Aktivis ISNU Purwakarta, soroti 'Pengajian' yang masuk ke Desa-desa

Eep Saepul Malik, S.Pd.I., (kedua dari kanan) soroti 'pengajian' yang masuk ke Desa-desa. Disampaikan dalam Musdes Taringgul Tonggoh, Wanayasa, Purwakarta (31/10/2019).
PurwakartaOnline.com - Eep Saepul Malik, S.Pd.I., Aktivis Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Purwakarta menyoroti masuknya 'pengajian' yang masuk ke Desa-desa.


Hal ini disampaikan dalam sambutannya saat Musyawarah Desa (Musdes) di Aula Kantor Desa Taringgul Tonggoh, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Kamis (31/10/2019).


"Saya titip, agar anak-anak kita tidak sembarangan ikut 'pengajian-pengajian' dari luar yang masuk ke desa," terang Eep Saepul Malik, dihadapan peserta Musyawarah yang terdiri dari berbagai unsur Masyarakat Desa.


Pengajian-pengajian tersebut diduga mengandung unsur 'radikalisme'. Oleh karena itu, sebaiknya anak-anak di setiap desa mengaji di Ustad-ustad setempat yang ajarannya terbukti tidak mengandung unsur ajaran yang bertentangan dengan ajaran Islam. 


Apalagi saat ini, Pemerintah Desa mulai memberikan perhatian kepada Guru Ngaji di Desa-desa. Seperti Desa yang mulai memberikan insentif kepada Guru Ngaji dari Dana Desa.


"Sekarang Pemerintahan Desa sudah mulai memperhatikan masalah pengajian, sebaiknya anak kita mengaji di Ustad setempat." Tegas Eep Saepul Malik. (ES)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post