Jika mendengar nama Deni Ahmad Haidar, entah kenapa begitu saja terlintas kesan heroisme dalam ingatan. Beliau adalah Ketua KPU Kabupaten Purwakarta. 

Selain itu Beliau juga merupakan seorang ketua dalam sebuah OKP yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama, yakni Gerakan Pemuda Ansor Pimpinan Wilayah Provinsi Jawa Barat.


Belum lama ini nama Beliau disebut-sebut sebagai salah satu generasi awal, generasi yang mempelopori berkembangnya GP Ansor di Kabupaten Purwakarta, selain Habib Husein dan KH. Akhfaz yang menjabat Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor sebelumnya.

Perjuangan keras
Diceritakan oleh Muhammad Imron Syafe'i, bahwa berkembangnya GP Ansor di Purwakarta tidak bisa lepas dari perjuangan Deni Ahmad Haidar. Om Deni, begitu Beliau biasa disapa, dengan segenap daya dan upaya menghidup-kembangkan GP Ansor di Purwakarta, padahal dirinya sendiri belum menjadi siapa-siapa dan tidak punya apa-apa.

Yang paling menyedihkan adalah setiap kali menghadiri acara-acara NU atau GP Ansor yang diadakan di Purwakarta, dengan penuh ketabahan Om Deni berangkat dari rumahnya di Kecamatan Bojong sejak siang hari. Padahal acara baru akan berlangsung malam hari, karena belum punya kendaraan, maka jalan satu-satunya untuk hadir adalah dengan cara berjalan kaki. 

"Waktu itu benar-benar tidak punya pilihan lain, selain berjalan kaki.", tegas beliau pada suatu kesempatan. 

Bukan hanya itu saja, tak jarang Om Deni meminjam sandal teman atau saudara karena memang Ia belum punya sandal yang layak untuk dipakai untuk menghadiri acara-acara tersebut.

Sisi positif pengangguran
Saking sulitnya kondisi para pengurus GP Ansor waktu itu, tak jarang dijadikan bahan lelucon. Pengurus Ansor dulu lebih sering berkumpul, berbeda dengan Pengurus Ansor jaman sekarang. Karena pengurus Ansor jaman dulu semuanya pengangguran, tidak ada kegiatan lain selain kumpul-kumpul. 

Kalau pengurus Ansor sekarang rata-rata punya pekerjaan atau usaha, makanya masing-masing pengurus pada sibuk dan susah sekali jika diajak berkumpul.

Berkah dekati Ulama
Namun dari segi kualitas sepertinya jauh sekali jika dibandingkan. Mungkin karena segala keterbatasan, maka untuk bisa berkhidmat kepada Ulama dan mengurus Ansor itu mesti penuh dengan pengorbanan. Tapi justeru di jaman itulah banyak sekali prestasi cemerlang yang ditorehkan. Prestasi-prestasi yang luar biasa, ada yang mengatakan bahwa ini adalah sejenis berkah.

Banyak kegiatan sosial yang dilakukan PC GP Ansor pada jaman kepemimpinan Om Deni, seperti memberi beasiswa kepada ratusan anak sekolah di Purwakarta. Kegiatan rehab rumah penduduk miskin, membangun jalan, membuat atau merenovasi jembatan-jembatan di berbagai tempat. Ternyata dalam segala keterbatasan yang menyekat, GP Ansor waktu dulu lebih berdaya dan lebih berperan dalam lingkungan masyarakat.

Aktivitas seminggu 7 hari
Hingga saat ini, khidmat Om Deni terhadap GP Ansor dan Nahdlatul Ulama belum terlihat akan menurun, bahkan tampak semakin menggila. Di akhir pekan, waktu Beliau benar-benar dipakai untuk mengurus GP Ansor, terlebih saat ini Beliau menjabat Ketua GP Ansor Provinsi Jawa Barat. Tidak henti-hentinya Beliau berkeliling Jawa Barat setiap akhir pekan.

Banyak hal yang patut diteladani dari sosok yang bernama Deni Ahmad Haidar atau Prabu Malingping ini. Track record Beliau menembus segala keterbatasan, bekhidmat serius, berprestasi tanpa banyak alasan. Bagi GP Ansor Purwakarta, beliau adalah legenda hidup. 

Semoga Om Deni semakin sukses, bertambah kaya, semakin berkuasa, semakin banyak memberi manfaat, semakin berkah, selalu sehat dan segala cita-citanya terlaksana. Aamiiin....
Wallahu 'alam...
your advertise here

This post have 0 comments

Next article Next Post
Previous article Previous Post