'Budug Simetris', penyakit misterius yang sangat langka dialami Pepep Supri

Inanx, penderita Budug Simetris

PurwakartaOnline.com - Seorang pria berusia 39 tahun asal Purwakarta menderita sebuah penyakit kulit, ia menyebutnya sebagai Budug Simetris.

Pria bernama Pepep Supriatna atau biasa dipanggil Inanx (Inang) ini merasa aneh dengan penyakitnya tersebut.

Yang sangat menarik adalah posisi gatal dan bentol yang muncul selalu seimbang antara bagian tubuh sebelah kanan dan kiri.

"Kalo tangan kiri sebelah sini gatal dan bentol, (tangan) yang kanan juga gatal dan bentol. Posisinya persis sama sebelah sini. Simetris begitu," ujar Inanx sambil menunjukan lokasi gatalnya (6/3/2020).

"Karena selalu bersamaan (sebelah) kanan-kiri. Saya bilang penyakit kulit ini, budug simetris," tutur Inanx sambil tertawa.

Inanx sudah berobat di mana-mana, yang medis maupun alternatif. Namun dari semua diagnosa yang ia dapat, belum ada yang memuaskan.

"Saya berobat sudah ke dokter, rumah sakit, yang alternatif juga sudah. Tapi tidak ada keterangan yang jelas mengenai penyakit ini," tutur Inanx.

Penyakit Kulit

Budug Simetris di kaki Inanx
Penyakit kulit ini berupa bentol-bentol kecil, seperti eksim pada umumnya. Sebagaimana oleh seorang dokter sebutkan saat Inanx berobat.

"Dokter bilang ini eksim kering," ujar Inanx.


Saat rasa gatal datang, lalu digaruk maka rasa gatalnya akan semakin menjadi-jadi. Disaat seperti itu Inanx biasanya segera menghangatkan bagian tubuh yang gatal dengan 'siduru' (duduk di depan tungku).

"Pas gatal terus digaruk, malah semakin gatal. Gak bisa berhenti, paling reda dihangatkan depan hawu (tungku)," terang Inanx menjelaskan.

Awal mula budug simetris
Suatu hari sekitar tahun 2005, Inanx sedang bekerja di kebun. Tiba-tiba kakinya terasa gatal, tidak curiga sedikitpun, karena saat di kebun sudah biasa banyak nyamuk atau ulat bulu.

Kemudian setelah pulang, rasa gatalnya semakin parah. Ia menggaruk terus-menerus, hingga timbul bentol kecil-kecil.

Bentol tersebut berbeda dengan bentol biasa, karena bentol terletak berhimpitan dan teksturnya cukup keras. Lama-lama bentolan berubah warna menjadi agak hitam.

Tidak menular
Meskipun merasa sangat jengkel dengan penyakit kulit yang dideritanya, Inanx mengaku bersyukur penyakit anehnya tersebut tidak menulari orang-orang di sekelilingnya.

"Sudah hampir 15 tahun saya begini (menderita Budug Simetris). Terkadang saya kesal dengan keadaan ini,"

"Tapi saya juga merasa beruntung, budug simetris ini tidak menular," lanjut Inanx.

Tidak putus asa
Hingga saat ini, Inanx mengaku tidak pernah putus asa dengan penyakit misterius yang dideritanya. Ia masih terus mencari pengobatan dan solusi untuk penyakit tersebut.

Ia minta doa semuanya agar Ia senantiasa diberi kesabaran dan ketabahan, dalam menghadapi apa yang ia sebut sebagai ujian dari Tuhan.

"Moal putus asa abdi mah, ieu cobaan ti Allah (SWT). Mugi abdi tiasa sabar na, yakin aya hikmah na," pungkas Inanx dengan senyuman manisnya. (hfz)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post