-->

Saturday, February 15

Amalan dan doa menempati rumah baru

Amalan dan doa menempati rumah baru

amalan-menempati-rumah-baru-doa-selamat-quran-hadits


PurwakartaOnline.com - Seiring dengan terus bertambahnya penduduk, maka akan bertambah juga kebutuhan akan rumah.

Pasangan baru biasanya membeli atau membuat hunian baru, baik berupa rumah, kontrakan, apartemen, kos-kosan atau hunian lainnya.

Namun kadang ada yang sering terlewat, yaitu melaksanakan amalan untuk menempati rumah baru.

Beruntung nu.or.id menurunkan artikel dengan Amalan Menempati Rumah Baru (Jumat, 15/9/2017).

Untuk itu kita melansir artikel tersebut agar amalan ini bisa dilaksanakan oleh pembaca yang membutuhkan.

Menempati rumah baru adalah nikmat Allah yang patut disyukuri.

Agar rumah atau tempat yang baru dihuni mendapatkan keberkahan dan aman dari gangguan jin, sebagian ulama menganjurkan kita untuk melakukan amalan sebagai berikut.

Pertama, membaca Surat Al-Fatihah 3 kali

Kedua, membaca Surat Al-Mu’minun ayat 28-29 sebagai berikut:


فَإِذَا اسْتَوَيْتَ أَنتَ وَمَن مَّعَكَ عَلَى الْفُلْكِ فَقُلِ الْحَمْدُ لِلهِ الَّذِي نَجَّانَا مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ * وَقُل رَّبِّ أَنزِلْنِي مُنزَلاً مُّبَارَكًا وَأَنتَ خَيْرُ الْمُنزِلِينَ * 


Artinya:

“Bila kau dan pengikutmu sudah di atas kapal, maka katakanlah, ‘Segala puji bagi Allah yang menyelamatkan kami dari kaum aniaya.’ Katakanlah, ‘Tuhanku, tempatkan aku di tempat yang berkah karena Engkau sebaik-baik pemberi tempat.’”


Ketiga, membaca doa sebagai berikut sebanyak 3 kali:


اَللهم يَا مَنْ فَلَقَ الْبَحْرَ لِمُوْسَى بْنِ عِمْرَانَ وَنَجَّى يُوْنُسَ مِنْ بَطْنِ الْحُوْتِ وَسَيَّرَ الْفُلْكَ لِمَنْ شَاءَ أَنْتَ الْعَالِمُ بِعَدَدِ قَطْرِ الْبِحَارِ وَذَرَّاتِ الرِّمَالِ يَا خاَلِقَ أَصْنَافِ عَجَائِبِ الْمَخُلُوْقَاتِ أَسْأَلُكَ الْكِفَايَةَ يَا كَافِيَ مَنْ اِسْتَكْفَاهُ يَا مُجِيْبَ مَنْ دَعَاهُ يَا مُقِيْلَ مَنْ رَجَاهُ أَنْتَ الْكَافِيْ لَا كَافِيَ إِلَّا أَنْتَ اِكْفِنِيْ شَرَّمَا أَخاَفُ وَأَحْذَرُ وَامْلَأْ مَنْزِلِيْ هَذَا خَيْراً وَبَرَكَةً وَصَلِّ عَلَى نَبِيِّكَ وَرَسُوْلِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ. 


Allâhumma yâ man falaqal bahra li Mûsâ bin ‘Imrân, wa najjâ Yûnusa min bathnil hût, wa sayyaral fulka li man syâ’a, antal ‘âlimu bi ‘adadi qathril bihâri, wa dzarrâtir rimal. 

Yâ Khâliqa ashnâfi ‘ajâ’ibil makhlûqât. 

As’alukal kifâyah, yâ kâfiya man istakfâh, yâ Mujîba man da‘âh, yâ muqîla man rajâh. Antal kâfi, lâ kâfiya illa anta. 

Ikfinî syarra ma akhâfu wa ahdzar. 

Wamla’ manzilî hâdzâ khairan wa barakah. 

Washalli ‘ala nabiyyika wa rasûlika sayyidina Muhammadin wa âlihi wa shahbih wa sallim.


Artinya:

“Ya Allah yang membelah lautan untuk Musa bin ‘Imran, dan menyelamatkan Yunus dari perut ikan besar, yang menjalankan perahu kepada siapapun yang dikehendaki. 

Engkau mengetahui jumlah tetesan air laut dan satuan-satuan kerikil. 

Wahai zat yang menciptakan beberapa macam keajaiban makhluk-makhluk. 

Aku memohon kepada-Mu kecukupan, wahai zat yang mencukupi hamba yang memintakan kecukupan kepada-Nya. 

Wahai zat yang mengabulkan hamba yang berdoa kepada-Nya, yang mengampuni hamba yang mengharap rahmat-Nya, Engkau maha mencukupi. 

Tiada yang mencukupi selain-Mu. Cukupilah aku dari keburukan sesuatu yang ku khawatirkan, penuhilah tempatku ini dengan kebaikan dan keberkahan. 

Shalawat salam semoga tercurah kepada nabi dan utusan-Mu, junjungan kami, Nabi Muhammad SAW, dan kepada para keluarga serta sahabatnya.”

***

Amalan di atas dibaca setiap pagi dan sore selama tiga hari berturut-turut.

Amalan ini dikutip dari Kitab Al-Wasa’ilis Syafi’ah karya Syekh Al-Habib Muhammad bin Ali Khirid Al-Alawi Al-Husaini At-Tarimi, Beirut, Darul Hawi, cetakan kedua, 1999 M, halalaman 512.

Wallahu a‘lam. (ezs)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2020 Purwakarta Online | All Right Reserved