-->

Sunday, February 16

Tanaman Opium, ibu dari beberapa Narkotika

Tanaman Opium, ibu dari beberapa Narkotika

tanaman-opium-cara-mengolah-pasar-fungsi
Tanaman opium. Gambar: Manado Tribunnews


PurwakartaOnline.com - Opium, morfin, heroin dan sabu-sabu adalah jenis narkotika yang berasal dari tumbuhan yang sama. Satu tahap pengolahan menghasilkan jenis narkotika lainnya.


Opium

Opium berasal dari kata oh-pee-oyds, yang disebut dengan opioid dan lebih dikenal dikalangan masyarakat sebagai opium.

Merupakan tanaman yang hanya dapat dibudi-dayakan di pegunungan kawasan sub-tropis dan memiliki nama latin yaitu Papaver Somniferum.

Papaver Somniferum tergolong sebagai tumbuhan perdu dengan ciri-ciri memiliki bunga yang mencolok, memiliki getah dan biji bulat berbentuk kapsul. 

Getah tersebutlah yang menjadi bahan mentah untuk membuat narkotika seperti morfin, heroin dan sabu-sabu.


Morfin

Getah kering dari irisan biji mentah Papaver Somniferum atau dinamakan poppy menghasilkan morfin. 

Kata Morfin berasal dari kata morpheus (dewa mimpi) adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat yang ditemukan pada opium. 

Morfin dalam bentuk serbuk biasanya digunakan untuk penghilang rasa sakit.

Namun morfin sering disalahgunakan sebagai candu dengan cara disuntik, atau diminum apabila sudah dalam bentuk kapsul. 

Morfin bekerja langsung pada sistem saraf pusat dengan efek samping yaitu penurunan kesadaran, euforia, rasa kantuk, lesu dan kaburnya penglihatan.


Heroin

Sementara itu, heroin adalah hasil sintesis diasetilmorfin yang merupakan derivasi senyawa morfin. Senyawa tersebut berbentuk kristal bewarna putih. 

Pada tahun 1898 ilmuwan Jerman bernama Heinrich Dreser ingin menemukan obat penghilang rasa sakit yang tidak menimbulkan efek kecanduan seperti morfin.

Setelah mengalami beberapa percobaan, heroin pada waktu itu dipercaya dapat mengobati penyakit yang berhubungan dengan pernapasan seperti bronchitis, asma dan tuberculosis (TBC).

Namun keganjilan timbul dikalangan masyarakat karena permintaan obat yang sangat meningkat.

Akhirnya disimpulkan bahwa ternyata heroin menimbulkan efek kecanduan yang lebih kuat dari morfin. 

Pada tahun 1913, Bayer sebagai perusahaan yang memproduksi obat menghentikan produksi dan pemasaran obat tersebut.


Sabu-sabu

Sabu-sabu atau Metamfetamina sebenarnya adalah limbah ekstrak dari heroin yang diproses sedemikian rupa hingga menjadi kristal yang lebih halus. 

Sabu-sabu dikenal para pemakainya dengan sebutan met, kristal, gold river dan banyak lagi sebutan lainnya.

Efek yang ditimbulkan sabu-sabu adalah euforia yang berlebihan serta menimbulkan semangat. 

Hal itu terjadi karena terpicunya jantung yang berdetak sangat cepat akibat efek dari sabu-sabu.

Dapat disimpulkan bahwa tanaman opium sangat berbahaya apabila pertumbuhannya tidak dapat dikontrol.

Karena tumbuhan ini berfungsi sebagai bahan utama pembuatan jenis narkotika lainnya. (ris)

Sumber: abasscio

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Purwakarta Online | All Right Reserved