Film animasi Rimba, sangat bagus. Edukasi buat anak sekaligus Orang Tuanya

PurwakartaOnline.com - Film serial animasi Rimba, jadi film anak-anak paling bagus, sekaligus bernilai edukasi tinggi.

Dalam film animasi karya anak bangsa ini, dalam setiap episodenya kerap menampilkan dan memperkenalkan hewan asli Indonesia.

Tidak seperti kartun Shinchan, yang banyak 'mengajarkan' sikap kurang ajar. 

Animasi Rimba sebaliknya, memberikan edukasi positif tentang sikap yang baik terhadap sesama manusia, lingkungan dan alam.

Bukan hanya itu, secara implisit, film Rimba bahkan banyak memberi contoh bagaimana cara bersikap yang baik terhadap orang yang lebih tua, sikap terhadap teman dan kepada orang yang lebih muda.

Nonton Rimba tadi Pagi
Seperti dalam episode pagi ini, jalan ceritanya menarik dan padat edukasi. 

Diceritakan ada dua orang pemburu di hutan yang berusaha menangkap seekor burung.

Rimba, tokoh utama, dibantu teman-temannya berusaha menggagalkan perburuan tersebut. 

Burung yang sangat cantik dan terluka, akhirnya diobati dan diselamatkan. Usaha pemburu akhirnya dapat digagalkan.

Burung cantik dalam film tersebut merupakan burung asli Indonesia yang jumlahnya semakin sedikit. Akibat perburuan liar dan perusakan hutan.

Amanat film sepertinya tersampaikan dengan baik, anak-anak yang menonton dibuat penasaran dengan adegan burung yang ditampilkan.

Anak saya yang berusia 3 tahun dan 8 tahun, bertanya, "Aya manuk, manuk Yah! / Ada burung, burung itu pak!", seru Si Kecil yang berusia 3 tahun.

"Ngkin ningali manuk jeung Aa, ka Kebon Binatang! / Nanti ke Kebun Binatang sama Kakak!", Kakaknya menimpali adiknya, dengan tidak kalah seru.

Cocok juga untuk orang tua
Sebaiknya, saat anak kita menonton film, orang tua ada dan mendampingi. 

Agar memastikan apa yang ditonton memang layak untuk anak-anak.

Khusus untuk film Rimba, kita orang tua, harus ikut menonton bukan hanya karena untuk mendampingi. Tetapi juga memang kita perlu edukasi juga.

Terutama untuk mengenali betapa kayanya flora dan fauna di wilayah Republik Indonesia ini.

Tadi pagi masih saat menonton film Rimba, anak saya bertanya, "Yah, itu manuk naon? Luhur pamatuk na aya mencendul panjang. / Pak, itu burung apa? Diatas paruhnya ada benjolan memanjang."

Saya diam hanya menjawab singkat, "Duka / Tidak tahu".

Malu rasanya, tidak mampu mejelaskan burung apa. Sedikit saya ingat, waktu disekolah, burung yang ditampilkan dalam film Rimba itu masuk kategori langka, asli habitat di Indonesia dan sangat dilindungi. Tapi nama burungnya lupa lagi.

Dengan begitu, kita orangtuanya, selaku orang Indonesia menjadi lebih terpacu untuk mengenali kekayaan negeri berupa aneka jenis hewan. 

Oh iya, baju yang dikenakan tokoh-tokoh animasi juga yang menampilkan baju adat Dayak (kalo tidak salah). Pokoknya, film animasi Rimba ini, patut ditonton!

Ini salah satu episode film serial animasi Rimba, yang saya ambil dari sebuah akun YouTube:

Film Rimba, tayang tiap pagi
Isteri saya bilang, film kartun Rimba itu tayang tiap pagi jam 6.30 WIB. Di channel televisi ANTV.

Daripada film animasi Shiva, yang bikinan India itu. Masih lebih berharga film Rimba.

Film animasi Shiva, meskipun banyak menanamkan sikap kepahlawanan dalam menghadapi para penjahat, tapi berefek pada sikap menganggap enteng 'perkelahian'.

Ini terjadi pada anak pertama saya yang berumur 8 tahun saat ini. Agak sering berantem, begini ceritanya, kaitan antara berantem anak saya dan film animasi Shiva. 

Oh, mending nanti di artikel lain saja! Sekarang udah mau Dzuhur. (wasR)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post