-->

Monday, June 15

Faktor-faktor penghambat ide menulis

Faktor-faktor penghambat ide menulis




Pernahkah anda satu ketika ngeblank, kehilangan ide sama sekali. 

Mau nulis, bingung apa yang hendak ditulis. Akhirnya, diam terpaku tidak melakukan apa apa.

Pernahkah anda, merasakan kehilangan cerita untuk dinarasikan dalam sebuah tulisan?

Hingga mentok dalam satu paragraf dan tidak bisa meneruskan ke paragraf berikutnya.

Pernahkah anda berada dalam kepakuman berbahasa akibat gagasan yang semula berjejal di kepala, tiba tiba sirna.

Ya, saat sekarang ini saya tengah berada dalam situasi di atas. Sejak saya ikut tantangan menulis di gurusiana, 13 tulisan saya sudah berhasil saya upload di akun gurusiana milik saya. 

Tiba saat saya akan menulis untuk tantangan ke 14, entah kenapa otak saya split kehilangan ide dan gagasan untu saya tuliskan.

Media gurusiana telah berhasil membuka pengalaman baru. Belum pernah saya merasakan situasi dimana setiap harinya saya harus meluangkan waktu saya untuk membuat minimal satu tulisan.

Antara tertantang dan terlecut semangat untuk produktif. Kedua peraaan tersebut telah mengisi ruang sadar di otak ku selama Ramadhan ini.

Tidak setiap orang mampu menulis. Ada orang yang kemampuan bernarasi secara oral di atas rata rata, tapi lemah dalam menulis. 

Ada juga yang sebaliknya, mampu menulis, namun lemah dalam menceritakan isi tulisannya secara oral. Ada juga yang kemampuan keduanya luar biasa. 

Ya, itulah kesan saya dalam mengikuti tantangan media gurusiana ini. 

Entah, saya termasuk kategiri yang mana, yang jelas saya sejak ikut tantangan ini, mencoba belajar untuk rajin menuliskan apa yang ada di kepala ku.

Gagasan atau ide adalah istilah yang dipakai baik secara populer maupun dalam bidang filsafat dengan pengertian umum "citra mental" atau "pengertian". 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ide/gagasan adalah rancangan yang tersusun di pikiran.

Dalam ilmu filsafat, gagasan atau ide biasanya merujuk pada gambaran perwakilan mental suatu objek. 

Gagasan juga dapat menjadi konsep abstrak yang tidak mewakili gambaran mental.

Dari pengalaman ikut tantangan media gurusiana, saya dapat menyimpulkan, ternyata terkadang saat kita merasa berada di waktu yang tepat untuk menulis kita mengalami kebuntuan ide atau tiba-tiba saja kehilangan ide untuk menulis. 

Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor yang sering mengganggu konsentrasi. 

Faktor-faktor yang sering mengganggu tersebut adalah sebagai berikut :


1. Faktor Mental

Faktor mental seringkali menjadi penyebab hilangnya konsentrasi dalam melakukan suatu pekerjaan, salah satunya menulis.

Kondisi mental yang tidak baik atau biasa disebut bad mood dapat membuat semangat untuk menulis langsung menurun drastis. 

Hal ini sangat tidak baik jika kita remehkan, karena sesuatu yang dikerjakan dalam bad mood memberikan ahsil yang tidak bagus juga.


2. Faktor Kesehatan

Penyebab kedua kita tidak bisa fokus dalam menulis adalah fackor kesehatan. 

Kondisi tubuh yang tidak fit sangat tidak dianjurkan untuk melakukan aktifitas berat, termasuk menulis.

Terlalu tergesa-gesa dalam menulis terkadang membuat kita mengesampingkan kesehatan kita. 

Ujungnya saat akan mulai menulis, kondisi tersebut akan mengakibatkan konsentrasi tidak akan terpusat pada kegiatan menulis, melainkan pada kondisi tubuh yang tidak sehat tersebut.


3. Faktor Lingkungan

Faktor ketiga yaitu faktor lingkungan sekitar, yaitu kondisi tempat kita melakukan aktifitas menulis. 

Kita tidak akan menyadari bahwa keadaan tempat kerja kita yang tidak kondusif juga membuat konsentrasi kita saat akan menulis menjadi hilang.

Contohnya kondisi sekitar kamar tempat kita kerja ataupun rumah kita tidak kondusif atau rebut karena tetangga menyalakan musik terlalu kencang, dan lain sebagainya.

Walhasil, ide atau gagasan ternyata determinant faktor dalam menulis. 

Tanpa ada itu, kita akan kesulitan untuk bernarasi melalui tulisan. 

Membaca, adalah hal penting yang harus dilakukan untuk kita dalam memulai menulis.

Wallahu A'lam.

Sumber: ramlanmaulana.gurusiana.id (21/5/2020)

Tulisan lain oleh Ramlan Maulana

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Purwakarta Online | All Right Reserved