PurwakartaOnline.com - Kelompok usaha kecil pengolahan kopi di Desa Pusakamulya mendapat bantuan alat dari Bupati Purwakarta. 

Secara simbolis bantuan alat pengolahan kopi diberikan tadi malam di Festival UKM, bertepatan dengan malam pergantian tahun di Bale Panyawangan Diorama, Purwakarta. Selasa (31/12/2019).

Ingin bantu petani kopi
Sebelumnya, dua orang pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), Wulan Astuti dan Saepudin ikut serta berdagang dalam Festival Nyi Pohaci, Purwakarta pada bulan Juli lalu (20/7/2019).

Mereka bermaksud untuk mempromosikan kopi asli Purwakarta, yang ditanam di Gunung Burangrang oleh petani di Desa Pusakamulya.

Wulan dan Saepudin mendapat mandat dari para petani kopi di Desa Pusakamulya untuk membuka pasar kopi asli purwakarta.

"Petani kopi mau nanti saat panen tidak susah jual," ujar Saepudin, yang sehari-hari akrab disapa Ujang Toha.

"Ini Si Doneng (Wulan) mau kesana kemari, pameran dan festival segala rupa. Tapi harus sama Abah terus," lanjut Saepudin.

Namun ternyata keikutsertaannya dalam festival Nyi Pohaci tersebut membuat Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mulai menaruh perhatian terhadap UKM yang mengolah kopi.

Kilas balik Festival Nyi Pohaci
Bupati Purwakarta mengulas balik pertemuannya dengan Saepudin dan Wulan di lokasi Wisata Kuliner, dalam acara Festival Nyi Pohaci.

Saat itu bertepatan pula dengan perayaan Hari Jadi Purwakarta yang ke-188 dan Hari Jadi Kabupaten Purwakarta yang ke-51.

Bupati saat itu menyempatkan diri berkunjung ke Wisata Kuliner, kemudian terheran dengan adanya Kopi asli Purwakarta.

Selanjutnya Bupati menghampiri stan kopi dan berbincang, Saepudin saat itu menjelaskan adanya potensi pertanian kopi yang perlu didukung dengan adanya UKM yang memproduksi produk olahan kopi.

Bupati Purwakarta cantik dan tajam ingatan
Bupati cantik ini begitu tajam ingatan, Beliau masih mengingat curhatan Saepudin saat di Festival Nyi Pohaci.

"Bapak ini (Saepudin) ikut Festival Nyi Pohaci, curhat pengeringannya masih manual. Ada matahari bisa kering, tidak ada matahari simpen dulu," ungkap Anne Ratna Mustika.

"Kemudian mengupasnya (kopi gelondong) juga masih manual. Akhirnya waktu saya ke Ibu Kadis Indag (Kepala Dinas Industri dan Perdagangan), tolong nanti dianggarkan untuk pembelian alat (pengolahan kopi) selengkapnya," jelas Bupati.

"Nah itu, berkah dari Nyi Pohaci Festival, gitu ya. Jadi komitmen Abdi (saya) sudah terlaksana," lanjut Bupati.

Potensi besar kopi asli Purwakarta
Menemani Saepudin dalam serah terima alat pengolahan kopi, Adi Paryono, Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Giri Pusaka dari Desa Pusakamulya menerangkan potensi besar pertanian kopi Purwakarta.

Berdasarkan informasi dari Adi Paryono, Desa Pusakamulya, Kecamatan Kiarapedes Kabupaten Purwakarta memiliki Hutan Pangkuan Desa (HPD) yang digarap oleh petani di Desa Pusakamulya.

Kemudian bahwa penanaman kopi melibatkan banyak masyarakat di Desa Pusakamulya, Adi Paryono berterimakasih atas keberpihakan Pemerintah Kabupaten Purwakarta terhadap masyarakat di sekitar hutan.

"Alat kopi ini jadi penegasan dukungan Pemerintah Kabupaten (Purwakarta) untuk UKM yang mengolah kopi. Kami atas nama petani kopi berterima kasih yang sebesar-besarnya," ungkap Adi Paryono.

"Kami semakin semangat, karena harga kopi basah di tingkat petani pasti akan sangat terbantu dengan adanya alat ini," tukas Adi Paryono. (bdr)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post