Ilustrasi: Seorang bidan dijambret saat mengendarai motor di jalan raya, Desa Babakan, Wanayasa, Purwakarta. Jumat (3/1/2020). Pelaku mendorong motor korban hingga oleng, kemudian menjambret.

PurwakartaOnline.com - Aksi penjambretan di atas motor baru saja terjadi petang tadi di Desa Babakan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta. (Jumat, 3/1/2020).

Korban penjambretan merupakan seorang bidan di UPTD Puskesmas Wanayasa, bertolak dari Desa Nagrog usai melaksanakan sebuah tugas menuju Kiarapedes.

Aksi terbilang nekat dan membahayakan
Aksi penjambretan ini terbilang sangat nekat dan berbahaya. Aksi dilakukan saat korban tengah melaju mengendarai motor.

Korban hampir terjatuh dari sepeda motor, saat pelaku penjambretan mendorong dan berusaha menarik tas korban.

Korban mengalami kerugian materi dan psikologis. Sebuah smartphone yang disimpan di dashboard sepeda motor raib dijambret. Sedangkan tas korban masih bisa dipertahankan.

Kronologi penjambretan
Menurut pengakuan korban berinisial HF (35 tahun), pelaku mengendarai sepeda motor berjumlah dua orang berboncengan.

Satu pelaku mengendarai motor, sedangkan satu orang pelaku lagi melakukan aksi penjambretan.

"Dua orang, yang satu berusaha rebut HP dan tas," ujar korban terbata-bata.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku mendorong sepeda motor korban menggunakan kaki.

Setelah sepeda motor korban oleng dan melambat, pelaku menjambret barang korban.

"(Sepeda motor yang dikendarai) didorong dengan kaki sampai terseok, hampir jatuh," lanjut korban.

Pelaku diduga masih remaja
Korban menuturkan, pelaku menggunakan sepeda motor Honda Beat. Karena dalam kondisi hujan, korban mengaku tidak bisa melihat dengan jelas wajah pelaku.

Dalam kondisi panik tersebut, korban hanya bisa mengira-ngira dua orang pelaku tersebut remaja laki-laki. Setelah kejadian, korban segera pulang, kemudian berdiskusi dengan keluarga.

Lapor polisi
Hasil diskusi tersebut diputuskan untuk melakukan laporan kejadian kriminal serius ini ke Polsek Wanayasa.

Kakak korban, bernama Asep Rahmat Saleh Setiaji menuturkan kepada Purwakarta Online, korban sempat syok setelah kejadian tersebut.

"(Korban) Syok. Susah diajak bicara, terbata-bata," ujar Asep.

"Kami sudah ke Kantor Polisi, langsung buat laporan. Ini kejahatan serius, membahayakan nyawa," lanjut Asep.

Yakin polisi tidak akan kalah oleh pelaku
Asep menuturkan, aksi kriminal penjambretan ini jangan sampai terjadi lagi. Ia yakin pihak berwenang akan melakukan tindakan.

"Jangan sampai kriminal berbahaya ini terjadi lagi di masa yang akan datang," Asep ungkapkan harapannya.

"Kita yakin Aparat Kepolisian tidak akan kalah dengan pelaku kejahatan," tegas Asep. (ris)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post