PurwakartaOnline.com - Khawatir punah, Enjang Sugianto dari Kelompok Tani Barong Mulya, Kiarapedes mengolah kopi liberika purwakarta, yang pohon kopinya mungkin telah berumur puluhan tahun.
Imam Sodikin (kiri/ ex-roaster Filosofi Coffee) sedang meroasting kopi liberika purwakarta bersama Enjang Sugianto (kanan), di K&B (30/7/2019)
"Mungkin pasarnya sempit, tapi ada sisi sejarah panjang yang perlu dilestarikan. Kalo sampai punah ya jangan!", ungkap Enjang.

Dari penelusuran ditemukan informasi bahwa ada 3 varietas kopi yang dibawa oleh Belanda ke Nusantara, diantaranya adalah Arabika, Liberika dan Robusta. Meskipun kemudian ditinggalkan karena produktivitas kopi liberika tidak sesuai harapan, tapi dari sisi historis tentu kopi ini tetap harus ada, apalagi pohonnya telah sangat tua, besar dan sangat tinggi.

"Satu-dua pohon  kopi liberika di Desa kami ditebangi, karena tidak begitu ekonomis dan mengganggu tanaman budidaya lain seperti teh. Mungkin pohon kopi ini yang terakhir di Purwakarta, hahahaaa....", Enjang mengungkapkan asumsinya.

Untuk merasakan keunikan sensasi kopi liberika asli Purwakarta saat ini bisa dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan menghubungi Enjang Sugianto di Whatsapp: 081909370109 atau datang ke K&B selama persediaan masih ada. Maklum stoknya sangat terbatas.
your advertise here

This post have 0 komentar


EmoticonEmoticon

Next article Next Post
Previous article Previous Post