20 April 2020

Hasan Sidik

Oleh: Hasan Sidik, SE.,

Masa depan itu dipersembahkan hanya bagi mereka yang percaya.

Sekilas, potongan kalimat itu kerap kita dengar dalam seminar-seminar motivasi.

Benar. Motivator mengkonstruksi pendengarnya untuk percaya dengan segala mimpi yang dimiliki.

Sedemikian pentingnya sikap percaya, maka dalam beragama pun, intisari ajarannya ialah soal kepercayaan, soal iman.

Manusia dihitung, dihisab, diperjelas status kemanusiaannya alatan iman yang dimilikinya.

Bagaimana jika tidak percaya? Sulit di dunia ini bagi siapapun untuk tidak memiliki kepercayaan.

Bahkan atheis sekalipun. Atheis itu kepercayaannya ialah tidak percaya dengan Tuhan. Sementara kaum theisme percaya Tuhan itu eksis.

Bahkan, dengan segala doktrin yang dimiliki, golongan atheis melakukan upaya dan propaganda, agar pengikutnya percaya, bahwa Tuhan itu tiada.

Mereka membangun struktur berfikir. Karl Marx umpamanya. Ia menyusun narasi, bahwa inti kehidupan di dunia ini tidaklah lebih dari sekedar materi.

Upaya agar manusia percaya dan tidak percaya memerlukan kepercayaan. Sehingga, disusunlah berbagai doktrin atau ajaran.

Jika demikian, saat kita memiliki mimpi yang hendak diraih, percayalah bahwa mimpi itu bisa digenggam.

Jika Anda tidak percaya, sama saja Anda percaya bahwa mimpi itu mustahil bisa diraih.


Percayalah..

_____
Warta Warga
Hasan Sidik adalah aktivis sosial-masyarakat desa, petani, pengusaha dan dikenal luas sebagai aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
your advertise here

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post
 
- -->