-->

Tuesday, July 21

Info lengkap ikan pesut mahakam, spesies langka khas Kalimantan yang hampir punah

Info lengkap ikan pesut mahakam, spesies langka khas Kalimantan yang hampir punah

PurwakartaOnline.com - Kemunculan ikan pesut mahakam menjadi trending di Twitter wilayah Indonesia, kata 'Mahakam' masuk trending topic tapi yang paling menarik adalah video kemunculan 'kembali' ikan pesut khas Sungai Mahakam yang diisukan hampir punah dan tersisa tinggal 80 ekor saja.

Sebelum kita bahas lebih lanjut tentang ikan pesut, lalu apa saja perbedaannya dengan lumba-lumba, kita simak dulu 3 video berikut. Video yang menjadi trending  di twitter:




Akun twitter bernama Lia (@lia66021802), mengatakan kemunculan ikan pesut adalah hal luar biasa, ikan ini memang hidup di sungai Mahakam, bahkan menjadi ikon dari kota Samarinda, Kalimantan. 

"Moonmaap.. setelah kubaca komen-komen dibawah, inilah pesut langka yang jadi maskot kota mahakam Samarinda Kalimantan Timur, mamalia tsb mmg hidup disitu dn sudah amat jarang menampakan diri, makanya kalo dia muncul adalah hal yang luar biasa, lebih kurangnya mohon di maafkan๐Ÿ™๐Ÿพ๐Ÿ™๐Ÿพ, " tulis Lia.

Dari penelusuran di wikipedia Pesut mahakam bernama Latin Orcaella brevirostris, adalah sejenis hewan mamalia yang sering disebut lumba-lumba air tawar yang berstatus terancam. 

Pesut ini dinamakan Pesut mahakam karena banyak ditemukan di perairan Sungai Mahakam, tetapi kalangan peneliti barat lebih mengenal hewan ini dengan nama Irrawaddy Dolphin. 

Berdasarkan data tahun 2018, populasi hewan ini tinggal 80 ekor saja di perairan sungai-sungai di Kalimantan dan menempati urutan tertinggi dari daftar satwa Indonesia yang terancam punah.

Namun populasi hewan ini justru mengalami peningkatan di Kamboja. Hewan ini dibedakan dari sepupunya Pesut Australia menurut bentuk tengkorak dan siripnya.

Taksonomi ikan pesut mahakam
  • Kerajaan: Animalia
  • Filum: Chordata
  • Kelas: Mammalia
  • Ordo: Cetacea
  • Famili: Delphinidae
  • Genus: Orcaella
  • Spesies: Orcaella brevirostris (Owen, 1866)

Tidak seperti mamalia air lain yakni lumba-lumba dan paus yang hidup di laut, pesut mahakam hidup di sungai-sungai daerah tropis. Populasi satwa langka yang dilindungi undang-undang ini terutama terdapat pada tiga sungai besar di Asia Tenggara yakni Sungai Mahakam, Sungai Mekong, dan Sungai Irrawaddy.

Di Indonesia, hewan ini bisa ditemukan di banyak muara-muara sungai di Kalimantan, tetapi sekarang pesut menjadi satwa langka. Selain di Sungai Mahakam, pesut ditemukan pula ratusan kilometer dari lautan, yakni di wilayah Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. 

Habitat hewan pemangsa ikan dan udang air tawar ini dapat dijumpai pula di perairan Danau Jempang (15.000 ha), Danau Semayang (13.000 ha), dan Danau Melintang (11.000 ha).

Pesut mahakam mempunyai kepala berbentuk bulat seperti umbi dengan kedua matanya yang kecil, mungkin merupakan adaptasi terhadap air yang berlumpur. Tubuh pesut berwarna abu-abu sampai wulung tua, lebih pucat di bagian bawah serta tidak memiliki pola khas. 

Sirip punggungnya kecil dan membundar di belakang pertengahan punggung. Dahinya tinggi dan berbentuk bundar, tidak ada moncong seperti lumba-lumba lain. Sirip dadanya lebar membundar.

Pesut mahakam bergerak dalam kawanan kecil. Walaupun pandangannya tidak begitu tajam dan kenyataan bahwa pesut hidup dalam air yang mengandung lumpur, tetapi pesut merupakan 'pakar' dalam mendeteksi dan menghindari rintangan-rintangan. 

Kemungkinan hewan ini menggunakan gelombang ultrasonik untuk mendapatkan lokasi gema seperti yang dilakukan oleh kerabatnya lumba-lumba laut.

Di Kalimantan, populasi hewan ini terus menyusut akibat habitatnya terganggu, terutama makin sibuknya lalu-lintas perairan Sungai Mahakam, serta tingginya tingkat erosi dan pendangkalan sungai akibat pengelolaan hutan di sekitarnya. 

Kelestarian Pesut mahakam juga diperkirakan terancam akibat terbatasnya bahan makanan berupa udang dan ikan, karena harus bersaing dengan para nelayan di sepanjang Sungai Mahakam.

Fakta-fakata Pesut Mahakam


Sedangkan IDN (26/7/2019) menurunkan artikel denhan judul 'Mengenal 7 Fakta Pesut Mahakam, Lumba-lumba Air Tawar Asli Indonesia'. Dalam artikel ini, ikan pesut disebuta lumba-lumba air tawar.


Ditemukan di Sungai Mahakam

Habitat pesut Mahakam bisa ditebak dengan mudah dari namanya. Lumba-lumba air tawar ini hidup di perairan Sungai Mahakam, sungai terbesar di provinsi Kalimantan Timur dan bermuara di Selat Makassar. Di Indonesia, kamu bisa menemukan pesut ini di muara-muara sungai di Kalimantan, meski kemunculannya semakin berkurang.

Bukan hanya di Sungai Mahakam, pesut ini bisa ditemukan di perairan Danau Jempang, Kabupaten Kutai Barat, Danau Semayang, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Danau Melintang, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Ditemukan pula di Kamboja dan Myanmar

Di luar negeri, pesut Mahakam disebut juga dengan Irrawaddy dolphin. Persebaran pesut ini bukan hanya di Indonesia, tetapi juga negara tetangga seperti Kamboja dan Myanmar. Lumba-lumba ini bisa ditemukan di daerah pantai di Asia Selatan dan Tenggara. Khususnya, di Sungai Ayeyarwady (Myanmar) dan Sungai Mekong di Kamboja dan Laos.

Kerabat terdekat pesut Mahakam adalah pesut Australia (Orcaella heinsohni). Lumba-lumba ini ditemukan di lepas pesisir utara Australia. Perbedaannya, pesut Mahakam memiliki dua warna, sementara pesut Australia memiliki tiga warna kulit. Selain itu, bentuk tengkorak dan sirip kedua spesies ini juga berbeda. 

Ciri-ciri fisik pesut Mahakam

Kamu bisa membedakan pesut Mahakam dan spesies pesut lain lewat identifikasi ciri-ciri fisiknya. Bentuk kepala pesut Mahakam bulat seperti umbi serta mempunyai mata yang kecil. Peneliti mengatakan bahwa ini adalah bentuk adaptasinya terhadap air yang berlumpur. Warnanya abu-abu, bervariasi antara muda sampai tua.

Tubuhnya polos tanpa motif khas, sementara sirip punggungnya kecil dan membundar di belakang pertengahan punggung. Sirip dadanya lebar dan membulat, lalu dahinya bundar serta tak memiliki moncong seperti lumba-lumba lainnya. Panjangnya berkisar antara 1,5 - 2,8 meter dan punya berat badan antara 114 kg sampai 133 kg, menurut Animal Diversity.

Ikan Pesut bisa hidup hingga 28 tahun

Pesut Mahakam adalah karnivora yang memakan ikan, moluska dan hewan krustasea. Hewan ini memiliki umur yang cukup panjang, yakni dapat hidup hingga usia 28 tahun. Bahkan, ada pula yang sanggup hidup hingga usia 30 tahun.

Penyebab kematian pesut Mahakam paling umum adalah terperangkap di jaring ikan. Ketika terperangkap, ia akan kehabisan oksigen dan mati di tempat. Pesut yang terjerat mengalami asphixiation (kekurangan oksigen). Padahal, biasanya pesut muncul ke permukaan air untuk mengambil oksigen.

Bayi pesut Mahakam yang baru lahir berbobot 12,3 kg

Musim kawin pesut Mahakam antara Desember sampai Juni. Pesut jantan akan bersaing dengan pejantan lainnya untuk betina. Lalu, pesut betina akan mengalami periode kehamilan antara 9-14 bulan. Jumlah anak yang dilahirkan hanya satu dalam setiap periode. Padahal, periode kehamilannya hanya setiap 3 tahun sekali.

Organ reproduksi pesut Mahakam akan matang pada kisaran usia 3-6 tahun. Ketika lahir, anakan pesut memiliki panjang 96 cm dan berat badan 12,3 kg. Dalam periode tujuh bulan pertama, anakan pesut akan mengalami pertambahan panjang 59 persen dan bertambah berat hingga 266 persen, ungkap laman Animal Diversity.

Spesies yang tinggal berkelompok

Sama halnya dengan spesies lumba-lumba lain, pesut Mahakam juga tinggal berkelompok. Satu kelompok berisi antara 3-6 pesut. Meski hidup berkelompok, pesut ini juga bersosialisasi dengan kelompok lainnya. Sama halnya dengan lumba-lumba lain, pesut Mahakam juga tergolong sebagai hewan yang cerdas.

Karena hidup berkelompok, tak jarang kita bisa menyaksikan banyak pesut sekaligus yang berenang bersamaan. Ini dimanfaatkan sebagai potensi wisata untuk menarik turis. Ketika sedang berada di Samarinda, kita bisa berwisata dengan kapal wisata yang tersedia. Jika beruntung, kamu bisa menyaksikan pesut di permukaan sungai!

Jumlahnya diperkirakan tinggal 80 ekor di Indonesia

Sedihnya, pesut Mahakam kini diperkirakan tinggal 80 ekor di Indonesia. Sementara, di negara-negara tetangga, jumlahnya pun tak jauh berbeda. Di Sungai Mekong, diperkirakan tinggal 78-91 pesut yang tersisa, ungkap laman Wilderness Classroom. That's why, pesut Mahakam dikategorikan sebagai hewan yang terancam punah.

Pesut Mahakam tak mempunyai predator alami di habitatnya. Justru, manusia adalah pihak yang bertanggung jawab atas kematian pesut Mahakam. Biasanya, pesut akan mati akibat terjerat jaring atau terkena efek dari penangkapan ikan dengan menggunakan dinamit.

Perbedaan Pesut dan Lumba-Lumba




Dilansir dari goodnewsfromindonesia.id (11/12/2019), berikuta adalah perbedaan-perbedaan antara ikan pesut mahakam dengan ikan lumba-lumba pada umumnya.

Nama Ilmiah

Pesut Mahakam
Orcaella brevirostris (Pesut Mahakam)

Lumba-lumba
Delphinus Capensis (Lumba-Lumba Moncong Panjang)

Habitat

Pesut Mahakam
Perairan tawar di India, Indocina, Filipina, Kalimantan dan Australia.

Lumba-Lumba
Lautan seluruh dunia, baik lautan tropis hingga lautan tundra, baik kutub utara maupun kutub selatan.

Bentuk

Pesut Mahakam
Memiliki melon yakni jaringan berlemak dan berminyak di kepala.

Lumba-Lumba
Bentuk tubuh seperti torpedo (streamline) yakni panjang dan ramping serta dahinya melandai.

Moncong

Pesut Mahakam
Moncongnya tidak khas.

Lumba-Lumba
Memiliki moncong yang panjang, ramping dan menonjol serta di tenggorokanya terdapat sepasang lekukan.


Sirip

Pesut Mahakam
Sirip punggung yang terletak dua pertiga posterior di punggung yang pendek, tumpul dan segitiga. Sirip tangan yang panjang dan lebar.

Lumba-Lumba
Tanpa sirip belakang dan memiliki sirip punggung yang tegak. Sirip depannya menegecil dan memiliki sebuah ekor horisontal yang kuat untuk bergerak seperti baling-baling perahu.

Warna Tubuh

Pesut Mahakam
Memiliki tubuh berwarna cerah dan pada bagian bawah cenderung berwarna putih.

Lumba-Lumba
Memiliki tiga pola warna yaitu abu-abu gelap pada bagian punggung, abu-abu terang pada bagian samping dan abu-abu putih di bagian perut.

Ukuran Tubuh

Pesut Mahakam
Pesut dewasa beratnya dapat mencapai 130 kg dengan panjang 2,3 meter hingga 2,7 meter.

Lumba-Lumba
Lumbah-lumba moncong panjang dewasa memiliki berat antara 80hingga 250 kg dengan panjang antara 1,9 sampai 2,5 meter.

*Sumber: wikipedia, IDN, KKP dan Twitter

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Purwakarta Online | All Right Reserved