Kangkung, salah satu lalapan saat ngaliwet


Oleh: Hasan Sidik

Ini adalah tips agar prosesi ngaliwet berjalan mulus dan khidmat.

Dalam setiap areal pertanian yang saya garap, saya selalu menyisipkan beberapa jenis tanaman pelengkap, namun wajib ada.

Pertama, cengek. Sekalipun tanaman utama saya bawang daun, saya pasti nanam cengek, lima atau 10 pohon.

Biasanya memanfaatkan lahan di pinggir yang tak terpakai. Tujuannya, agar kalau saya mau nyambel itu ga susah. Tinggal petik.

Kedua, bawang daun. Saya terpesona dengan tanaman daun ini. Indah, sejuk, dan kalau mau goreng telor, gak susah nyari bumbu.

Ketiga, kangkung. Ini sayuran sejuta umat. Kita pergi ke resto se-elit apapun, biasanya pelengkap lauk pauk hidangan kita, kalau tidak karedok ya cah kangkung.

Tanaman yang mudah dibudidayakan ini menghipnotis saya untuk selalu menanamnya, di manapun.

Keempat, sereh. Rempah yang satu ini, saya biasa tanam sebagai pagar hama pada tanaman utama saya.

Tanaman wangi ini berguna juga untuk bumbu liwet. Ajib loh. Dan, jadi hiasan juga untuk jalan dan pekarangan rumah.

Kelima, kemangi atau urang Sunda menyebutnya surawung.

Selain untuk lalap, tanaman ini bisa untuk bumbu kukusan ikan, jamur, dan pais-paisan lainnya. Kemangi juga bagus untuk menghalau hama tanaman.

Itulah lima tanaman yang saya sisipkan di setiap farm yang saya garap.

Semoga kebiasaan ini menular kepada teman-teman, agar jika saya bertandang ke farm teman-teman, lalu saya kepengen ngaliwet, tidak hararese nyari cengek, sereh, surawung.

Agar ritual liwet bisa terlaksana sebagaimana mestinya.

_____
Warta Warga

Penulis adalah aktivis sosial-masyarakat desa, petani, pengusaha dan dikenal luas sebagai aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post