pekerjaan kadang baru dibayar, pontang-panting cari modal buat bahan dan upah kerja yang bantu," kenang Heri saat pertama terpikir buka usaha toko bahan plafon.

Meskipun bukan produk yang banyak dicari, tapi bahan plafon sangat penting bagi Heri. Dimaksudkan agar mengurangi kesulitan usaha Bapaknya.

"Buka toko bahan plafon, ini harus ada. Di daerah sini belum ada, tadinya biar Bapak tidak susah. Eh, malah bapak sekarang jadi keasikan bertani," terang Heri.

Buka lapangan kerja

Usaha Heri sudah mulai berjalan sesuai harapan, berbeda dengan beberapa bulan sebelumnya saat baru dibuka. Berangsur, pelanggan mulai berdatangan dari daerah sekitar Wanayasa dan Subang.

Khusus untuk order pemasangan plafon rumah, Heri mengaku belum bisa mengukur namun pekerjaan selanjutnya sudah bisa meng-handle.

"Kalo ada order (pasang plafon), Bapak ukur dulu, saya bel bisa. Selanjutnya saya kerjakan sama teman-teman," aku Heri.

Banyak yang memuji jika usaha Heri sangat membantu membuka lapangan pekerjaan bagi tatangga dan teman-temannya.

"Saya teruskan usaha bapak, jika ada pesanan pasang plafon saya kerjakan. Ada di dibantu, tergantung volume pekerjaan kalo sedikit dibantu 3 orang, kadang 5 orang," terang Heri merendah.

Belum terpikir menikah

Dengan wajah tampan, punya bisnis dan bawaannya yang supel, Heri belum berencana untuk mencari pasangan hidup. 

Mantan atlet gulat asal SMAN 1 Wanayasa ini mengaku lebih memilih untuk menyibukan diri untuk bisnis.

"Sementara ya sibuk pa, usaha baru buka. Pelanggan belum banyak, masih fokus ke usaha," ujar Heri seraya tersenyum.

Cara order

Ketika ditanya bagaimana jika mau order pemasangan plafon rumah, Heri akan mendatangi rumah tersebut membawa katalog model plafon. Kemudian mengukur dan membicarakan harga.

"Tinggal hubungi telepon (083130357386), nanti diukur. Tergantung model, kan yang punya rumah lihat dulu di katalog mau yang bagaimana modelnya?" Terang Heri.

Beberapa contoh model plafon rumah:






Itulah sedikit profil mengenai Yusuf Hermawan bin Setiawan alias Heri. Salah satu sosok muda yang patut jadi teladan bagi pemuda di usianya.

Kemampuannya bertahan dalam situasi sulit, kemudian menjadikan kesulitan menjadi peluang yang sangat berguna bagi diri dan keluarganya, serta menjadi lapangan pekerjaan bagi kawan-kawannya. 

Lokasi toko

Hampir lupa, sebelum pamit kita kasih peta lokasi Toko Bahan Plafon-nya Heri, biar tinggal klik jika mau berkunjung atau belanja:

(Sol)

Post a comment for "Berusia 19 tahun, tampan, tidak kuliah, terpaksa bisnis dan buka lapangan kerja"

Berlangganan via Email