PurwakartaOnline.com - Koordinator Penyuluh Kabupaten Purwakarta, Kusmana, adakan pembekalan kepada penyuluh pertanian di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta (Selasa, 24/9/2019).
petani-penyuluh-pertanian-purwakarta
Bapak Kusmana sedang memberikan materi dalam pelatihan dan Kunjungan Penyuluh Pertanian di Zona 1 di BPP Kiarapedes (24/9/2019).
Pembekalan ini dilaksanakan sebagai persiapan sebelum para penyuluh turun ke lapangan kepada para petani.

Mengingat budidaya kopi belum menjadi komoditi utama, banyak petani yang belum faham cara budidaya kopi yang baik, sesuai dengan teknologi terbaru.

Namun kondisi saat ini sudah mulai bergeser, petani Purwakarta sudah mulai melirik komoditi kopi sebagai tanaman yang diusahakan.

Mengingat usaha tani sudah mulai mengalami penurunan, mungkin rangsangan harga yang masih kurang kuat. Berdasarkan keterangan petani teh, kelesuan usaha teh semakin terasa.

Ditambah dengan pengaruh suhu yang semakin panas, membuat pertumbuhan teh tidak sebaik dasawarsa sebelumnya.

Faktor selanjutnya adalah tenaga kerja, terutama pemetik teh yang sangat berpengaruh besar terhadap produktivitas pucuk teh.

Pemetik teh ini yang berperan penting membentuk bidang tumbuhnya pucuk baru. Termasuk memetik 'pucuk burung' atau pucuk selembar yang jika tidak dipetik akan menghambat pertumbuhan pucuk baru.

Kembali ke Budidaya Kopi
Bapak Kusmana, selaku Koordinator Penyuluh Kabupaten Purwakarta, sekaligus akademisi yang ahli dalam budidaya kopi memberikan secara rinci aspek-aspek yang perlu dilakukan saat membudidayakan tanaman kopi.

Mulai dari pemilihan benih siap tanam, penyiapan lahan dan pembuatan lubang tanam, pemeliharaan terutama pemangkasan, cara panen dan pengolahan pasca panen, serta sedikit dibahas mengenai pemasaran.

Ada program penanaman kopi yang telah dipersiapkan olah Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat. Benih siap tanam akan dipersiapkan untuk Tahun Anggaran 2020.

Kabupaten Purwakarta menjadi salah satu calon pengaju program penanaman kopi tersebut. Maka tahun ini (2019), para penyuluh dipersiapkan untuk menyambut program tersebut.

Tahap awal, penyuluh diberi materi-materi dasar tentang Budidaya Tanaman Kopi. Tahap selanjutnya, penyuluh akan turun ke lapangan, menemui petani kopi di wilayah kerja masing-masing.

Kunjungan lapangan ini diperlukan untuk melihat fakta di lapangan mengenai kondisi pertanian kopi yang sebenarnya. Akan dilihat bagaimana minat petani dan sejauh mana usaha petani kopi berjalan.

Terakhir, penyuluh akan diberikan tugas untuk membina dan membantu pengembangan kopi di wilayah kerjanya masing-masing.

Berdasarkan informasi dari Bapak Sentot, Kepala Seksi Produksi Bidang Perkebunan, Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta, benih siap tanam yang diprogramkan adalah kopi dengan varietas Arabika dengan klon Sigararutang dan Lini-S terbaru.

Pendapat Petani mengenai Latihan dan Kunjungan Penyuluh Pertanian
Secara kebetulan saat kegiatan Latihan dan Kunjungan Penyuluh Pertanian ini berlangsung, hadir pula dua orang petani kopi dari Kelompok Tani Barong Mulya (Barmoel).

Ditanya mengenai kegiatan ini, Enjang Sugianto menyatakan sangat terkesan dengan kegiatan Latihan dan Kunjungan tersebut.

"Baru kali ini Penyuluh dipersiapkan untuk menyambut program perkebunan. Biasanya fokus hanya untuk bidang pangan", terang Enjang Sugianto.

Bagi kelompok tani perkebunan seperti Barmoel, pergerakan Dinas Pertanian seperti sekarang ini menjadi pertanda akan masa depan cerah bagi petani perkebunan.

"Tidak dipungkiri, kami (Barmoel) dibina secara intensif oleh penyuluh seperti Bapak Supanto dan Ibu Si Sukaesih. Tapi dari sisi program terus terang, kami belum begitu terakomodir secara intensif", terang Enjang Sugianto, petani perkebunan.

"Tapi kami yakin, dengan pergerakan yang dilakukan oleh Pak Sentot dan Pak Kusmana, sepertinya pertanian perkebunan akan mendapat tempat tersendiri. Perkembangan dan kemajuan seperti sudah di depan mata kami", lanjut Enjang Sugianto.

Kegiatan rutin Laku Penyuluh
Latihan dan Kunjungan (Laku) Penyuluh ini rencananya akan dilaksanakan secara rutin, bergilir setiap zona.

Dibagi 4 zona se-kabupaten Purwakarta, yang terdiri dari:
  1. Zona 1: Wanayasa, Kiarapedes, Bojong dan Darangdan
  2. Zona 2: Cibatu, Campaka, Bungursari dan Babakan Cikao
  3. Zona 3: Purwakarta, Pondoksalam, Pasawahan dan Jatiluhur
  4. Zona 4: Plered, Tegalwaru, Sukatani, Maniis dan Sukasari

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post
#BabakanCikao (16) #Bojong (37) #Bungursari (21) #Campaka (16) #Cibatu (19) #Darangdan (19) #DPRDPurwakarta (2) #DPRRI (1) #GakPenting (5) #Janda (1) #Jatiluhur (20) #Karawang (1) #Kiarapedes (108) #Limbah (1) #Maniis (9) #Nikah (3) #Pasawahan (27) #Persib (6) #Plered (28) #Pondoksalam (33) #Prostitusi (1) #Purwakarta (137) #Sex (12) #SiKijing (14) #Sukasari (17) #Sukatani (18) #Sungai (1) #Tegalwaru (13) #Wanayasa (104) Agriculture (129) Cantik (38) Cinta (2) Desa (149) Dunia (44) Education (98) event (1) Family (41) Film (1) Flash (11) Gosip (9) Health (72) History (25) Jabar (63) Kartun (1) Kriminal (20) Lucu Nying! (16) Medsos (2) Militer (3) Musik (1) Nakal (1) Nasional (29) News (57) Opini (1) Otomotif (2) peristiwa (7) Poligami (1) Politik (33) Radikalisme (1) Ragam (97) Religi (25) Sastra (14) Show (39) Skandal (2) Sports (35) Teknologi (21) Tokoh (58) Traveling (45) Trending (2) Tutorial (25) UKM (2) Ulas Produk (8) Video (3) Warta Warga (2) Wow! (107)