Selesai pelatihan, peserta berfoto ceria dengan 'mayat'

tazhijul-mayyit-pelatihan-mengurus-jenazah-hari-santri-2019-nu-ansor-banser-kiarapedes-diaudin
Selesai pelatihan Tazhijul Mayyit, peserta menyempatkan diri berfoto bersama 'mayat' (boneka alat peraga). Kiarapedes, Purwakarta (17/10/2019)
PurwakartaOnline.com - Kecamatan Kiarapedes sukses menggelar Pelatihan Tazhijul Mayyit di Pendopo Kecamatan Kiarapedes pagi tadi (Kamis, 17/10/2019). 

Selesai acara peserta menyempatkan diri berfoto selfie dengan 'mayat' yang digunakan sebagai alat peraga, yaitu boneka tubuh manusia yang dipinjam dari sebuah toko pakaian.

Sebagaimana telah dirancang oleh Drs. H. Diaudin, M.Si., bersama beberapa tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kiarapedes di awal bulan Oktober ini.

Saat itu direncanakan, Pelatihan Mengurus Jenazah (Tazhijul Mayyit) akan masuk kedalam rangkaian Peringatan Hari Santri 2019 di Kecamatan Kiarapedes.
tazhijul-mayyit-pelatihan-mengurus-jenazah-hari-santri-2019-nu-ansor-banser-kiarapedes-diaudin
Selesai pelatihan Tazhijul Mayyit, peserta menyempatkan diri berfoto bersama 'mayat' (boneka alat peraga). Kiarapedes, Purwakarta (17/10/2019)

Pelatihan ini diikuti oleh semua Desa yang ada di Kiarapedes, setiap Desa mengirim dua orang peserta. Satu laki-laki dan satu orang perempuan.

Ketua Majlis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Kecamatan Kiarapedes, Ustad Dadang Saputra menegaskan, pelatihan mengurus jenazah ini sangat berguna bagi peserta juga bagi masyarakat, sebaiknya setiap tahun diadakan.

Karena menurut Ustad Dadang, keterampilan Tazhijul Mayyit sangat jarang diminati dan jarang diadakan, padahal menurutnya mengurus jenazah adalah kewajiban bersama dan sangat penting bagi masyarakat.
Pelatihan Tazhijul Mayyit, salah satu rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2019 di Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta (17/10/2019)

"(Tazhijul Mayyit itu keterampilan) hal yang sangat penting bagi setiap Muslim, tapi sangat jarang diadakan pelatihan seperti ini. Mungkin banyak yang tidak merasa perlu? hahaha....", ungkap Ustad muda asal Desa Margaluyu ini sambil tertawa.

"Tapi lihat, tadi peserta sangat antusias. Terutama buat para pemuda-pemudi, kita sebagai generasi penerus harus senantiasa haus akan ilmu dan keterampilan. Mengurus jenazah adalah kewajiban bersama. Pelatihan (tazhijul Mayyit) ini sebaiknya setiap tahun dilaksanakan menurut saya." ungkap Ustad Dadang dengan bijaksana.

Reporter: Ezza Saputra
Editor: Sastrajaya M.

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post