Jelang HKP 2019 di Tasikmalaya, KTNA Purwakarta serius targetkan prestasi.
Konsolidasi terus digalakkan KTNA Kabupaten Purwakarta, guna menghadapi Hari Krida Pertanian (HKP) Tingkat Provinsi Jawa Barat, Bulan Juli di Tasikmalaya. H. Ujang Alim, Ketua KTNA mengingatkan petani calon peserta dari Purwakarta bahwa HKP bukan ajang jalan-jalan apalagi hanya untuk main-main.

"Kalo cuma mau jalan-jalan, silakan ikut (HKP) ke Tasikmalaya, ngongkos sendiri!", Ujar H. Ujang Alim setengah berteriak.

Dalam pertemuan yang digelar di kediaman H. Mahmud Tohir, Bendahara KTNA, di Wanayasa, seluruh calon peserta berkomitmen untuk meraih prestasi demi mengharumkan nama baik pertanian Kabupaten Purwakarta.

"Nomor-nomor yang sebelumnya berhasil meraih medali, jangan sampai lepas. Kita punya petani-petani muda, yang dipersiapkan khusus untuk menyabet prestasi tambahan", tambah Ade Sunarya, Sekretaris KTNA Purwakarta.

Sedangkan nomor paling bergengsi adalah Asah Terampil, KTNA Purwakarta menargetkan setidaknya juara ke-2. Dengan calon peserta yang merupakan petani muda, optimis target akan tercapai

"Petani milenial kita rata-rata pendidikannya sudah tinggi, bahkan ada yang S-1. Target Asah Terampil menjadi lebih realistis. Mereka bukan hanya mampu bertani, tapi diiringi wawasan luas dan kecerdasan", H. Ujang Alim menjelaskan.

Desain Stan Pameran
Stan pameran KTNA Purwakarta akan didesain oleh Deden Abdul Halim, atau biasa disapa Wa Dego. Ia merupakan seniman kawakan di Purwakarta yang berpengalaman panjang memperindah Kabupaten Purwakarta, melalui karyanya dalam batik, desain panggung khas Purwakarta dan karya seni lainnya.

Patut menjadi perhatian, karena desain Stan pameran juga biasanya menjadi ajang yang turut diperlombakan. Dan keterlibatan Deden Gondrong (Dego) menjadi sangat bernilai. Karya desainnya kerap mengandung filosofi yang sangat dalam, terutama menyangkut kearifan lokal dan kesundaan.

"Kita sekarang ini di kaki gunung Burangrang, saya terinspirasi dengan sentuhan enviromental. Ada unsur dari bahan alam dari hutan ini untuk desain (stan) pameran", terang Wa Dego, membocorkan sedikit kisi-kisi desain pamerannya.

Hari Krida Pertanian (HKP)
Hari Krida Pertanian merupakan hari syukuran pertanian yang jatuh pada tanggal 21 Juni. Namun perayaannya kadang dihelat di bulan Juli, disesuaikan dengan situasi, misal karena 'bentrok' dengan bulan Ramadhan atau terlalu dekat dengan libur lebaran.

HKP diisi dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pertanian, seperti lomba-lomba pertanian, rembug, pameran teknologi pertanian, unjuk inovasi dan lainn sebagainya.

Pertanian di sini adalah pertanian dalam arti luas, baik itu pangan, hortikultura, pengolahan, perkebunan, perikanan, peternakan hingga wilayah pemasaran dan penunjang.

Maka pesertanya tidak hanya petani atau nelayan saja, tetapi para pelaku agribisnis dan stakeholder lainnya termasuk pemerintah. Belakangan keprihatinan mengenai usia rata-rata petani yang relatif telah berusia lanjut, mendorong KTNA untuk memberi ruang lebar bagi keterlibatan petani milenial, sebagai ikhtiar untuk merangsang motivasi petani masa depan.

HKP merupakan hari besar pertanian Nasional yang senantiasa diselenggarakan setiap tahun di setiap Provinsi. Berbeda dengan Pekan Nasional (Penas) KTNA, yang dihelat secara nasional di satu lokasi (Provinsi) sebagai tuan rumah dan diikuti oleh peserta petani dari semua provinsi, bahkan ada perwakilan petani dari luar negeri.

Presiden dan menteri-menteri yang terkait dengan kebijakan pertanian turut dihadirkan, biasanya Penas menjadi ajang dialog antara petani dengan pemerintah pusat yang ditengarai mampu mempengaruhi kebijakan tentang pertanian Nasional.
your advertise here

This post have 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post