Cegah radikalisme, Santri Purwakarta rutin gelar ngaji kebangsaan

Tuesday, October 15

Ngaji Kebangsaan, Purwakarta. Foto: Aspud 

PurwakartaOnline.com - Ngaji Kebangsaan Sudah berjalan selama tiga bulan, rencananya kegiatan ini akan intens dilaksanakan setiap satu bulan sekali, di sentralkan di Gedung dakwah, Purwakarta.

Kegiatan yang di gagas oleh kader kader muda Nahdlatul Ulama (NU) ini, di respon baik oleh Bupati Kabupaten Purwakarta.

Apabila kedepannya tidak direspon oleh pemda, kami akan tetap konsisten melaksanakan acara ini.


De-radikalisme


Karena Ngaji Kebangsaan ini adalah bagian dari upaya melawan faham radikalisme.

Kemudian kegiatan ini memberikan pemahaman kepada masyarakat agar jangan gampang terkena dan terhipnotis oleh faham radikal.


Kegiatan ini sebenarnya banyak diminati oleh berbagai kalangan Masyarakat.

Baik itu pemuda maupun orang tua, khususnya alumni pesantren yang sudah punya predikat ustad atau ajengan.

Tidak kurang setiap pelaksanaannya diikuti oleh sekitar 500 orang peserta.


Purwakarta strategis

Menurut H. Ahmad Anwar Nasihin, S.H.I., yang merupakan penggagas Ngaji Kebangsaan, Kabupaten Purwakarta merupakan kota yang strategis jaraknya ke pusat ibu kota.

Maka Beliau khawatir warga Kabupaten Purwakarta rawan terkontaminasi paham radikal.

Apalagi Jawa Barat, berdasarkan hasil analisa merupakan provinsi tertinggi yang telah terpapar oleh faham radikal.


Kalau saja kita tidak peka dengan situasi yang berkembang sekarang ini, bisa jadi perkembangan faham radikal akan semakin berkembang subur di Kabupaten Purwakarta. 


Peduli Ideologi Bangsa

Maka, kita yang tergabung dalam Kesatuan Majelis Mudzakarah Santri Purwakarta, S
iap melawan segala bentuk dan faham radikal yang ada di Kabupaten Purwakarta

Kami hanya sekadar santri saja yang peduli terhadap ideologi bangsa.

Kenapa tidak? 

Karena Aparat dan Pemerintah, yang mempunyai tanggung jawab besar terhadap keberlangsungan negara Indonesia, ternyata tidak menjadi penggerak utama de-radikalisasi.

Kami berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Purwakarta, agar menjadi pelopor dan penggerak yang paling depan.

Mendukung upaya upaya masyaraktnya dalam memerangi faham radikalisme dan terorisme di Kabupaten Purwakarta. 


Posisi Pemda dalam De-radikalisme

Apalagi sekarang ini, Presiden Jokowi dan Wakil Presidennya, KH. Ma'ruf Amin, sangat mengutamakan gerakan memerangi radikalisme dan terorisme di wilayah Republik Indonesia

Maka sudah sepantasnya semua tingakatan pemerintah daerah menjadi kepanjangan tangan untuk bersama-sama memerangi radikalisme dan terorisme.

Apa yang telah menimpa Menko Polhukam Pak Wiranto, menjadi ancaman nyata.

Bahwa kelompok radikal di Indonesia siap menggeser Ideologi Pancasila.

Buktinya banyak masyarakat yang nyinyir terhadap Pemerintah, serta memberikan dukungan terhadap pelaku penusukan terhadap Pak Wiranto.

Berarti dia menganggap bahwa itu bukan radikal, atau dia menganggap itu hanyalah bagian dari drama politik.

Inilah sebenarnya masalah besar yang sedang dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini.


Faham radikal kemasan agama

Pemerintah sedikitpun jangan sampai lengah terhadap perkembangan faham radikal.

Karena faham ini gampang menyusup ke masyarakat, melalui kemasan dan doktrin agama.

Sehingga masyarakat pun gampang dikelabui jika atas dasar alasan agama.

Apalagi banyak diantara masyarakat yang tidak benar-benar belajar agama secara intensif.

Tetapi merasa paling paham dan lebih benar daripada orang yang belajar agama dengan intensif dan cukup lama di pesantren.


Bupati jangan ragu perangi radikalis

Hadir juga sebagai narasumber dalam ngaji kebangsaan tahap ke-3 ini, Kyai Nuruzzaman yang merupakan penulis buku "Pancasila VS Khilafah".

Menurut Kyai Nuruzzaman, kelompok radikal akan menghalalkan segala cara untuk menguasai Indonesia.

Sekalipun dengan cara mengatasnamakan agama, bahkan mereka akan lebih leluasa bergerak.


Karena akan mendapat dukungan dari kelompok Islam yang tidak ngaji kebangsaan.

Kyai Nuruzzaman juga saat ini nerupakan Komandan Densus-99, Banser.

"Saya meminta kepada Bupati Purwakarta, untuk tidak ragu dalam menumpas redikalisme dan terorisme. Kami santri NU siap menjadi garda terdepan, mem-backup Pemerintah dalam memerangi radikaliame di indonesia," tegas Kyai Nuruzzaman.

Bagi kami Tidak ada tawar-menawar lagi kalau sudah berbicara tentang Pancasila dan NKRI.

Pancasila dan NKRI sudah menjadi tanggung jawab dan harga mati!

Karena kalau kita diam saja, bisa jadi negara Indonesia akan mengikuti negara-negara yang ada di Timur Tengah.

Negara-negara di Timur-Tengah tersebut terus saja berkonflik diantara warganya.

Sehingga hidup berbangsa dan bernegara pun sudah tidak lagi kondusif. (*)

___________

Warta Warga dari 
Asep Saepudin, S.Pd.,



Asep Saepudin, S.Pd., adalah Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Purwakarta, bidang Kaderisasi dan Keorganisasian.
Next article Next Post
Previous article Previous Post