“Apalah arti sebuah nama di punggung, dibandingkan lambang di dada,” Hariono.



PurwakartaOnline.com – Pidato perpisahan Hariono begitu emosional, Hariono mengungkapkan harapannya selama ini, yaitu bahwa ia ingin gantung sepatu di Persib. Minggu (22/12/2019).

Pertandingan terakhir Hariono di Persib, bertepatan dengan pertandingan terakhir Persib di liga musim ini diakhiri dengan pidato dari Sang Legenda Kesetiaan, Hariono.

Persib Bandung berhasil mengalahkan PSM Makassar dengan skor boros 5-2. Hariono, Sang Kapten, menyumbangkan satu gol melalui titik penalti.

Tangisan Bobotoh Persib
Banyak Bobotoh Persib tampak tak kuasa menahan tangis, mereka setia tak beranjak dari stadion Si Jalak Harupat, Bandung mendengarkan ucapan terkahir Hariono.

“Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya ingin pensiun di Persib!” tegas Hariono, diiringi gemuruh histeris Bobotoh di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung. Minggu (22/12/2019).

“Tapi sekarang pelatih tidak menginginkan keberadaan saya di Persib Bandung!” lanjut Hariono.

Sementara di dalam Stadion Si Jalak harupat, bobotoh persib tak henti-henti meneriakan nama ‘Hariono’, pidato perpisahan terus berlanjut.

Suara Hariono semakin terbata-bata, lidahnya seakan kelu. Manahan haru dan emosi dalam dirinya.

“Mulai saat ini, izinkan saya untuk mengundur...mengundur...mundur dulu! Dari Persib Bandung,” tutur Hariono terbata-bata.

“Saya mengalah, Biarlah saya yang mengalah!”

Makna nama ‘Hariono’ bagi Bobotoh Persib
Siapa pun memaklumi, kesetiaan sebelas tahun bukanlah perkara remeh bagi seorang pemain bola dan juga bagi sebuah klub.

Begitupun bagi seorang Hariono, Persib adalah rumahnya, tentu terasa aneh jika seorang harus pergi dari rumahnya sendiri.

Tapi sikap profesionalisme dalam pribadi Hariono tetap terjaga utuh. Apa yang terbaik bagi klub adalah segalanya.

Kepentingan klub lebih penting dibandingkan dengan kepentingan pribadinya, hal ini diungkapkan dengan segenap kebijksanaannya.

“Apalah arti sebuah nama di punggung, dibandingkan lambang di dada,” tegas Hariono.

‘Nama di punggung’ yang bermakna nama diri pemain atau kepentingan pemain, kemudian lambang di dada adalah nama besar sebuah klub atau ‘lambang di dada’.

Nama ‘Hariono’ memiliki makna tersendiri dihati Bobotoh Persib, yaitu kesetiaan. (ars)
___________

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post