PurwakartaOnline.com - Atin (45 thn), seorang ibu rumah tangga, membayar susu bayi senilai Rp. 120.000,- Ia bermaksid memberikan uang pecahan 100.000 dan 20.000.

"Bu kirang!", kata penjual susu, sambil menunjukan uang 100.000 dan 2.000.

"Oh, punten. Manawi teh eta 20 rebu!", Seru Atin, dengan wajah berhias malu. Kemudian Atin memberikan dua lembar uang pecahan 10.000 rupiah.

"Wios Bu, abdi oge sok paliron, 20 rebu sareng 2 rebu teh", ucap penjual susu menenangkan.
Uang pecahan 2000 dan 20000 sering tertukar.

Kejadian memalukan tersebut tidak hanya menimpa Ibu Atin. Penulis sendiri sudah dua kali salah bayar, gara-gara kurang teliti melihat uang.

Satu kali pernah, penulis bermaksud membayarkan uang 20.000, lebih parah, penulis malah memberikan selembar uang pecahan 1.000 rupiah.

Jika uang masih 'segar' dibandingkan, sebetulnya desain uang terbaru ini cukup terlihat berbeda. Tapi entah, setelah masuk saku pakaian dan sedikit 'lepet', uang pecahan 1.000, pecahan 2.000 dan pecahan 20.000 jadi sering tertukar.

Tapi tidak hanya di Purwakarta, media online Nasional Tribunnews. Com (22/3/2018) mengulas tentang 'Uang yang tertukar saat beli tahu', ceritanya masih seputar kemiripan secara visual antara 2 ribu dan 20 ribu.

Maka, sambil menunggu pihak yang berwenang memperbaiki desain uang rupiah yang visualnya mirip-mirip tersebut, sebaiknya kita harus lebih teliti saat melakukan transaksi. Agar tidak merugikan atau dirugikan, akibat 'uang yang tertukar'.
your advertise here

This post have 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post