Hadjat Tani, hajatan besar berkah Gotong Royong. Siapa pun dipersilakan datang!

Friday, December 13


Hadjat Tani, 13-15 Desember 2019

PurwakartaOnline.com – Hadjat Tani digelar mulai hari ini (Jum’at, 13/12/2019) di Kampung Bojong Loa, RT. 5 RW. 2. Desa Babakan, Kecamatan Wanaysa, Kabupaten Purwakarta.

Rangkaian acara akan berlangsung tiga hari hingga hari Minggu (15/12/2019).

Undangan terbuka untuk umum
Setiap orang bisa datang, karena Hadjat Tani adalah hajatan bersama. Tidak perlu bayar, tapi bawa bekal makanan dan udud sendiri.

Hadjat Tani diselenggarakan secara Gotong Royong, ‘tanpa modal’. Maka jika datang, jangan harap pulang dapat ‘amplop’.

Rangkaian Acara
Diawali dengan Tutunggulan, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan kemudian digelar berbagai pertunjukan kesenian daerah.

Hingga malam tiba, gelaran kesenian-kesenian ‘langka’ menjadi isi Hadjat Tani di hari pertama, Jum’at (13/12/2019).

Dihari kedua, Sabtu (14/12/2019), dimulai dari jam 9.00 WIB digelar Upacara Adat, dilajutkan dengan Ngawangkong Patani, dengan tema Royongan.

Di siang harinya, rehat sejenak, sholat dan Papahare. Kemudian hingga sore hari dilaksanakan Adu Kamonesan Patani.

Malam harinya, ada Kajian Sampeu bersama Ferry Curtis, seniman yang hobinya melang-lang buana.

Pada hari ketiga, Minggu (15/12/2019), ada acara Olahraga bersama yang dilanjut ke acara Tanam Pohon untuk Indonesia.

Acara terakhir di minggu malam, rangkaian tiga hari acara Hadjat Tani ditutup dengan pertunjukan kesenian.

Dapur Harapan Nusantara (Dahan)
Mereka adalah petani, masih muda dan ada yang ‘masih’ tua juga, tapi petani muda lebih banyak.

Karena banyak diantara mereka merupakan anggota Himpunan Pemuda Tani (Hidata).

Hadjat Tani adalah buah kreatifitas dari mereka anak muda yang sehari-hari kita sebut mereka Petani Muda.

Mereka benar-benar petani, apa yang mereka kerjakan adalah pekerjaan pertanian.

Terlepas dari on-farm atau off-farm, kita bisa tinjau dengan kacamata Agribisnis.

Agribisnis
Dengan Agribisnis kita bisa melihat usaha pertanian mulai dari hulu hingga hilir.

Dari mereka yang berjibaku dengan lumpur hingga mereka yang berprinsip ‘bisnis tani tak perlu kotor-kotoran’.

Dapur Harapan Nusantara, atau bisa kita per-simple dengan nama Dahan memiliki peran strategis untuk mewujudkan Agribisnis di Indonesia.

Mereka merupakan komunitas lintas generasi, lintas profesi (basic), lintas hobi dan lintas imajinasi (mungkin).

Namun mereka dipersatukan dengan satu kata ‘Gotong royong’ atau di Purwakarta mungkin lebih sering disebut reyongan atau royongan.

Tani dan Seni
Sepanjang tiga hari Hadjat Tani, tidak lepas dari pertunjukan seni.

Seperti cerita tentang ‘adat’ karuhun yang kita dengar, meski hanya sepenggal kisahnya saja.

Setiap seremoni tidak lepas dari Tani (pangan) dan Seni, hal inilah yang kita bisa rasakan dalam Hadjat Tani.

Rekreasi ke masa lalu
Bagi yang Anda yang hadir di Hadjat Tani, Anda akan disuguhi sebuah nuansa.

Mungkin dengan sedikit lebay, kita sebut rekreasi ke masa lalu.

Kita menjadi bagian sebuah budaya kita yang kokoh dengan kontribusi (Gotong Royong).

Kita adalah mereka yang menemukan keindahan seni dan tani, dua unsur penyokong ‘ruh’.

Omat nyandak timbel nyalira!
Sebagaimana tema Hadjat Tani, ‘Gotong Royong’, setiap orang bisa datang tapi bawa Timbel sendiri.

Hadjat Tani merupakan acara bersama, dikerjakan bersama dengan semangat kolektivitas.

Setiap orang punya kekayaannya sendiri, itu yang disumbangkan.

Maka jangan heran jika dalam Hadjat Tani ada banyak gelaran pertunjukan, bukan diundang untuk dibayar, tapi itu adalah sumbangan.

Roundown Acara
Jum’at, 13 Desember 2019
14.00 – 14.30 WIB: Bubuka dengan Tutunggulan
14.30 – 15.00 WIB: Sambutan-sambutan
15.00 – 16.30 WIB: Kesenian Tradisi (Tarawangsa, Jaipongan, Angklung, Penca’)
16.30 – 20.00 WIB: Istirahat
20.00 – Selesai: Kesenian Shora

Sabtu, 14 Desember 2019
09.00 – 09.30 WIB: Upacara Adat
09.30 – 12.00 WIB: Ngawangkong Patani, tema Royongan
12.00 – 13.00 WIB: Istrirahat dan Papahare
13.00 – 16.30 WIB: Adu Kamonesan Patani
16.30 – 20.00 WIB: Istirahat
20.00 – Selesai: Kajian Sampeu bersama Ferry Curtis

Minggu, 15 Desember 2019
07.00 – 08.00 WIB: Olahraga
08.00 – 12.00 WIB: Tanam Pohon untuk Indonesia
12.00 – 13.00 WIB: Istirahat
13.00 – Selesai: Kesenian Penutup

(sol)
Next article Next Post
Previous article Previous Post