-->

Saturday, June 27

Aksi Mahasiswa tolak tambang di Madura, dibalas aksi represif oknum polisi

Aksi Mahasiswa tolak tambang di Madura, dibalas aksi represif oknum polisi

PurwakartaOnline.com - Aksi Mahasiswa menolak tambang galian C di Madura ditanggapi dengan tindakan diluar dugaan oleh oknum aparat Kepolisian setempat.

Menurut KoranMadura.com (Kamis, 25/6/2020) ada 3 orang Mahasiswa yang terluka dan dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat.

Ketiga korban bernama Ficky, Yasin dan Khairul Umum, merupakan anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

Kejadian ini muncul menjadi isu nasional, di twitter masuk trending topic Indonesia.

Beragam tanggapan muncul dengan berbagai cuitan, dengan hastag #PMIIBergerak.

Sebuah akun bernama Akuuu (@gasukabuncis) mengunggah video dengan caption yang sangat menohok.

"Tugas maha besar generasi kita adalah mewariskan toleransi bukan kekerasan. Bukan karena kau aparat berseragam bisa se enak udel you, maen pukul-pukul lu kira gentong maen pukul Itu kepala orang. woyyyy Percuma seragamnya lepaslepassssss," tulis @gasukabuncis.

Akun twitter bernama Wildan Ainur (@wildanainur1) memberikan anjuran terhadap oknum polisi untuk cuti jika tidak bisa menahan emosi.

"Untuk kakak-kakak yang berseragam polisi, kalau tak mampu menahan emosi mending ambil cuti saja jika ada aksi demonstrasi," tulis Wildan Ainur.

Kemudian masih dengan hastag yang sama, Cak (@Anisyaaa19) menyatakan dirinya mengutuk keras aksi premanisme oknum Kepolisian.

"Mengutuk keras aksi premanisme oknum polisi Pamekasan kepada kader PMII saat aksi tolak tambang galian C Ilegal di depan Pemkab Pamekasan,"

Selanjutnya Muhamad Isa Idris (@MuhamadIsaIdris) mempertanyakan pemahaman hukum yang dimiliki oknum  polisi yang melakukan tindak kekerasan.

"Dia faham aturannya gak sih? Masa iya penegak hukum tidak faham hukum," tulis Muhamad Isa.

Alfin Lekgung 02 (@AlfinLekgung021) menyebut ada banyak tambang galian C ilegal di Pamekasan, Madura.

"Beroperasinya ratusan tambang galian C ilegal itu membahayakan penduduk di sekitar tambang. Bahkan ada beberapa titik tambang galian C yang longsor dan menutup akses penduduk," tulis Alfin.


  (ris)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Purwakarta Online | All Right Reserved