Cegah kekeringan, Kementerian Pertanian sarankan buat Embung air di Desa Cibodas

Purwakarta Online - Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhi dan Wakil Bupati Purwakarta, H. Aming serta Camat Bungursari Muhamad Saripul Harom S.Sos.M.Si., saat memantau area pesawahan Di Desa Cibodas Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta (24/07/2019).

Dirjen PSP Menyarankan Pemerintah Kabupaten Purwakarta untuk membuat Embung sebagai penampung air di musim hujan. Embung air itu nantinya bisa dimanfaatkan untuk mengairi persawahan pada saat musim kemarau tiba.

dengan catatan bahwa embung tersebut dibangun bukan di atas tanah petani, melainkan di lahan milik Desa Cibodas atau di lahan milik pemerintah Kabupaten Purwakarta.

"Dengan membuat Embung seluas 25 meter kali 20 meter dengan kedalaman 2,5 meter, dengan catatan jangan di lahan milik warga karena kalau sewaktu-waktu lahan nya dijual oleh si pemiliknya maka Embung air jadi tidak ada", ujar Sarwo Edhi saat memantau area persawahan di Desa Cibodas Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta.

Lanjut Sarwo Edhi, sampai saat ini Dirjen PSP Kementan telah memberikan bantuan berupa pendistribusian pompa dan selang sekitar 20.000 pompa diantaranya untuk daerah-daerah yang terdampak kekeringan dan sudah mulai lebih berkurang kekeringan di Kabupaten Purwakarta.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Ir.H.Agus R Suherlan MM., menyatakan bahwa adanya Embung air sangat membantu untuk menadah hujan, sebagai persediaan air untuk bertanam di musim kemarau. Sehingga Pemerintah Kabupaten Purwakarta sangat mendukung pembangunan Embung air. Oleh karena itu Pemkab Purwakarta bersedia jika ada pihak tertentu yang akan menjual sumber air.

"Kita akan manfaatkan lahan bekas galian C sebagai sumber air bagi para petani dan pemkab mem fasilitasi nya.", Tambah Ir. H. Agus Rachlan Suherlan, MM., ditemani para petani padi Saluyu, Desa Cibodas. (Asu)

This post have 0 komentar

Next article Next Post
Previous article Previous Post