Purwakarta Online – Bursa Inovasi Desa (BID) Kabupaten Purwakarta zona II, dilaksanakan di Aula Kantor Desa Plered, Kecamatan Plered, hari Selasa kemarin (30/7). BID merupakan ajang pertukaran inovasi antar desa, untuk lebih mengefektifkan penggunaan Dana Desa serta mempercepat kemajuan di Desa.


Dalam sambutannya, Asep Suparman dari Dinas Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Purwakarta, menekankan tentang pentingnya kehadiran Kepala Desa, Tokoh Masyarakat dan Ketua BPD, agar setelah pulang BID pemerintahan desa bisa segera mempersiapkan untuk penganggaran jika ada inovasi yang akan direplikasi.

“Kades, Ketua BPD dan Tokoh (Masyarakat) mencermati inovasi-inovasi yang digelar di Bursa ini. Setelah satu pemahaman akan mudah anggarkan untuk APBDes tahun depan (2020)”, ungkap Asep Suparman.

Bursa Inovasi Desa tahun 2019 ini berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana BID diselenggarakan dalam dua zona. Kemarin hari Selasa (30/7), BID diikuti oleh delapan kecamatan yaitu; Wanayasa, Kiarapedes, Tegalwaru, Maniis, Plered, Bojong, Darangdan dan Sukatani. 

Sedangkan 9 Kecamatan sisanya masuk ke zona I, yaitu; Purwakarta, Cibatu, Campaka, Jatiluhur, Pasawahan, Pondoksalam, Bungursari, Babakan Cikao dan Sukasari.

Deden Abdullah, selaku ketua BID mengungkapkan tentang pentingnya pertukaran inovasi guna kemajuan desa. Meskipun saat ini kemajuan internet mendorong berbagai kemajuan dan kemudahan mendapatkan informasi, namun setelah BID ada TPID dan P2KTD yang akan membantu teknis capturing dan replikasi, sehingga desa akan lebih mudah dalam menerapkan segala ivonasi yang telah terverifikasi dan tersedia di Bursa Inovasi Desa.

“Kemajuan Desa sangat penting, karena manjadi subjek pembangunan Indonesia. Segala inovasi sedapat mungkin dipermudah untuk diserap, apalagi dalam TPID ada P2KTD”, ungkap Deden dalam sambutannya.

your advertise here

This post have 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post