-->

Thursday, February 27

Terlalu seksi, Dokter cantik ini dicabut izin praktiknya!

Terlalu seksi, Dokter cantik ini dicabut izin praktiknya!

dokter-cantik-seksi-sexy-doctor-nurse-purwakarta
Nang Mwe San, dokter cantik dicabut izin karena terlalu sering unggah foto seksi. Foto: Instagram

PurwakartaOnline.com - Apa jadinya jika bertemu dengan Bu Dokter cantik dan seksi? 

Ya gak apa-apa, yang penting gak seronok saat menjalankan tugas (katanya).

Kali ini sedang beredar hangat di media-media tanah air juga media luar negeri tentunya. 

Seorang perempuan berprofesi dokter dicabut izin praktiknya di Myanmar.

Alasan pencabutannya adalah karena dokter itu karena sering mengunggah foto seksi dirinya sendiri di media sosial. Sebagaimana dilansir dari brito.id (27/2/2020)

Disinyalir, pihak berwenang di Myanmar menilai aksinya tersebut pun membuat resah hingga akhirnya menarik izin praktik dokter cantik tersebut.

Dokter sekaligus model tersebut pun tak terima atas keputusan pemerintah. 

Berikut adalah tautan instagram @nangmwesan, yang menampilkan salah satu postingannya.

Tentu kami pilihkan foto yang tidak terlalu seronok. Jadi jangan klik gambarnya ya!




Lihat postingan ini di Instagram

Sebuah kiriman dibagikan oleh Nang Mwe San (@nangmwesan) pada

Brito.id mengutip dari The Star, Nang Mwe San (29) asal Myanmar telah bekerja sebagai dokter umum selama 5 tahun dan merambah menjadi model sejak tahun 2017. 

Pencabutan izin medis Dokter Nang Mwe San oleh Dewan Medis Myanmar karena dianggap gaya berpakaiannya bertentangan dengan budaya dan tradisi Myanmar pada Senin (3/6/2019).

Diketahui, Mwe San kerap mengunggah foto dirinya sendiri menggunakan bikini dan pakaian terbuka di akun Facebook-nya.

Sedangkan dibawah ini adalah tautan facebook Nang Mwe San, sama kami pilihkan foto yang tidak terlalu vulgar.

Ingat, sebaiknya anda jangan klik tautan gambarnya ya! Cukup tahu aja.




"Saya juga tidak akan berpakaian seperti itu ketika saya menangani pasien," kilah Nang Mwe San.

Dikabarkan, Nang Mwe San akan mengajukan banding atas putusan tersebut, Sabtu (15/6/2019). 

Dia menilai putusan tersebut menghalangi kebebasan selaku pribadi.
"Keputusan ini tidak bisa diterima dan saya akan mengajukan banding terhadap dewan dalam waktu satu bulan," terangnya.

Ia mengaku tak memakai pakaian tersebut saat melaksanakan tugas sebagai dokter atau bertemu pasien. 

Serta menurut Nang Mwe San, tidak ada aturan khusus atau batasan berpakaian dalam etika medis. (car)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Purwakarta Online | All Right Reserved