-->

Thursday, June 11

Gara-gara mengganggu, pemuda Purwakarta sulap eceng gondok jadi pakan ternak

Gara-gara mengganggu, pemuda Purwakarta sulap eceng gondok jadi pakan ternak

cara-buat-eceng-gondok-untuk-pakan-ternak-bebek-domba-purwakarta-ara-giwangkara-badrudin-gyan-wawan-cadassari

PurwakartaOnline.com – Pemuda di Purwakarta secara produktif menyulap eceng gondok yang mengganggu menjadi pakan ternak.

Menurut tagar.id ada beberapa dampak negatif dari pertumbuhan eceng gondok, diantaranya sebagai berikut:

  • Mengurangi Jumlah Oksigen dalam Air
  • Perairan Menjadi Dangkal
  • Mengurangi Jumlah Air
  • Mengganggu Lalu Lintas di Perairan
  • Meningkatnya Habitat Baru
  • Merusak Keindahan Perairan


Adalah Badrudin, M. Ara Giwangkara, Wawan dan Aa Gian mereka berempat berusaha mengakali eceng gondok yang selama ini cukup mengganggu.

Caranya yaitu dengan mengolah eceng gondok tersebut menjadi pakan ternak.

Sebagai inisiator, M. Ara Giwangkara dan Badrudin sangat beruntung, karena segera mendapat respon positif yang diperlukan.

Diantaranya yakni respon dari Wawan, Kepala Desa Cadassari Kecamatan Tegalwaru dan Pendamping Lokal Desanya yaitu Gyan Teja (Aa Gian)

Wawan memberikan modal dan fasilitas yang diperlukan dalam uji coba pengolahan eceng gondok tersebut.

Badrudin, petani KTNA dan Pendamping Lokal Desa (PLD) di Kecamatan Maniis dikenal sebagai petani muda yang hobi dengan pengambangan teknologi.

Dalam video berikut, tampak Badrudin sedang memaparkan cara pembuatan pakan ternak untuk bebek dan domba. Simak video singkat berikut:



Menurut Badrudin, pakan ternak ini diolah dengan beberapa bahan lain. Diantaranya dalah molase, ikan asin limbah dan dedak (hu’ut).

“(eceng gondok) difermentasi, ada bahan lain seperti hu’ut (dedak), keong, molase juga ditambah ikan asin be’es (limbah),” terang Badrudin.

M. Ara Giwangkara yang juga merupakan salah satu Tenaga Ahli (TA) di P3MD Kabupaten Purwakarta mengaku senang dengan perkembangan saat ini.

Pasalnya, pengolahan eceng gondok akan bermanfaat besar bagi lingkungan di dua waduk yang ada di Purwakarta, yaitu Waduk Cirata dan Waduk Jatiluhur.

“Alhamdulillah, uji coba pakan alternatif dari Eceng Gondok sudah bisa dimakan ternak,” ujar Ara.



Untuk dijadikan pakan caranya yaitu dengan mencampur eceng gondok yang telah dicacah menjadi potongan kecil-kecil, dicampur dengan konsentrat.

Berikut adalah postingan status akun facebook M Ara Giwangkara:



Dimaksudkan agar dapat menurunkan kadar air dari eceng gondok tersebut.

Kemudian mengawetkan dengan bantuan bakteri asam laktat yang bias menurunkan PH dan membuat pakan menjadi awet.

Eceng gondok (Eichhornia crassipes Martius (Solms-Laubach) merupakam tumbuhan air perennial atau tahunan.

Ia masuk kedalam jenis Pontedericeae yaitu salah satu anggota tumbuhan berbunga yang berasal dari lembah Amazon, Amerika Selatan.

Sejak akhir tahun 1800-an, Eceng gondok telah menyebar ke seluruh dunia sebagai tanaman hias di negara-negara tropis maupun subtropis dan negara yang bersuhu hangat.

Eceng gondok memiliki produktifitas dan pertumbuhan yang paling cepat di antara seluruh tanaman air, dimana hal ini dapat menurunkan ekosistem air dan mengurangi manfaatnya (Hill, dkk. 2011).

Eceng gondok (Eichhornia crassipes) umumnya dianggap sebagai gulma yang tumbuh banyak hampir di semua perairan daerah tropis maupun subtropis dan tumbuh pula di Indonesia.

Sebagai gulma air, eceng gondok mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan cepat dalam berkembang biak.

Tumbuhan ini hidup terapung pada permukaan air atau mengembangkan perakarannya di dalam lumpur.

Sehingga dalam waktu singkat dapat menutupi permukaan air dan mengakibatkan menurunnya ekosistem perairan di sekitarnya.

Eceng gondok dapat menghilangkan keberadaan tumbuhan asli didalam perairan tersebut.

Tanaman ini dapat menyebabkan berkurangnya kandungan oksigen, menutupi masuknya cahaya, suhu dan PH sehingga memberikan kerugian untuk ekosistem di bawahnya.

Tingginya kandungan kalisum berguna untuk menetralkan asam organik hasil metabolisme (seperti asam oksalat) yang bersifat racun bagi ternak.

Selain itu, dilaporkan pula dalam daun eceng gondok diperkaya dengan kandungan karotennya yang cukup tinggi sekitar 109.000 IU/100 gram (Marlina dan Askar, 2001).

Kelebihan eceng gondok lainnya yaitu mempunyai kandungan nutrisi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan alternatif ternak.

Karena adanya kandungan pigmen karotenoid terutama pigmen β-karoten dan xantofil (Setiawan, dkk. 2013).

_________
Sumber:

  • Facebook M. Ara Giwangkara
  • kambing joynim

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Purwakarta Online | All Right Reserved