-->

Saturday, September 5

Penjelasan dan perbedaan 3 jenis Kopi di Dunia. Liberika, Arabika dan Robusta, semua ada di Purwakarta

Penjelasan dan perbedaan 3 jenis Kopi di Dunia. Liberika, Arabika dan Robusta, semua ada di Purwakarta

Oleh: Mang Enjang

PurwakartaOnline.com - Setidaknya saya sendiri, masih bingung dengan jenis-jenis, varietas-varietas atau klon-klon atau apapun istilah lainnya mengenai tanaman kopi.

Beruntung, ada sebuah artikel berbahasa Indonesia yang membahas mengenai varietas kopi. Lumayan membuka wawasan saya, yang kemudian dijadikan sumber utama artikel ini.

Baik Arabika, Robusta maupun Liberika, semuanya ada di Purwakarta. Khusus Liberika, memang sangat langka di Indonesia, karena petani menilai liberika kurang ekonomis.

Disebutkan ada lebih dari 25 varietas kopi populer yang ada di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Contohnya Typica, Bourbon, Geisha, Catimor, Caturra, Robusta, SL34, Maragogype. Sungguh vatietas yang tangan saya sepertinya belum memegang kopi-kopi tersebut.

Tapi sebelum itu, apakah kamu sudah mengetahui perbedaan antara single origin kopi dan varietas kopi?

Karena masih banyak orang yang keliru tentang perbedaan diantara keduanya.

Varietas adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan sub-species dari bibit kopi yang ditanam. Sedangkan single origin adalah istilah yang digunakan untuk mengidentifikasi asal daerah biji kopi tersebut ditanam.

Artikel tersebut menjelaskan beberapa varietas kopi dari jenis kopi yang populer, yaitu Arabika, Robusta dan Liberika.
Kita langsung ke penjelasannya:

A. VARIETAS ARABIKA


Kopi Arabika merupakan spesies pertama yang dibudidayakan untuk minuman kopi di Ethiopia. Jenis kopi arabika memiliki banyak turunan varietas, baik yang alami maupun hasil persilangan (kultivar/bantuan manusia).

Sentra kopi arabika di purwakarta ada di sekitar Gunung Burangrang, terutama di Desa Pusakamulya Kecamatan Kiarapedes dan Desa Pasirangin Kecamatan Darangdan.

Berikut beberapa varietas dari kopi arabika, yakni Typica, Bourbon dan Geisha. Berikut penjelasannya satu per satu:

1. Typica


Typica merupakan varietas kopi arabika tertua. Varietas Typica adalah biji kopi utama yang diambil dari Ethiopia dan dibawa ke Yaman.

Varietas inilah yang kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia. Typica merupakan varietas kopi arabika pertama yang masuk ke Indonesia.

Namun varietas kopi ini dinyatakan punah karena serangan hama karat daun, adapun yang ada di Indonesia hanya tinggal turunannya saja.

Berikut beberapa turunan dari varietas Typica.

a. Jawa


Varietas ini merupakan turunan dari Typica yang dikembangkan di Jawa, Indonesia

b. San Ramon


Varietas turunan yang berasal dari Brazil

c. Kona (Hawaii)


d. Pluma Hidalgo (Meksiko)


e. Kent (Mysore, India)


f. Villa Lobos (Kosta Rika)


g. Blue Mountain (Jamaikan dan Papua Nugini)


h. Maragogype (baca : mara go hee pe)


Varietas ini tumbuh secara alami di Brazil dan memiliki satu turunan lagi, yaitu Maracuta/Maracattura

2. Bourbon


Bourbon juga merupakan salah satu varietas penting bagi perkembangan kopi di dunia. Sesuai dengan namanya, varietas ini tumbuh di Bourbon, sebuah pulau kecil (sekarang dikenal dengan nama pulau La Reunion) di Samudera Indonesia.

Kopi bervarietas Bourbon memiliki buah berwarna merah. Terkadang bourbon mengalami mutasi alami, sehingga melahirkan 2 varietas baru, yaitu yellow bourbon dan orange bourbon.

Selain 2 varietas tersebut, ada beberapa varietas yang merupakan turunan dari varietas bourbon, yaitu:

a. Red Bourbon


Varietas hasil turunan dari Bourbon dan dibantu oleh manusia. Banyak tumbuh di Amerika Selatan.

b. Mundo Novo


Varietas hasil hibrida antara Bourbon dan Java Typica yang ditemukan di Sao Paulo, Brazil. Nama Mundo Novo berasal dari asal biji tanaman kopi ini ditanam, yaitu di kota Novo Mundo.

c. Catuai


Varietas hasil persilangan antara Mundo Novo dan Cattura. Varietas ini memiliki buah yang umumnya berwarna merah dan kuning serta memiliki tingkat keasaman yang tinggi. Varietas ini banyak ditemukan di Indonesia dan Amerika Selatan.

d. Caturra

Varietas hasil mutasi alamiah dari Bourbon. Varietas ini menjadi salah satu induk dari Maracaturra dan Catuai. Caturra memiliki karakter body yang halus dan tingkat kemanisan yang lebih rendah dari bourbon.

e. Pacas


Sama seperti Caturra, Pacas juga merupakan hasil mutasi alamiah dari Bourbon yang ditemukan di El Salvador. 

Ciri utama dari varietas ini adalah ukuran tanamannya yang kecil, karena tanaman ini memiliki gen tunggal (dwarfisme). 

Varietas ini juga di silangkan dengan maragogype dan menghasilkan satu varietas bernama Pacamara.

f. Villa Sarchi


Varietas ini tumbuh di sebuah kota di Kosta Rika. Villa Sarchi memiliki karakter rasa manis dan asam yang balance serta rasa buah-buahan yang kuat.

g. French Mission (Afrika Timur)


h. SL34 (Kenya)


i. SL28 (Kenya)


j. Mayaguez (Rwanda)


k. Jackson (Rwanda dan Burundi)


l. Mokka (Hawaii dan Yaman)


3. Geisha


Nama Geisha berasal dari nama daerah dimana varietas ini pertama kali ditanam, yaitu Gesha. Sebuah daerah yang terletak di bagian barat Ethiopia. Karena banyak orang yang salah ucap, kopi ini berubah nama menjadi kopi geisha.

Walaupun berasal dari daerah di bagian barat Ethiopia, varietas ini lebih dikenal sebagai kopi Panama karena banyak dikembangkan di sana. Dan puncaknya pada tahun 2004, kopi geisha dari perkebunan kopi Hacienda La Esmeralda menjadi juara di sebuah kontes kopi internasional.

Kopi bervarietas geisha dikenal dengan aroma jasmine dan tingkat keasamannya yang lembut.

B. VARIETAS ROBUSTA


Untuk varietas dari kopi robusta sendiri tidak banyak seperti kopi Arabika. Hanya ada 2 varietas utama dari kopi robusta, yaitu robusta dan nganda.

Perbedaan paling utama diantara keduanya adalah bentuk tanamannya. Tanaman varietas robusta tumbuh keatas, sedangkan varietas nganda tumbuh menyebar.

Di Purwakarta, sebaran kopi robusta lebih luas karena kopi ini bisa tumbuh di daerah dengan elevasi yang lebih rendah dibanding kopi arabika. Mencakup Kecamatan Kiarapedes, Wanayasa, Cibatu, Bojong, Darangdan dan Pondoksalam.

Selain varietas murni dari kopi robusta, ada yang dikenal sebagai varietas hibrida. Varietas hibrida maksudnya adalah kultivar yang merupakan turunan langsung dari persilangan dengan jenis kopi yang berbeda.

Contoh dari varietas hibrida adalah Hybrido de Timor. Varietas ini merupakan hasil persilangan dari jenis kopi arabika dan robusta. Varietas ini juga sering disebut dengan Timor.

Nah, dari varietas Timor ini juga dihasilkan beberapa turunan varietas, seperti:

a. Sigarar Utang


Varietas ini adalah hasil persilangan dari varietas Timor dan varietas Bourbon.

b. Catimor


Hasil persilangan dari varietas Cattura dan Timor. Persilangan ini bertujuan untuk mewarisi sifat baik dari caturra dan timor.
Sehingga varietas Catimor memiliki ketahanan terhadap hama karat daun seperti halnya varietas timor dan kecepatan panen seperti varietas caturra.
Varietas catimor memiliki mutasi alami yang disebut Ateng.

c. Sarchimor


Varietas ini merupakan gabungan atau persilangan dari varietas villa sarchi dan timor. Varietas ini banyak di temukan di India.

d. Ruiru 11


Ruiru 11 merupakan hasil persilangan dengan dua varietas arabika (SL34 dan SL28) dengan varietas robusta. Varietas Ruiru 11 banyak ditemukan di salah satu kota di Kenya.

C. VARIETAS LIBERIKA


Kopi liberika berasal dari Liberia, Afrika barat. Pada abad ke -19, kopi ini memiliki 1 varietas utama dan 2 varietas turunan. Kopi liberika didatangkan ke Indonesia untuk menggantikan kopi arabika yang mudah terserang hama.

Kamu bisa membaca artikel tentang jenis-jenis kopi untuk mengetahui lebih jelas tentang kopi liberika.

Berikut 2 varietas turunan dari kopi liberika:

a. S288


Varietas ini merupakan hasil persilangan secara alamiah antara jenis kopi arabika dan liberika. Varietas ini ditemukan di India. Ciri utama dari varietas ini ialah tahan terhadap penyakit karat daun (Hemileia vastatrix).

b. S795


S795 merupakan varietas hasil persilangan antara varietas S288 dan Kent (varietas typica yang dikembangkan di Mysore, India. Varietas S795 dibudidayakan di Jember, Jawa Timur.

Kopi Liberika sudah sangat langka, tidak seperti Robusta dan Arabika. Untuk di daerah Purwakarta kita bisa mendapat kopi liberika di Mang Enjang, ia memiliki stok kopi liberika berusia puluhan tahun sebanyak 10 pohon dengan tinggi 5 sampai 7 meter. (bdr)

______
*Disunting dari majalah Tempo 4705 edisi 26 Maret – 01 April 2018

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2019 Purwakarta Online | All Right Reserved