:::cerita bersambung.....


Disela isapan udud, Si Kijing yang lagi bersandar santai, menelusup ke alam lamunan. Terbuka kembali apa yang terlewati dalam hidupnya.

Ilustrasi. Sumber: Google.com

Tarikan nikotin membuai ketenangan pikiran, ingat jelas terlihat dalam lamunan, kala ia telentang bersandar mesra di paha isterinya. Kala itu, isterinya menagih romantisme yang tak jua datang meski cinta mereka berbuah anak.

"Akang mah meni tara siga batur, ka pamajikan tèh meni cu'ek", keluh isterinya.

"Cu'ek kumaha ai manèh?", tanya Si Kijing mengejar pernyataan isterinya.

"Nya romantis atuh kang! Batur gè ningan sok gogombalan...ieu mah meni teu krèatip, euweuh kahayang. Ti mèmèh kawin nepi ka budak hiji meniiiiii.....euweuh romantis-romantis na pisan!", jelas isterinya, panjang-lebar, sembari manyun-manjah.

"Ai manèh, ngomong tèh tara jeung adeuh. Kumaha disebut teu romantis. Èta budak kaluar hiji?! Èta pan buah ti na romantis", kilah Si Kijing tidak mau disalahkan.

***

Kerinduan Si Kijing

Ada semilir kerinduan, yang entah di mana pun jika ingin sembunyi, kerinduan selalu saja bisa menemukannya. Sungging senyum di ujung bibir Si Kijing, segera disusul linangan air mata.

Lamunannya kembali berkembang, pada apa yang disebut dengan perjuangan. Ia sedikit terinspirasi oleh Che Guevara di Amerika Latin sana. Ia akan persiapkan pemberontakan Wanapoyi, 25 tahun ke depan harus merdeka!

Kemudian kerinduan alihkan benaknya kembali kepada isterinya. Saat ia dituduh tidak romantis, di saat bersamaan sebetulnya ia merasa sangat romantis. Hanya saja tidak dibarengi dengan gombal.

Gombalisme itu tak perlu, terlalu dekat dengan kebohongan. Entah kenapa seorang wanita berharap digombali? Dalam hati Si Kijing bertanya-tanya.

Padahal gombalisme, sudah bikin rakyat kenyang. Bayangkan saja, seorang gubernur naik tahta dengan taktik gombal.

Saat kampanye bikin citra anti-china, pas terpilih segera bekerja sama dengan 'china'. Biasa saja, gombalan politik namanya juga.

International Gombaler

Kemudian, dunia baru saja diberi tontonan gombalisme politik internasional. Si Trump tuh, dengan gombalisme politik hembuskan sentimen anti-arab, anti-islam. Islam seakan adalah arab dan arab adalah islam.

Berefek atau tidak pada suara pilpres AS. Pastinya banyak pendukung Donald Trump berpose seksi dan viral.

Lantas apa yang terjadi, setelah kemenangan pemilihan presiden di Amerika Serikat. Si Trump berkunjung pertama kali adalah ke Arab. Ke negeri yang saat kampanye seakan dimusuhinya.

***

Saat teringat isteri, senyum dan air mata datang silih berganti, terkadang datang bersamaan. Saat itulah, orang-orang semakin sedih melihat kondisi 'orang asing gila' ini. Abah Adiwira belum bisa berbuat banyak.

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post