Seminar Internasional di Cipulus, Purwakarta. Membuka wajah islam yang sebenarnya


PurwakartaOnline.com - Hari ini (Kamis, 5/6/2020) dilaksanakan Seminar Internasional bertajuk 'Wajah Islam Indonesia, Wajah Perdamaian Dunia'.

Sebuah seminar umum yang menjadi sangat penting sebagai 'dialog internal' umat muslim lintas negara, dengan tujuan membumikan islam yang 'Rahmatan lil Alamin'.

Menjadi kontra isu, bagi isu-isu negatif tentang islam yang berkembang di dunia. Dimana islam diisukan memiliki paham radikal dalam ajaran agamanya.

Wakil Ketua PP GP Ansor, KH. Hadi Musa Said, M.Si., menegaskan bahwa dialog antar umat islam perlu dilakukan. Mengingat isu yang berkembang di Barat sudah cukup mengkhawatirkan.

"Bagaimana sih wajah islam yang sebenarnya, sesama kita harus dialog. Agar isu (negatif) yang berkembang bisa ter-counter," ujar Hadi Musa.

"Saling menguatkan, kita dan intelektual (islam) dari Inggris duduk bersama. Santri kita juga harus paham dengan isu seperti ini," lanjut Hadi Musa.

Lokasi seminar di Aula Utama Al-Badar, Pondok Pesantren Al Hikamussalafiyah, cipulus, Purwakarta.

Acara telah berlangsung pagi tadi sejak pukul 9.00 WIB, dihadiri banyak kalangan terutama para santri.

Selain pimpinan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, KH. Adang Badrudin, akan hadir pula tokoh intelektual muslim dari Inggris yakni Paul Salahudin Amstrong, Ketua Association of British Muslim, yang juga merupakan tokoh Tarekat Naqsabandiyah di Inggris.

Kemudian akan hadir pula Syeikh Mohammad Abbasi, seorang Social Media Advisor di Parlemen Inggris. Beliau juga menjabat Direktur Association of British Muslim.

Dijadwalkan pula akan hadir para tokoh pemerintah seperti Hj. Anne Ratna Mustika, SE., Bupati Purwakarta, DR. H. Moch. Ridwan Kamil, S.T., M.U.D., Gubernur Jawa Barat.

Seminar ini dibuka untuk umum dan gratis. Terselenggara atas kerjasama beberapa pihak, diantaranya Bank BJB Syariah, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Fatayat NU, Lembaga Pendidikan Al-Badar dan Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyah, serta banyak pihak lainnya. (ezs)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post