-->

Sunday, April 19

Covid-19, Guru Honorer dan Guru Ngaji. Dampaknya tanggungjawab siapa...??

Covid-19, Guru Honorer dan Guru Ngaji. Dampaknya tanggungjawab siapa...??

KH. Hadi M. Musa Said, M.Si. 

Oleh: Hadi M. Musa Said, M.Si.,

Sengaja judulnya dibuat panjang biar jelas dan gamblang. Ini adalah persoalan bersama di Masyarakat yang harus disampaikan dan diketahui oleh Pemerintah baik Pusat ataupun Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten Kota.

Karena hal ini sudah menghawatirkan dan harus segera ada penanganan serius serta solusi yang baik. 

Pemerintah harus kita ingatkan jangan pilih-pilih pada profesi tertentu aja yang dicarikan solusi dan dibantu, semua juga warga Negara Indonesia.


Guru Honorer dan Guru Ngaji

Semua profesi adalah mulya dihadapan Tuhan walaupun kadang kita sendiri yang sering membeda-bedakanya. 

Corona pasti berdampak pada siapapun, semua Profesi tak terkecuali Guru Honorer dan Guru Ngaji.

Saya akan fokus ke profesi guru honorer dan guru ngaji, karena kebetulan saya ikut mengelola lembaga Pendidikan.

Dan saya Juga menjadi pengurus Forum Sillaturrahim Guru Ngaji (FSGN Nusantara) yang ada di Jawa Barat, yang dipimpin oleh Abah Cipulus, KH. Adang Badruddin, Pengasuh Ponpes Cipulus Purwakarta.
Forum Silaturahmi Guru Ngaji 


Guru Honorer adalah Guru yang mengajar pada lembaga Pendidikan sekolah umum ataupun sekolah yang berbasis keagamaan atau diniyyah.

Yang biasanya pembiayaannya sebagian besar dari iuran Wali siswa/wali Santri yang dikelola oleh Lembaga atau yayasan.

Tentu pemerintah juga membantu, lewat BOS itu yang sekolah umum untuk menompang kebutuhan 20-30%. 

Sementara yang sisanya biasanya dari iuran SPP atau donasi lain yang tidak mengikat. 

Beda lagi kalau yang diniyyah keagamaan atau Guru Ngaji di madrasah-madrasah diniyyah, majelis-majelis taklim dan lainya, setahu saya belum ada peran Pemerintah, mungkin saya salah.

Tentu dengan adanya Covid-19 ini, berdampak pada orang tua siswa yang terganggu mata Pencaharianya, tidak bisa melaksanakan kewajibannya seperti biasa. 

Karena pekerjaannya terganggu dan kami sangat memakluminya, karena kebanyakan wali siswa/santri secara ekonomi adalah menengah kebawah.

Sementara kebutuhan Guru-guru Honorer dan Guru Ngaji juga harus tetap diperhatikan.

Disisi lainya adalah dampak Covid-19 ini luar biasa, yang perlu diwaspadai adalah meningkatnya kejahatan di masyarakat. 

Adalah wajar karena ekonomi mereka sangat terbatas dan terganggu. 

Jangankan mereka yang kerja harian, kerja hari ini untuk kebutuhan hari ini, profesi lainya juga pasti berefek, semua punya resiko.

Mungkin hanya level PNS dan yang berkaitan dengan yang digaji oleh Negara saja yang paling aman.

Pengusaha sekalipun pasti terkena dampaknya, kita saja yang mengelola lembaga pendidikan swasta terkena dampak yang luar biasa.

Untuk tetap bisa bertahan dan menghonor para pengajar kita harus pinjam sana-sini.

Yang terpenting mereka bisa tetap mendapatkan honor walaupun sistem pengajaran tidak seperti biasa, lewat online, tapi honorkan harus tetap dibayarkan.

Saya yakin hampir semua juga merasakan apa yang kita alami saat ini, mungkin tidak mau bersuara karena toh sama saja. 

Mudah-mudahan ini bisa mewakili sebagian yang lain, kami berharap ini harus menjadi perhatian pemerintah sangat serius.

Soal teknis dan sekemanya kita serahkan pada Pemerintah lewat Kementrian yang bersangkutan kementrian Pendidikan Nasional dan Kementrian Agama untuk menindak-lanjutinya.

Disisi lain kita harus tetap mempertahankan para honorer atau karyawan lainya.

Tapi disisi lain kemampuan kita sangat terbatas, begitu juga sektor yang lain pasti tidak jauh berbeda, pedagang kaki lima, karyawan pabrik, petani dan ekonomi bersekali mikro,

Ada lagi dampak kaum urban yang kembali ke desa-desa karena di kota sudah tidak bisa usaha atau bekerja.

Mudiknya beberapa orang yang selama ini merantau tentu menjadi persoalan baru di kampung dan desa.

Munculnya pengangguran baru yang menumpuk di kampung-kampung tentu akan memunculkan persoalan sosial serius. 

Mungkin pemerintah sudah mengantisipasi dengan sebagian menganggarkan dana desa sampai 30% untuk penanganan berdampak corona.

Tapi sejauh mana itu bisa menjangkau masyarakat?

Selanjutnya kita bisa melihat kejahatan baru, kriminal muncul karena memang mereka butuh menyambung kehidupannya. 

Ada celotehan di masyarakat lebik baik mati karena sebab yang lain dari pada harus mati karena kelaparan.

Inikan sangat membahayakan kalau tidak ditangani dengan baik dan benar.

Saya pribadi sudah menyampaikan ke beberapa pengambil kebijakan walaupun tidak langsung karena keterbatasan akses. 

Hanya bisa lewat orang-orangnya atau jalur lain yang sekiranya bisa disampaikan keluhan dari masyarakat secara umum.

Tapi sampai saat ini memang belum ada tanggapan yang serius yang bisa menjadi solusi dan jalan keluar, semua masih sibuk mengurusi corona yang makin genit.

Wabah Corona ini betul-betul mematikan sebagian besar aktivitas manusia, secara Ekonomi, Pendidikan, Keagamaan, Sosial dan lainya.

Pemerintah harus segera mengambil langkah konkrit untuk mengatasi ini, jangan sampai terlambat dan munculnya ledakan di Masyarakat. 

Jangan hanya masyarakat perkotaan saja yang diperhatikan, apalagi ada persepsi Pemerintah hanya menganak-emaskan profesi tertentu saja.

Masih banyak profesi lain yang harus diperhatikan dan dibantu karena dampak corona sekarang sudah masuk ke pedesaan.

Di kampung-kampung, yang justru sangat mengkhawatirkan karena apabila terjadi ledakan di desa-desa mereka tidak terjangkau pada pusat-pusat kesehatan.

Hal inilah yang harus diantisipasi sangat serius karena kebanyakan masyarakat pedesaan belum tahu cara penangananya.

Mereka tahunya bahwa kalau ada yang sakit ya dianggapnya sakit biasa.

Kembali ke kejahatan yang meningkat karena keterbatasan kebutuhan bagi sebagian orang harus betul-betul di antisipasi dan ditangani secara baik supaya kita bisa menghindarinya. 

Kesehatan Rakyat perlu diperhatikan serius karena ini kaitannya dengan Soal kemanusiaan.

Kewajiban Pemerintah hadir ditengah Rakyatnya dan Undang-undang menjaminnya.

Begitu juga Ekonomi Rakyat harus tetap berjalan dengan baik untuk menghindari benturan dan gesekan di masyarakat secara luas.

Semua Profesi itu mulya, Guru Honorer, Guru Ngaji, pedagang kaki lima, Petani, karyawan Pabrik Dan lainya.

Semua berhak mendapatkan layanan dan bantuan terbaik dari Pemerintah.

Berapa pun mahalnya harga yang harus dibayar oleh Negara itu belum sebanding dengan Perjuangan mereka untuk tetap menjaga, Merawat dan mencintai Negeri Indonesia.

Wallahu A'lam bishowab

_____
Warta Warga
Penulis adalah pimpinan pondok pesantren Al-Badar, Cipulus, Wanayasa, Purwakarta.
  • Ketua PP GP Ansor
  • Humas FSGN Nusantara
  • Ketua PP GP Ansor
  • Cipulus Purwakarta
  • Khadam JAM PMII NUsantara

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Purwakarta Online | All Right Reserved