Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

APDESI dan puluhan Kades laporkan Media Online ke Polres Purwakarta, terkait pencemaran nama baik


"Saya tidak pernah menerima dan memotong anggaran Dana Desa seperti yang diberitakan media online tersebut, bahwa saya menerima uang sebesar 6,7 juta per desa dari anggaran Dana Desa, silahkan saja crosscheck ke desa-desa," Anwar Sadat, Ketua Apdesi Kabupaten Purwakarta (Selasa, 10/12/2019)

 

PurwakartaOnline.com - Dilansir dari Purwakarta Update (Selasa, 10/12/2019), Ketua APDESI Kabupaten Purwakarta, Anwar Sadat menyatakan akan membawa ke ranah hukum terkait dugaan pemotongan Dana Desa oleh APDESI Purwakarta.

Sebelumnya beredar berita di salah satu media online lokal Purwakarta yang menyebutkan dugaan adanya pemotongan Dana Desa oleh APDESI.

"Saya akan bawa ke ranah hukum, karena sudah mencemarkan nama baik saya dan lembaga," ujar Anwar Sadat, Senin (9/12/2019).

Lebih lanjut, Anwar Sadat meminta agar menunjukan bukti pemotongan Dana Desa tersebut dan kepada siap potongan tersebut diberikan.

"lalu saya minta ditunjukan secara konkrit ke siapa ngasihnya, tanda buktinya apa?" lanjut Anwar Sadat.

Bertolak belakang dengan apa yang diberitakan, Anwar Sadat menyatakan dirinya belum pernah dikonfirmasi mengenai dugaan pemotongan Dana Desa tersebut.

"Ini sangat luarbiasa membangun opininya, padahal saya tidak pernah dihubungi," terang Anwar Sadat.


Puluhan Kades laporkan Media ke Polres Purwakarta

Selanjutnya, APDESI Purwakarta melakukan pelaporan terkait pemberitaan di media online lokal Purwakarta tersebut ke Polres Purwakarta.

Ketua APDESI Purwakarta, Anwar Sadat beserta puluhan Kepala Desa hadir di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kabupaten Purwakarta.

APDESI datang ke Polres Purwkarta untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik oleh salah satu media online lokal Purwakarta.

Berita tersebut menyebutkan dugaan adanya potongan Dana Desa oleh APDESI Purwakarta setiap kali pencairan. Sedangkan Dana Desa dicairkan ke dalam rekening desa dalam tiga tahap dalam satu tahun.

Dikutip dari Purwkarta Update (10/12/2019), Ketua APDESI Kabupaten Purwakarta menyatakan apa yang ditulis di media online tersebut hanya opini dan tidak berdasar.

Berita tersebut malah memicu reaksi dari para Kepala Desa di Kabupaten Purwakarta. Kemudian para Kepala Desa tersebut sepakat melaporkan media tersebut ke Polres Purwakarta.

"Saya tidak pernah menerima dan memotong anggaran Dana Desa seperti yang diberitakan media online tersebut, bahwa saya menerima uang sebesar 6,7 juta per desa dari anggaran Dana Desa, silahkan saja crosscheck ke desa-desa," Anwar Sadat menegaskan, sebagaimana dikutip Purwakarta Update (Senin, 9/12/2019). (ris)

Berlangganan via Email